Menu ✖

Mode Gelap
Kodim 0807 Tulungagung Bakti Sosial Air Bersih,HUT TNI ke 81 tahun ASLINMAS Kota Tangerang Perkuat Konsolidasi, Dorong Linmas Lebih Aktif di Tengah Masyarakat Pdt. Hani Lontaan Terpilih Memimpin Persatuan Gereja se-Neglasari (PGN) Periode 2026–2030 GEKIRA Bersama Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna)Banten membangun Pondasi dan Persatuan Nasional Dalam menghadapi Krisis Moral Terpilih Aklamasi, Ahmad Syahwani Pimpin PAC PP Kecamatan Pondok Aren 2026-2029 Ombudsman RI Sidak Lapas Pemuda Tangerang, Tinjau Pemenuhan Hak dan Pelayanan WBP

Uncategorized

Nonce Thendean Bantah Tudingan, Mobil Hibah KPM Masih di Pengurus dan BPKB Aman*

badge-check


					Nonce Thendean Bantah Tudingan, Mobil Hibah KPM Masih di Pengurus dan BPKB Aman* Perbesar

 

Kab.Tangerang,Liputannusantara .id-Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi Demokrat, Nonce Thendean, membantah keras tudingan yang menyebut dirinya menyalahgunakan kendaraan hibah milik Kelompok Pemberdayaan Masyarakat (KPM).Selasa(2/6/26)

Nonce menilai informasi yang beredar merupakan fitnah tanpa dasar. Ia merasa dirugikan oleh pemberitaan sejumlah media yang kemudian dijadikan dasar laporan dan sorotan LSM GMPRI.

“Yang diberitakan itu sama sekali tidak benar. Saya dituduh menggunakan mobil hibah tersebut, mengambil BPKB-nya, hingga menyebabkan kerugian negara Rp1,5 miliar. Semua tuduhan itu tidak berdasar,” tegas Nonce.

Nonce menjelaskan, kendaraan hibah berupa mobil APV yang dipersoalkan masih berada di tangan pengurus KPM di Perumahan Bukit Tiara, Pasir Jaya. Ia mempersilakan media dan pihak terkait melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan keberadaan mobil dan dokumen BPKB.

“Silakan datang ke KPM. Cek sendiri mobilnya masih ada atau tidak. Lihat juga BPKB-nya, apakah pernah berpindah tangan. Semua bisa diverifikasi,” ujarnya.

Politikus Demokrat itu juga menyoroti angka kerugian negara Rp1,5 miliar. Menurutnya, perhitungan itu tidak logis karena bantuan Pemkab Tangerang hanya berupa kendaraan fisik tanpa anggaran perawatan. Nilai mobil APV juga jauh di bawah angka yang dituduhkan.

“Bagaimana bisa sampai Rp1,5 miliar? Kalau ada yang menghitung + biaya perawatan tahunan, itu asumsi mengada-ada,” katanya.

Nonce mengakui pernah membantu pengurus KPM membayar pajak kendaraan. Namun itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, bukan berarti ia menguasai kendaraan tersebut.

“Mereka mengeluh kesulitan bayar pajak. Sebagai anggota dewan saya bantu meringankan beban. Itu kepedulian, bukan penguasaan,” jelasnya.

Ia berharap media lebih cermat dan melakukan konfirmasi sebelum memberitakan. Nonce siap membuka seluruh data terkait kendaraan hibah tersebut untuk meluruskan informasi di masyarakat.

“Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak pernah menggunakan kendaraan itu dan tidak pernah mengambil BPKB-nya. Semua bisa dibuktikan dengan fakta di lapangan,” pungkasnya.

(Neny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kodim 0807 Tulungagung Bakti Sosial Air Bersih,HUT TNI ke 81 tahun

30 September 2026 - 14:14 WIB

ASLINMAS Kota Tangerang Perkuat Konsolidasi, Dorong Linmas Lebih Aktif di Tengah Masyarakat

30 September 2026 - 05:22 WIB

Pdt. Hani Lontaan Terpilih Memimpin Persatuan Gereja se-Neglasari (PGN) Periode 2026–2030

28 September 2026 - 14:57 WIB

GEKIRA Bersama Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna)Banten membangun Pondasi dan Persatuan Nasional Dalam menghadapi Krisis Moral

28 September 2026 - 10:57 WIB

Terpilih Aklamasi, Ahmad Syahwani Pimpin PAC PP Kecamatan Pondok Aren 2026-2029

27 September 2026 - 10:02 WIB

Trending di Uncategorized