Dr. Melita, M.K.M Kepala Puskesmas Jatimelati mengawali paparannya
Jakarta, Juni, Liputan Nusantara (LN), Darah adalah cairan yang mengalir melalui pembuluh darah dan memiliki berbagai fungsi penting pada tubuh.
Darah sendiri terdiri dari komponen seperti:
Seldarah merah (pembawaoksigen).
➢ Seldarah putih (melawan infeksi).
➢ Platelet (membantu pembekuan darah).
➢ Plasma (mengangkut zat terlarut seperti nutrisi dan produk sampingan metabolisme).
Seldarah merah (pembawaoksigen).
➢ Seldarah putih (melawan infeksi).
➢ Platelet (membantu pembekuan darah).
➢ Plasma (mengangkut zat terlarut seperti nutrisi dan produk sampingan metabolisme).
Fungsi lain dari sistem peredaran darah pada manusia yaitu:
Transportasi oksigen dan nutrisi.
▪️ Darah membawa oksigenyang berasal dari paru-paru ke sel-sel tubuh dan mengangkut nutrisi dari saluran pencernaan ke seluruh tubuh.
Mengangkut produk limbah.
▪️ Darah membawa produk limbah pada tubuh seperti karbon dioksida dan urea ke organ-organ ekskresi seperti paru-paru dan ginjal untuk kemudian diproses dalam proses pembuangan.
Mengatursuhu tubuh.
▪️ Sistem peredaran darah mampu mengatur suhu tubuh dengan mendistribusikan panas ke seluruh bagian tubuh.
▪️ Sel darah putih dalam tubuh memiliki fungsi sebagai perlawanan terhadap infeksi dan penyakit. Platelet dalam darah juga berguna dalam proses pembekuan untuk menghindari terjadinya pendarahan.


Peserta sekolah lansia tekun dan focus mendengar paparn nara sumber.

Bu Anan Nainggolan Ketua kelas Sekolah Lansia sekaligus WakilKetua Komunitas Lansia memberi arahan terkait dimulainya pembelajran .

Bpk Wiratno (baju kotak-kotak paling kiri ), Ketua komunitas Lansia Srvatius.

