Menu

Mode Gelap
l “Hari Lanjut Usia Nasional di Peringati di Gereja Santo Leo Agung- Bekasi ,Jumat, 29 Mei 2026, Dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Harjoatmojo, SJ”. Baznas Tangsel Sembelih 5 Ekor Sapi dan 54 Kambing di Momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah Lurah Kutabumi Bersama Binamas Dan Babinsa Tinjau Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban Disporabudpar  Mengucapkan Selamat Hari Raya Dinas Bappeda Mengucapkan Selamat Hari Raya Selamat Haria Raya Idul Adha 1447 H/ 2026 M

Jakarta

l “Hari Lanjut Usia Nasional di Peringati di Gereja Santo Leo Agung- Bekasi ,Jumat, 29 Mei 2026, Dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Harjoatmojo, SJ”.

badge-check


					l “Hari Lanjut Usia Nasional di Peringati di Gereja Santo Leo Agung- Bekasi ,Jumat, 29 Mei 2026, Dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Harjoatmojo, SJ”. Perbesar

Wiratno ketum lansia Servatius dan beberapa lansianya.

Jakarta, Mei, (Liputann Nusantara (LN). Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 jatuh pada tanggal 29 Mei 2026. Tahun ini, peringatan mengusung tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya”. Puncak perayaan nasional dipusatkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan rangkaian operasi katarak dan layanan kesehatan gratis.
Peringatan hari Usia Lanjut Nasional Kumunitas Lansia sedekenat Bekasi ( sebelas Paroki ) diperingati di Gereja Santo Leo Agung – Bekasi dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo Harjoatmojo SJ pada hari Jumat, 29 Mei 2026.
HLUN 2026: Momentum Mewujudkan Indonesia Ramah Lansia (https://www.geriatri.co.id )
Melalui semangat Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh, kita diajak melihat bahwa pengalaman, keteguhan, dan kasih para lansia terus memberi makna bagi keluarga, masyarakat, dan negeri.
Indonesia Semakin “Menua”, Keuangan Belum “Siap”.Apa makna Ungkapan tersebut ?.

Foto bersama komunitas lansia bersama romo Clay Parera SJ romo moderator Dekenat Bekasi

 

Usai Acara hiburan foto Bersama dengan Uskup Agung Jakarta Mgr, Ignatius Suharyo Harjoatmojo, SJ. Dan romo paroki Leo Agung,panitia & para lansia

Makna “Indonesia semakin menua, keuangan belum siap” adalah fenomena demografi di mana populasi penduduk lanjut usia (lansia) meningkat secara drastis, tetapi sebagian besar belum memiliki dana pensiun dan jaminan kesehatan yang memadai untuk bertahan hidup.Berikut adalah realitas di balik kondisi tersebut:Lonjakan Jumlah Lansia: Menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya angka harapan hidup membuat proporsi penduduk lanjut usia (berusia di atas 60 tahun) melonjak.dilansir dari Lansia (https://www.geriatri.co.id )
Rendahnya Jaminan Pensiun: Lebih dari (80%) lansia tidak memiliki jaminan pensiun dan sebagian besar bekerja di sektor informal.Beban Generasi Produktif: Ketiadaan dana cadangan ini memicu siklus sandwich generation, di mana kelompok usia produktif harus menanggung biaya hidup orang tua (lansia) sekaligus anak mereka sendiri dalam waktu bersamaan.Potensi Beban Negara: Tanpa persiapan matang, ini akan menjadi beban fiskal yang berat bagi negara terkait biaya perlindungan sosial dan layanan kesehatan.Untuk mengetahui lebih lanjut langkah mitigasi apa yang bisa diambil agar tidak terjebak dalam masalah ini, apakah Anda ingin:Membahas cara memulai dana pensiun sedini mungkin?Mengetahui tips mengatur keuangan untuk memutus rantai sandwich

Uskup Agung Jakarta,Bersama beberapa pengurus Lansia Servatius.

