Jakarta, Agustus, Liputan Nusantara, (LN), Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia dirayakan setiap tahun pada hari Minggu keempat bulan Juli, berdekatan dengan pesta Santo Yoakim dan Santa Anna (orang tua dari Bunda Maria). Perayaan ini ditetapkan oleh Gereja Katolik untuk menghargai peran penting para lansia.
Asosiasi Kakek-Nenek Katolik telah berada di garis depan dalam mengkampanyekan pengakuan yang lebih besar terhadap peran dan panggilan Kakek-Nenek dalam mewariskan iman kepada generasi berikutnya. Pengumuman perayaan Gereja secara luas untuk Kakek-Nenek dan Lansia merupakan jawaban atas permohonan doa kami kepada Bapa Suci, Paus Fransiskus.
Sebelum penulis menjelaskan lebih jauh terkait Hari Kakek-Nenek dan lansia sedunia ini, ijinka saya menguraikan Hari Peringatan Lansia ke 19 Gereja Kampung Sawah Santo Servatius dimana penulis salah seorang pengurus dari komunitas Lansia Servatius tersebut.
Adapun Komunitas Lanjut Usia (lansia) St. Ser Hanna yanvasius berdiri sejak 15 Juli tahun 2007 dengan ketua yang pertama yaitu Bpk. Gregorius Pepe yang sudah meninggal. Komunitas ini terdiri atas Simeong jumlah saat itu baru 100 orang. (PDF ibu Theresia Endang yang sekarang menjadi sekretari lansia)

Para Gembala (pegang tongkat)



Pada tahun 2008 terjadi pergantian pengurus untuk periode 2008 – 2011 yaitu : Pelindung : Pastor paroki Romo R . Sarto Pandoyo SJ dan Romo Chris Purba SJ. Penasihat : Bpk. Gregorius Pepe. Ketua : Bpk. Yohanes Suwito, Sekretaris : Bpk. Agustinus Hadi Sutrisno / Bpk. Bernadus Sritomo Bendahara : Bpk. F.A. Sutrisno, Anggota: Bpk. Wira Natanael dan ibu Fransiska Annie S
Seksi Liturgi : Bpk. Andreas S. Sasonodan Bpk . Yoakim Sumanto D, Bpk Macarius Rusdi Seran
Seksi Humas : Bpk. Elia Pepe, Seksi kegiatan : Bpk Yosef Salam & Bpk. Yonathan Natan Kuding, Ibu Anastasia Sri Rejeki, Ibu Theresia Maria Ngadman,Ibu Maria Elisabeth Sri Wahyuni, Bpk.Paulus Sunarto.
Tahun 2011 terbentuk ke pengurusan periode 2011 -2014 yaitu :
Pelindung : Romo. Yakobus Rudyanto SJ, Penasihat : Bpk. Gregorius Pepe alm & Bpk. Yoh. Suwito ( sudah meninggal ), Ketua : Bpk. Yosef Elia Pepe (almarhum), Sekretaris : Bpk. Remigius Hardono
Bendahara : Ibu V. Ramelah Karmila Djoko Pinandojo, Seksi kerohanian : Ketua , Bpk Yoakim Sumanto, anggota, Ibu Valentina Karti Sudarno,Ibu Theresia Maria Ngadman, Bpk. Fernandus Pehan, Seksi Sosial : Ketua, Bpk. Agustinus Pinandojo, anggota, Bpk. Wira Natanael,Seksi Pendidikkan : Ketua. Ibu Elisabeth Sunyiati Pepe, anggota, Ibu Bernadetta Kristanti Hardono, Seksi Sosial : Ketua, Bpk. Agustinus Pinandojo, anggota, Bpk. Wira Natanael,
Tahun 2014 terbentuk ke pengurusan periode 2014 – 2016 terdiri dari : Pelindung : Romo Agustinus Purwantoro SJ, Ketua : Bpk. F.X. Paryono, Sekertaris : Bpk Remigius Hardono, Bendahara : Ibu Maria Adriana Sri Harniati, Seksi Liturgi : Bpk. Yoakim Sumanto, Seksi Humas : Bpk Harimurthi.
