Menu

Mode Gelap
Menjelang Libur Panjang, UPTD SDN Pondok Betung 01 Gelar Pentas Seni dan Budaya Bupati Hasbi Resmi Lantik 8 Kepala Desa PAW di Lebak, Dorong Percepatan Pembangunan Desa Polsek Sobang Polres Lebak Gotong Royong Bersama Warga Membangun Jembatan Gantung Merah putih Presisi di Kec. Sobang Kab. Lebak  “To Samarinda with Love To Samarinda with Love”Oleh: Adharta Ketua Umum KRIS Hotel Fugo, Selasa9 Juni 2026 Nusantara Konferensi Doa Dalam Rangka Hari Doa Nasional 2026 Indonesia Perlu Unity dan Doa di Gelar tgl Balik Papan dan IKN Kalimantan Timur UPTD SDN Pondok Cabe Udik 01 Lepas 55 Siswa dalam Acara Pelepasan Penuh Makna

Uncategorized

DPR RI Serahkan Hibah 1.000 Buku, Perkuat Budaya Literasi di Lingkungan Pemasyarakatan

badge-check


					DPR RI Serahkan Hibah 1.000 Buku, Perkuat Budaya Literasi di Lingkungan Pemasyarakatan Perbesar

 

Jakarta,Liputannusantara.id – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Barat menghadiri kegiatan penyerahan hibah 1.000 buku dari DPR RI kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, pada Kamis (04/06/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, beserta jajaran, dan seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta. Bantuan sebanyak 1.000 buku tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, bersama anggota DPR RI lainnya.

Dalam sambutannya, Dirjenpas Mashudi menyampaikan bahwa bantuan buku tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pelaksanaan program pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan. Menurutnya, kehadiran Ketua Komisi XIII DPR RI beserta jajaran menjadi dukungan moral yang sangat berarti bagi warga binaan untuk terus belajar, berkembang, dan memperbaiki diri.

“Pemberian bantuan ini merupakan wujud kepedulian nyata terhadap pelaksanaan pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan. Kehadiran Bapak Willy Aditya beserta jajaran menjadi energi positif sekaligus penguatan bahwa warga binaan tetap mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri,” ujar Dirjenpas.

Lebih lanjut, Dirjenpas menegaskan bahwa literasi memiliki peran penting dalam proses pembinaan karena mampu membantu warga binaan memperluas wawasan, membangun pola pikir yang positif, serta menumbuhkan semangat untuk terus berkembang. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berkomitmen menghadirkan berbagai program pembinaan yang produktif dan bernilai tambah, termasuk melalui penguatan budaya membaca di lingkungan Pemasyarakatan.

“Kami berharap seluruh warga binaan dapat menjaga dan memanfaatkan bantuan buku ini sebagai sarana belajar dan refleksi diri. Koleksi buku tersebut tidak hanya bermanfaat bagi warga binaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh petugas, sehingga budaya membaca dan belajar dapat tumbuh menjadi budaya bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, berharap bantuan buku tersebut dapat semakin memperkuat budaya literasi serta menjadi sarana pengembangan diri bagi warga binaan.

“Literasi membuka kesempatan bagi setiap orang untuk terus belajar dan berkembang. Kami berharap buku-buku ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah wawasan, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ungkap Willy.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepedulian yang diberikan dalam upaya penguatan literasi di lingkungan Lapas Cipinang. Menurutnya, buku memiliki peran penting dalam proses pembinaan sebagai sarana membangun kembali karakter, pengetahuan, dan harapan warga binaan.

“Bagi kami, buku bukan sekadar bacaan, melainkan jendela perubahan. Melalui literasi, warga binaan memperoleh ruang untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Wachid menambahkan bahwa program pembinaan di Lapas Kelas I Cipinang terus diarahkan untuk menyentuh aspek pengetahuan, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai kehidupan.

“Tembok Lapas mungkin membatasi ruang gerak, tetapi tidak boleh membatasi ilmu pengetahuan dan harapan. Melalui Aula Bina Insan dan Komunitas Baca LENTERA, kami berupaya menghadirkan ruang tumbuh bagi warga binaan untuk menemukan kembali potensi terbaik dalam dirinya,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan. Penguatan budaya literasi diharapkan dapat menjadi salah satu sarana efektif dalam mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menjelang Libur Panjang, UPTD SDN Pondok Betung 01 Gelar Pentas Seni dan Budaya

11 Juni 2026 - 15:04 WIB

Bupati Hasbi Resmi Lantik 8 Kepala Desa PAW di Lebak, Dorong Percepatan Pembangunan Desa

11 Juni 2026 - 06:56 WIB

Nusantara Konferensi Doa Dalam Rangka Hari Doa Nasional 2026 Indonesia Perlu Unity dan Doa di Gelar tgl Balik Papan dan IKN Kalimantan Timur

11 Juni 2026 - 01:22 WIB

HUT Bhayangkara Ke-80, Kodim 0510/Tigaraksa Perkuat Sinergi Polri-Ojol

10 Juni 2026 - 13:19 WIB

Bupati Tangerang Salurkan Tekad dan Langkah, Kobarkan Semangat Tangerang Semakin Gemilang, Menuju Juara Umum PORDA Dan PEPAPERDA Banten 2026.

10 Juni 2026 - 12:11 WIB

Trending di Uncategorized