Menu

Mode Gelap
Kapolda Kalteng, Sukses Menangani Kebakaran Hutan, AF Minta Bijak Menggunakan Medsos, Jangan Hoax Satresnarkoba Humbahas Tangkap Kurir Ganja dari Sidikalang POLDA METRO JAYA UNGKAP PABRIK UANG PALSU, 360.000 Lembar Pecahan Rp100.000 , 4 Pelaku Diamankan,2 Di Antaranya Residivis! Lapas Kelas I Tangerang Perkuat Pengawasan, Setiap Informasi Publik Diverifikasi Bea Cukai Banten catat Capaian Penindakan Operasi ASAP sebanyak 74,21 Juta Batang Rokok Ilegal dan 1.748 liter MMEA Warga Kp. Ranca Kalapa RW 01 Peringati HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong*

Tangerang Raya

SDN Pondok Pucung 02 Jadi Sorotan, Dugaan Biaya Wisuda Berujung Saling Bantah

badge-check


					SDN Pondok Pucung 02 Jadi Sorotan, Dugaan Biaya Wisuda Berujung Saling Bantah Perbesar

Tangerang Selatan,Liputannusantara.id-Polemik dugaan biaya wisuda sebesar Rp 300.000 per siswa di SDN Pondok Pucung 02 terus menjadi sorotan. Persoalan ini mencuat setelah adanya laporan dari sejumlah orang tua siswa terkait dugaan pungutan untuk kegiatan wisuda. Di tengah polemik tersebut, salah satu wali kelas VI membantah adanya unsur pemaksaan pembayaran kepada wali murid. Sementara itu, Ketua Komite SDN Pondok Pucung 02 juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima maupun mengelola dana kegiatan wisuda tersebut.

Salah satu wali kelas VI SDN Pondok Pucung 02, Sarmadan membantah adanya unsur pemaksaan terhadap orang tua atau wali murid terkait pembayaran biaya wisuda. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan usulan dari para wali murid, bukan inisiatif pihak sekolah maupun panitia.

“Apapun kegiatan yang kami laksanakan, itu berasal dari keinginan wali murid yang meminta agar diadakan wisuda,” ujar Pak Sarmadan saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan pihak sekolah tidak pernah mewajibkan ataupun memaksa orang tua untuk membayar biaya kegiatan. Bahkan, menurutnya, tidak pernah ada instruksi dari panitia maupun komite sekolah untuk melakukan penagihan kepada wali murid.

“Kita paksa bayar, apalagi komite menyuruh paksa bayar, itu tidak ada. Tidak pernah ada penagihan yang mengharuskan orang tua membayar,” tegasnya.

Menurut Pak Sarmadan apabila ada orang tua yang merasa diwajibkan membayar, hal tersebut bukan merupakan kebijakan pihak sekolah.

“Kalau memang ada yang merasa diwajibkan membayar, kami tidak merasa pernah mewajibkan. Sama sekali tidak ada paksaan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan wisuda bersifat sukarela. Orang tua maupun siswa diberi kebebasan untuk mengikuti ataupun tidak mengikuti kegiatan tersebut tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

“Kegiatan-kegiatan yang kami adakan boleh diikuti atau tidak. Sama sekali tidak ada unsur pemaksaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah SDN Pondok Pucung 02 juga membantah menerima, menagih bayaran ataupun mengelola dana yang disebut-sebut dipungut dari orang tua siswa untuk kegiatan wisuda kelas VI sebesar 300rb per anak.

Saat dikonfirmasi, Ketua Komite SDN Pondok Pucung 02 menegaskan dirinya tidak pernah menerima uang wisuda tersebut. Menurutnya, apabila memang ada pengumpulan dana dari orang tua murid, kemungkinan dilakukan oleh koordinator kelas (korlas) yang diperintahkan oleh wali kelas.

“Saya tidak pernah menerima uang wisuda tersebut, menagih ataupun mengelola. Sampai beberapa hari menjelang acara saya hanya diminta tolong pihak sekolah untuk handle konsumsi (makan prasmanan, kue meja tamu, buah meja tamu, snack wali siswa, makan siswa dan hampers tamu dgn jumlah keseluruhan 6,6 Juta untuk kekurangan dana saya yang berupaya sendiri tidak minta tambah pihak sekolah). Kalau memang ada pengumpulan dana, silakan ditelusuri kepada korlas atau wali kelas yang mengetahui prosesnya, jangan kaitkan saya dengan masalah ini” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah adanya pengaduan dari sejumlah orang tua murid yang mengaku diminta membayar sebesar Rp 300.000 per siswa untuk kegiatan wisuda. Jika tidak dipaksa kenyataannya menjelang acarapun baik siswa maupun wali siswa tetap ditagih dengan perpanjangan tangan korlas.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti siapa pihak yang pertama kali menginisiasi kegiatan wisuda, siapa yang menetapkan besaran biaya, serta siapa yang menerima dan mengelola dana yang dikumpulkan dari orang tua siswa.

Redaksi masih berupaya mengonfirmasi Kepala Sekolah, wali kelas, koordinator kelas (korlas), serta pihak-pihak terkait lainnya guna memperoleh penjelasan yang berimbang mengenai dugaan pungutan biaya wisuda tersebut.

(Imam Tape)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju dalam AcaraHUT RI ke 81 di Istana Negara 17 Agustus 2026″

20 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Semarakkan Hari Kemerdekaan RI dan HUT ke-39, SMP Negeri 7 Tangsel Gelar Beragam Kegiatan Penuh Kebersamaan

19 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK PGRI 11 Ciledug Jadi Sarana Membangun Karakter Siswa

19 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Rupiah Berdaulat, Indonesia Bermartabat”Dalam Festival FERBI 14 s.d 16 Agustus di Istora Senayan”

18 Agustus 2026 - 23:45 WIB

500 METER DIBAYAR 10,8 MILIAR! U-DITCH ASAL CEPLOK, PELEBARAN 30M DIDUGA FIKTIF  10,8 MILIAR BUAT 500M?? 1 METER 21 JUTA! WARGA: “INI PROYEK ABAL-ABAL”

15 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Trending di Tangerang Raya