Pada tahun 2016, terbentuk kepengurusan periode 2016 – 2019 yaitu : Pelindung : Romo Agustinus Purwantoro SJ / Romo FX. Widoyoko SJ, Ketua : Bpk. Fx. Sugiyanto, Sekretaris : Bpk. Laurentius Marjono ( alm) dan Ibu Theresia Endang, Bendahara : Ibu Elisabeth Yuliati Karno( almarhum )Seksi Liturgi : Bpk. J.Fx. Harbelubun / Bpk. Juventus Karjono.
Pada tahun 2019 terbentuk kepengurusan yang baru untuk periode tahun 2019 – 2021 : Pelindung : Romo Yohanes Wartaya SJ, Ketua : Bpk. Fx. Sugiyanto, Sekretaris : Ibu Theresia Endang
Bendahara : Ibu Elisabeth Yuliati Karno alm / Ibu Yohana Djiwarsih Karjono, Seksi Liturgi : Bpk. Juventus Karjono, Seksi Humas : Bpk Bonaventura Harimurthi.
Pada tahun 2021 terbentuk kepengurusan periode 2021 -2024 terdiri dari : Pelindung : Romo Yohanes Wartaya SJ dan Romo JB.Clay Parera SJ, Ketua : Bpk. Ir Siswo Wiratno, Sekretaris : Ibu Theresia Endang, Bendahara : Ibu Maria Imaculata Kris Susanti & Ibu Yohana Djiwarsih, Seksi Liturgi : Bpk. Juventus Karjono & Ibu Anna Nainggolan, Seksi Usaha : Ibu Cicilia Merry dan ibu Yani Sabar, Seksi Humas : bpk. Remigius Hardono dan Ibu Ristanti Hantoro, Seksi Kesehatan : Ibu Sri Merdekahati & Ibu Endang Rukmini.
Pada tahun 2024 terbentuk kepengurusan periode th 2024 – 2027: Pelindung : Romo Yohanes Wartaya SJ, Moderator Komunitas Adiyuswa Dekenat Bekasi : Romo JB. Clay Parera SJ, Ketua : Bpk. Ir. Stef. Siswo Wiratno, Wakil Ketua : Ibu Anna Nainggolan, Sekretaris 1 : Ibu Theresia Endang
Sekretaris 2 : Ibu Yulita Yuniati, Bendahara : Ibu Emmy Kris Susanti & Ibu Lusia Sundariningsih
Seksi Liturgi : Bpk. Yoakim, Ibu Sutami Gunarjo, Ibu Muji Utami, Seksi Humas : Bpk Fx. Harbelubun, Bpk.M. Siringoringo, ibu Ristanti, Ibu Lindawati, Seksi Kesehatan: Ibu Emilia Margo Sianipar, Ibu Devy, Ibu Endang Rukmini, Seksi Usaha : Ibu Cecilia Mary, Ibu Fransiska Wiratno, Ibu Andayani
Seksi Sosial : Bapak Fx. Sugiyanto, Ibu Ni Made Sekarsari, Ibu Yuliana Sri Sutarni
Yang menjadi Visi / Misi Lansia Servatius Adalah :
Visi Lansia : Lanjut Usia adalah anugerah kepada manusia yang diciptakan menurut
Citra Allah, dengan talenta untuk menuju ke Paguyuban segala Umat.
Misi lansia : Lansia hidup penuh dan bertanggungjawab dalam iman sesuai martabat,
panggilan dan tujuan akhir hidup
Melestarikan makna masa lalu dengan kharisma khas Lansia untuk
menjadikan masyarakat dan budaya lebih manusiawi
Program kegiatan Komunitas Lanjut Usia Santo Servasius antara lain :
1). Pertemuan bulanan dengan ibadat dan pendalaman iman setiap hari Jumat jam 10.00 pagi di
ruang Bernadus gereja St. Servasius Bekasi.
2). Misa setiap Jumat pertama diadakan pada hari jumat pertama dalam bulan pada pkl 10.00 pagi di
gereja St. Servatius Kampung Sawah Bekasi
3). Mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas lansia se Dekenat Bekasi maupun
se KAJ seperti. Lomba Paduan suara, Retret bersama, Rekreasi bersama,
4). Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional dan juga rapat pengurus tiap paroki se Dekenat maupun
se KAJ.
5). Melaksanakan tugas Koor dan Tatib yang dijadwalkan oleh Paroki St. Servasius.
