TANGERANG ,Liputannusantara.id- Dalam upaya mengantisipasi genangan air yang dapat merusak struktur jalan, jajaran Kecamatan Karawaci melakukan aksi pembersihan saluran drainase di lingkungan pemukiman warga. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Hanapi, koordinator dari team satuan tugas Tata Pemerintahan (Satgas Tapem) Kecamatan Karawaci.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Imam Bonjol, Gang Keramat 1i, RT 003 RW 002, Kelurahan Karawaci .
Kehadiran sosok Hanapi menjadi penyemangat dilapangan bagi team, saat memberikan instruksi langsung kepada para petugas agar pembersihan dilakukan secara menyeluruh hingga ke titik-titik sumbatan yang sulit terjangkau.
Dalam pantauan di lokasi, sejumlah petugas lapangan dikerahkan untuk mengangkat tumpukan sampah, dahan pohon, serta sedimen lumpur yang menyumbat aliran air. Kehadiran tim Tapem di lapangan bertujuan untuk memastikan proses pembersihan berjalan efektif dan menjalin koordinasi yang baik dengan pengurus lingkungan setempat.
“Kegiatan ini kami lakukan di 16 kelurahan wilayah kecamatan karawaci, ini merupakan langkah preventif agar sistem drainase berfungsi optimal. Kami mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke dalam saluran,” ujar Hanapi di sela-sela peninjauan.senin(20/04/2026).
Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian rutinitas dari komitmen Kecamatan Karawaci dalam meningkatkan kenyamanan warga dan meminimalisir titik banjir di wilayah tersebut. Pihak kecamatan berencana akan terus melakukan penyisiran ke titik-titik rawan sumbatan lainnya secara berkala.
Di lokasi, terlihat para petugas lapangan bekerja ekstra keras mengangkat berbagai jenis material penghambat aliran air. Mulai dari tumpukan limbah domestik, dahan-dahan pohon yang gugur, hingga sedimentasi lumpur tebal dievakuasi dari drainase. Langkah ini diambil karena tumpukan sampah organik dan anorganik tersebut menjadi pemicu utama meluapnya air ke jalanan saat hujan deras mengguyur.
Selain melakukan pembersihan fisik, tim dari Kecamatan Karawaci juga menyempatkan diri berdialog dengan tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi singkat diberikan guna membangun kesadaran kolektif akan pentingnya tidak membuang sampah ke selokan. Keamanan dan kenyamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari kedisiplinan setiap individu di tingkat rumah tangga.
(Marbun)