Peserta sekolah lansia, menyanyikan mars lansia sebelum mulai Pelajaran
Usia boleh bertambah, tapi semangat hidup sehat nggak boleh pension
Di usia senja, pembuluh darah ibarat selang taman: kalau lentur dan bersih, aliran darah ke otak, jantung, dan kaki jadi lancar. Tapi kalau selangnya mulai kaku dan mampet karena kolesterol, ditambah tekanan airnya kencang terus alias hipertensi, risikonya bisa stroke atau serangan jantung. Kabar baiknya, ada dua”kunci” yang gampang dan murah: mengenal musuhnya + mengendalikan lewat piring makan dan gerakan kaki. : hipertensi itu “silent killer” karena nggak terasa, tapi pembuluh darah kita yang kena duluan. Obat dari dokter wajib diminum, tapi “obat alami” dari rumah juga nggak kalah penting.(artivicial Inteligent )
Yang disebut Penyakit Pembuluh darah :menurut Dr. . Melita adalah . gangguan sistem sirkulasi yang mencakup arteri, vena, dan kapiler, yang berfungsi menyalurkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh
gangguan pada Sistem Peredaran Darah, Tekanandarah tinggi (hipertensi)
1. Salah satu gangguan pada sistem peredaran darah yang paling umum terjadi. Kondisi ini seringkali tidak bergejala, tetapi jika muncul
2. Hipertensi yang tidak segera ditangani dapat merusak pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti sindrom metabolik, demensia, aneurisma , stroke, serangan jantung, gagal jantung, serta gagal ginjal.
❖ Aterosklerosis : Kondisi ketika pembuluh darah menyempit dan mengeras akibat penumpukan plak.
❖ Seranganjantung : gangguan sistem peredaran darah yang serius dan tergolong sebagai kegawatdaruratan medis. Kondisi ini terjadi ketika jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup.
❖ Stroke : Kondisi, ini terjadi saat suplai darah menuju otak terhenti atau terganggung sehingga sumbatan di pembuluh darah yang mengarah ke otak
Disisi lain Dr. Melita menjelaskan bahwa Penyakit Degeneratif seperti Penyakit Jantung ( jantung koroner, hipertensi) , Stroke , Diabetes Melitus , Penyakit paru obstruksi kronis ,Osteoporosis/ osteoartritis dan Cancer
Penyakit Degeneratif merupakan
Penyakit yang dihasilkan dari proses yang berkelanjutan akibat terjadinya degenerasi sel yang mempengaruhi perburukan dari jaringan atau organ seiring dengan berjalannya waktu (usia)
Dipengaruhi oleh aktifitas tubuh, gaya hidup, dan pola makan,
Bukan penyakit menular
Gejala yang Harus Diwaspadai kata Dr.Melita lebin lanjut,
1. Nyeri Dada (Angina): Rasa tertekan atau nyeri saat beraktivitas, tanda awal sumbatan arteri koroner.
2. Kaki Nyeri atau Bengkak: Kram, kesemutan, atau pembengkakan di tungkai.
3. Napas Pendak / Sesak Napas: Terjadi akibat jantung harus memompa lebih keras.
4. Tanda Stroke: Wajah tidak simetris, bicara pelo, dan kelemahan pada satu sisi tubuh
Sedangkan factor Risikosambungnya lagi,
❖Gaya Hidup Tidak Sehat: Merokok, pola makan tinggi lemak jenuh/garam, dan kurang aktivitas fisik.
❖Kondisi Medis: Diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas.
❖Riwayat Keluarga & Usia: Proses degeneratif seiring bertambahnya usia, terutama pada pria
diatas 60 tahun dan wanita menopause.
Kurang beraktivitas fisik, terutama olahraga Aerobik (bertahap),Bersepeda, jogging, berenang untuk *. Peningkatan curah jantung dan peningkatan kemampuan otot yang bekerja dan memanfaatkan oksigen dari darah.
* Perbaikan metabolisme Lipid
* Peningkatan respons terhadap stres psikososial, serta pencegahan depresi
Makan makanan tidak sehat seperti makanan yang diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak dan makanan cepat saji meningkatkan risiko penyakit jantung. Kandungan lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol dalam makanan akan mengakibatkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Terlalu banyak garam atau sodium bisa meningkatkan tekanan darah.
Makanan yang dianjurkan kata Melita : Asam lemak omega-3 dan omega-6, serat, antioksidan, potasium, dan fitosterol (minyak nabati)
Pengobatan & Tindakan Operatif menurut Dr.Melita :
1. obat-obatan pengencer darah atau pengendali kolesterol untuk mengelola kondisi pasien
2. kasus yang lebih berat, tindakan medis seperti angioplasti atau pemasangan ring (stent) dilakukan untuk membuka penyumbatan
3. Prosedur bedah bypass juga menjadi pilihan jika terdapat kerusakan pembuluh darah yang sudah tidak bisa ditangani dengan metode non-invasif.
Sementara Pencegahan & Pengelolaan menurutnya
1. . Diet Sehat: Terapkan pola makan gizi seimbang, batasi garam dan lemak jenuh. Perbanyak serat dan asam lemak sehat.
2. Olahraga Teratur: Lakukan latihan aerobik minimal 30 dan profil lipid melalui Medical Check-Up secara berkala beberapa menit sehari selama 5 hari dalam seminggu.
3. Berhenti Merokok: Tidak ada kadar aman untuk merokok; nikotin dapat menyempitkan pembuluh darah seketika.
4. Rutin Cek Kesehatan: Pantau tekanan darah, gula darah,
Mencegah penyakit vaskular jauh lebih efektif daripada mengobati kata Dr. melita yang menjadi Kepala Puskesmas Jatimelati ini
1. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya serat, seperti sayuran dan buah-buahan, dapat membantu menjaga kesehatan dinding pembuluh darah
2. Menghindari konsumsi lemak trans dan mengurangi asupan garam secara signifikan akan membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
3. Aktivitas fisik secara rutin minimal 30 menit setiap hari dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah dan memperlancar aliran oksigen ke seluruh tubuh
4. Pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui medical check-up juga sangat disarankan untuk memantau kadar kolesterol dan tekanan darah.
DELAPAN OLAHRAGA UNTUK KESEHATAN JANTUNG. Antara lain :
1. Jalan kaki.
2. Bersepeda
3. Lari.
4. Menari
5. Angkat beban terbatas
6. Berenang
7. Yoga
8. Mendaki
Mulai hari ini, mari cek tensi rutin tiap bulan di Posyandu, pilih sayur dan ikan dibanding gorengan, dan luangkan 30 menit buat jalan pagi sambil ngobrol sama teman. Pembuluh darah sehat itu kado paling berharga yang bisa kita kasih ke diri sendiri dan keluarga. Sehat itu asyik, di usia berapa pun(Ring-o)