6). Mengadakan Ziarah ke Goa Maria untuk menyegarkan iman para Lansia
7). Mengunjungi dan memberi penghiburan bagi anggota lansia yg sakit maupun yang meninggal.
8). Mengadakan Misa awal tahun juga pada hari-hari tertentu, seperti Hari orang sakit sedunia,
Halun dsb.
9). Merayakan Hari Ulang Tahun para anggota yang merayakannya setiap akhir bulan.
10). Merayakan Hari jadi Komunitas Adiyuswa setiap tgl 15 Juli
11). Membentuk Group Angklung dan pertemuan setiap hari kamis pkl 11.00 di ruang Bernadus
Demikian sekelumit sejarah berdirinya Komunitas Lansia Servatius dalam memperingati hari ulang tahunnya yang ke 19.
Mari melanjutkan hari Kakek-Nenek dan Lansia se dunia.
Terkait hari Lanjut Usia Nasional, sebagaimana penulis publikasi di media ini (Liputan Nusantara) edisi Mei 2026 dibawah judul “ Hari Lanjut Usia Nasional di Peringati di Gereja Santo Leo Agung- Bekasi ,Jumat, 29 Mei 2026, Dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Harjoatmojo, SJ “. Penulis menjelaskan bahwa Peringatan hari Usia Lanjut Nasional Kumunitas Lansia sedekenat Bekasi ( sebelas Paroki ) diperingati di Gereja Santo Leo Agung – Bekasi dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo Harjoatmojo SJ pada hari Jumat, 29 Mei 2026.
HLUN 2026: Momentum Mewujudkan Indonesia Ramah Lansia (https://www.geriatri.co.id )
Melalui semangat Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh. Kita diajak melihat bahwa pengalaman, keteguhan, dan kasih para lansia terus memberi makna bagi keluarga, masyarakat, dan negeri.
Indonesia Semakin “Menua”, Keuangan Belum “Siap”.Apa makna Ungkapan tersebut ?
Makna “Indonesia semakin menua, keuangan belum siap” adalah fenomena demografi di mana populasi penduduk lanjut usia (lansia) meningkat secara drastis, tetapi sebagian besar belum memiliki dana pensiun dan jaminan kesehatan yang memadai untuk bertahan hidup.Berikut adalah realitas di balik kondisi tersebut:Lonjakan Jumlah Lansia: Menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya angka harapan hidup membuat proporsi penduduk lanjut usia (berusia di atas 60 tahun) melonjak. Dilansir dari Lansia (https://www.geriatri.co.id )
Dalam kotbahnya ,Uskup Ignatius Suharyo Harjoatmojo SJ. mengambil dari Injil Markus (11: 11-26 )secara singkat, Ia mengatakan : Sesampainya di Yeusalem Ia(Yesus ) masuk ke Bait Allah Disana Ia meninjau semuanya Tetapi sebab hari sudah mulai malam Ia keluar Betania bersama keduabelas murid-murid. Disana Ia meninjau semuanya,tetapi hari sudah mulai malam, Ia keluar ke Betania Bersama keduabelas murid-murid-NYA meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar, dan dari jauh Ia melihat pohon Ara yang sudah berdaun, Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa dari pohon itu,tetapi waktu Ia tiba disitu,Ia tidak mendapat apa-apa,selain daun-daun saja,sebab memang bukan musim buah Ara,Maka katanya kepada pohon Ara itu,jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya. Dan murid-muri-NYA pun mendengarnya. Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-NYA di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Alah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual-beli dihalaman Bait Allah/ Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-NYA, dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.Lalu Ia mengajar mereka,kata-NYA , “ Bukankah ada tertulis rumah-KU rumah doa bagi segala Bangsa “?,Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun ? . Imam-imam Kepala dan ahli-ahli Taurat, Mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membina hidup kristiani harus menghasilkan buah iman yang nyata dan memberi kehidupan bagi sesama. Dia, sebab mereka takut kepada -NYA, melihat seluruh orang banyak ,la takjub akan pengajaran-NYA. Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-NYA lewat,mereka melihat pohon Ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya .
Manusia menempuh berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ,melalui jabatan tertentu dan dalam keterlibatan dalam masyarakat. Namun tujuan awal, misalnya untuk membangun persatuan dan menumbuhkan rasa sosial ,sering memudar,kesatuan malah menjadi rusak. Ada anggota yang diabaikan ,tidak dihargai dan kehilangan kenyamanan dalam komunitas. Lambat laun komunitas inipun kehilangan arah.
