Menu

Mode Gelap
Kapolres Lebak Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Komitmen “Polri untuk Masyarakat 85 Personel Polres Lebak Naik Pangkat, Kapolres Ingatkan: Jabatan Naik, Tanggung Jawab Bertambah Jadi Sorotan Publik, ASN Dinsos Kota Tangsel Ketiduran di Kantor Saat Warga Mengantri Kakanwil Ditjenpas Apresiasi Kinerja Bapas Kelas I Jakarta Barat yang Raih Predikat Terbaik Pelatihan Kaderisasi ( Pekad) BP. 3 Gereja Servatius Kampung Sawah, Minggu 28 Juni ’26” Keberadaan Proyek Pembangunan 32 Unit Rumah di Semanan Diduga tanpa PBG Tetap Berjalan

Uncategorized

Alarm Demokrasi! Yulius Setiarto Soroti Lemahnya Jaminan Kebebasan Pers: “Undang-Undang Ada, Tapi Praktiknya Rapuh”

badge-check


					Alarm Demokrasi! Yulius Setiarto Soroti Lemahnya Jaminan Kebebasan Pers: “Undang-Undang Ada, Tapi Praktiknya Rapuh” Perbesar

 

KOTA TANGERANG ,Luiputannusantara.id– Isu kebebasan pers kembali menjadi sorotan tajam. Anggota Komisi I DPR RI, Yulius Setiarto, secara blak-blakan menilai jaminan kebebasan bagi jurnalis di Indonesia masih jauh dari kata kuat, meski secara hukum telah diatur.

Menurutnya, secara normatif kebebasan pers memang dijamin undang-undang. Namun dalam praktik, realitas di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya, tekanan, pembatasan, hingga intimidasi masih kerap terjadi.

“Jaminannya ada di undang-undang. Tapi praktiknya? Masih lemah. Buktinya, sampai hari ini jurnalis masih harus melakukan perlawanan,” tegasnya dalam kegiatan Ngobrol Santai dengan Pemimpin Redaksi Media, di Uptown Brew, Green Lake Cipondoh, Minggu (17/5/2026).

Yulius menyoroti bagaimana kebebasan wartawan dalam melakukan peliputan hingga mempublikasikan karya jurnalistik, baik offline maupun online. masih menghadapi berbagai hambatan. Ia menyebut, kondisi ini menjadi sinyal bahaya bagi kualitas demokrasi.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa pola-pola pembatasan informasi bisa berkembang secara sistematis jika tidak diantisipasi sejak dini. Bahkan, bukan tidak mungkin praktik tersebut akan merambah ke berbagai sektor, termasuk bisnis media dan distribusi informasi.

“Kalau dibiarkan, ini bisa jadi pola. Informasi disaring, berita ‘dipilih’, dan publik hanya menerima versi tertentu saja,” ujarnya.

Dalam pandangannya, tantangan kebebasan pers hari ini tidak lagi selalu bersifat frontal seperti masa lalu, namun lebih halus dan terstruktur. Ia bahkan menyinggung pengalaman di masa Reformasi 1998, ketika kontrol terhadap kebebasan berekspresi dilakukan secara terbuka.

Kini, menurutnya, bentuknya berubah, lebih samar, namun tetap berdampak besar.
“Dulu kontrolnya terlihat jelas. Sekarang lebih halus, tapi efeknya bisa sama: membatasi ruang ekspresi,” katanya.

Yulius juga menyoroti adanya perlakuan yang tidak setara dalam akses informasi, termasuk di lingkungan lembaga negara. Ia menilai, kondisi ini tidak sehat bagi demokrasi karena membuka ruang diskriminasi terhadap jurnalis.

Di tengah situasi tersebut, ia mendorong insan pers untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dengan strategi baru. Salah satunya dengan memanfaatkan platform digital dan pendekatan kreatif agar informasi tetap bisa sampai ke publik.

“Jurnalis harus mulai memikirkan strategi baru. Jangan hanya bertumpu pada cara lama, tapi juga memanfaatkan kanal-kanal alternatif agar pesan tetap sampai,” ungkapnya.

Fenomena konten digital yang kini lebih cepat viral, menurut Yulius, justru bisa menjadi peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi membuka ruang distribusi informasi, namun di sisi lain juga rawan diseleksi atau bahkan ditekan.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya solidaritas antarjurnalis sebagai benteng terakhir menjaga kebebasan pers.

“Kalau tidak bersatu, kebebasan itu bisa perlahan hilang. Ini bukan hanya soal wartawan, tapi soal masa depan demokrasi,” tandasnya.

Dengan kondisi yang ada saat ini, Yulius mengingatkan bahwa ancaman terhadap kebebasan berpendapat, khususnya di tingkat lokal, sangat mungkin kembali terjadi jika tidak ada penguatan nyata. baik dari sisi regulasi maupun keberanian kolektif insan pers.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jadi Sorotan Publik, ASN Dinsos Kota Tangsel Ketiduran di Kantor Saat Warga Mengantri

30 Juni 2026 - 14:46 WIB

Kakanwil Ditjenpas Apresiasi Kinerja Bapas Kelas I Jakarta Barat yang Raih Predikat Terbaik

30 Juni 2026 - 13:54 WIB

Pelatihan Kaderisasi ( Pekad) BP. 3 Gereja Servatius Kampung Sawah, Minggu 28 Juni ’26”

30 Juni 2026 - 13:09 WIB

LAN Kota Tangerang bersama BNN, Polrestro dan Pemkot Perkuat Gerakan Perang Melawan Narkoba

28 Juni 2026 - 12:53 WIB

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Lebak Pimpin Ziarah Rombongan di TMP Sirna Rana

26 Juni 2026 - 11:26 WIB

Trending di Uncategorized