Injil hari ini menyampaikan empat ajaran penting .pertama Yesus mengutuk pohon Ara yang tidak berbuah: simbol yang menunjukkan bahwa hidup kristiani harus menghasilkan buah iman yang nyata dan memberi kehidupan bagi sesama. Kedua ,Yesus mengusir para pedagang dari Bait Allah menegaskann rumah Allah sebagai tempat doa, bukan tempat mencari keuntungan . Tubuh kitapun seperti kata St.Paulus Adalah Bait Allah sebagai tempt doa yang harus dijaga dari kejahatan . Ketiga, Yesus menekankan kekuaan Iman yang sanggup melakukan hal-hal besar, bahkan yang mustahil.Keempat ,Yesus mengajarkan tentang pengampunan. Doa yang tulus akan melahirkan hati yang mampu mengampuni dan membangun kasih terhadap sesama. Sebagai orang Kristiani , seturut warta injil hari ini.
Kita mesti menghasilkan buah iman yang kokoh menjadi benteng pertahanan dalam hidup dan memumngkinkan kita melakukann hal-hal yang Ilahi. Prioritas hidup beiman Adalah kesatuan dengan Allah melalui Doa. Doa menghasilkan iman yang benar,termasuk hidup dalam pengampunan. Bagaimana dengan kehidupan kita ? Aapakah mencari kesatuan?dengan Allah menjadi prioritas kita dalam hidup menggereja ? ( dikutip dari Cahaya Sabda tahun A / II hal :173 )
Lebih lanjut Perayaan sedunia dalam kalender Gereja Universal ini merupakan pencapaian penting bagi para Kakek-Nenek dan Lansia, dan kami berharap hal ini meyakinkan mereka bahwa mereka dicintai dan dibutuhkan.
Pesan dan Katekese Bapa Suci :
Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia Keenam 2026 — “Aku tidak akan pernah melupakanmu”
Hari Kakek – Nenek Sedunia : Berbahagialah mereka yang tidak kehilangan Harapan
Bapa Suci telah memilih tema Hari Kakek-Nenek dan Lanjut Usia Sedunia Kelima yang tahun ini diselenggarakan pada hari Minggu, 27 Juli: “Berbahagialah mereka yang tidak kehilangan harapan” (lihat. Sir 14:2). Kata-kata ini diambil dari Kitab Sirakh; mengungkapkan kebahagiaan orang-orang lanjut usia dan menunjukkan harapan yang diletakkan di dalam Tuhan semata.
Dalam pesannya yang menggema penuh kehangatan, Paus Leo XIV mengajak kita melihat lansia bukan sebagai beban, melainkan sebagai saksi harapan hidup-penanda masa tua sebagai waktu yang penuh berkat dan rahmat, sebagaimana Allah memanggil Abraham, Sarah, Musa, dan Zakaria di masa senja mereka; menunjukkan bahwa di mata-Nya usia lanjut tetap sarat panggilan ilahi. Meski tubuh menua, jiwa mereka terbaharui setiap hari dalam cinta dan doa – “kebebasan yang tak terpatahkan oleh kesulitan apapun”-untuk mengasihi, berdoa, dan terus memberi, bahkan di tengah keterbatasan.
Paus Fransiskus mengajak kita untuk berbahagia karena orang yang berbahagia tidak pernah kehilangan harapan. Orang tua adalah saksi pengharapan dan sekaligus sumber inspirasi bagi generasi muda. Usia lanjut tak pernah menjadi alasan untuk berhenti berkarya, seperti yang dilukiskan lirik lagu “Mars Lansia” melainkan untuk terus memberi makna, sebagaimana Abraham dan Sarah yang penuh optimisme juga Elisabeth dan Zakaria yang hidup dalam pengharapan. Mereka adalah teladan orang tua yang senantiasa hidup dalam harapan. Hari ini menjadi hari kebersamaan, hari untuk mempererat relasi dengan sesama,” kata Rm. Agustinus dalam homili pada perayaan ekaristi Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia di Paroki St. Herkulanus.(Ring-o)