Pengurus Lansia Servatius bersiap mau berangkat ke Paroki Leo Agung menghaiiri HUT lansia Nasional


Dalamkotbahnya ,Uskup Ignatius Suharyo Harjoatmoj SJ.mengambil dari Injil Markus 11: 11-26 secara singkat, Ia mengatakan : Sesampainya di Yeusalem Ia(Yesus ) masuk ke Bait Allah Disana Ia meninjau semuanya Tetapi sebab hari sudah mulai malam Ia keluar Betania bersama keduabelas murid-murid. Disana Ia meninjau semuanya,tetapi hari sudah mulai malam, Ia keluar ke Betania Bersama keduabelas murid-murid-NYA meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar, dan dari jauh Ia melihat pohon Ara yang sudah berdaun, Ia mendekatinya untuk melihat kalua-kalau Ia mendapat apa-apa dari pohon itu,tetapi waktu Ia tiba disitu,Ia tidak mendapat apa-apa,selain daun-daun saja,sebab memang bukan musim buah Ara,Maka katanya kepada pohon Ara itu,jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya .Dan murid-muri-NYA pun mendengarnya. Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-NYA di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Alah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual-beli dihalaman Bait Allah/ Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang Merpati dibalikkan-NYA, dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.Lalu Ia mengajar mereka,kata-NYA , “ Bukankah ada tertulis rumah-KU rumah doa bagi segala Bangsa “?,Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun ? . Imam-imam Kepala dan ahli-ahli Taurat, Mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membina hidup kristiani harus menghasilkan buah iman yang nyata dan memberi kehidupan bagi sesama. Dia, sebab mereka takut kepada -NYA, melihat seluruh orang banyak ,la takjub akan pengajaran-NYA. Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-NYA lewat,mereka melihat pohon Ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya .

Manusia menempuh berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ,melalui jabatan tertentu dan dalam keterlibatan dalam masyarakat. Namun tujuan awal, misalnya untuk membangun persatuan dan menumbuhkan rasa sosial ,sering memudar,kesatuan malah menjadi rusak. Ada anggota yang diabaikan ,tidak dihargai dan kehilangan kenyamanan dalam komunitas. Lambat laun komunitas inipun kehilangan arah.
Injil hari ini menyampaikan empat ajaran penting .pertama Yesus mengutuk pohon Ara yang tidak berbuah: simbol yang menunjukkan bahwa hidup kristiani harus menghasilkan buah iman yang nyata dan memberi kehidupan bagi sesama. Kedua ,Yesus mengusir para pedagang dari Bait Allah menegaskann rumah Allah sebagai tempat doa, bukan tempat mencari keuntungan . Tubuh kitapun seperti kata St.Paulus Adalah Bait Allah sebagai tempt doa yang harus dijaga dari kejahatan . Ketiga, Yesus menekankan kekuaan Iman yang sanggup melakukan hal-hal besar, bahkan yang mustahil.Keempat ,Yesus mengajarkan tentang pengampunan. Doa yang tulus akan melahirkan hati yang mampu mengampuni dan membangun kasih terhadap sesama. Sebagai orang Kristiani , seturut warta injil hari ini. Kita mesti menghasilkan buah iman yang kokoh menjadi benteng pertahanan dalam hidup dan memumngkinkan kita melakukann hal-hal yang Ilahi. Prioritas hidup beiman Adalah kesatuan dengan Allah melalui Doa. Doa menghasilkan iman yang benar,termasuk hidup dalam pengampunan. Bagaimana dengan kehidupan kita ? Aapakah mencari kesatuan?dengan Allah menjadi prioritas kita dalam hidup menggereja ? ( dikutip dari Cahaya Sabda tahun A / II hal :173 ).

Usai perayaan Ekaristi dalam rangka memperingati Hari Ultah Lansia Nasional ke 30 Dekenat Bekasi dengan kata sambutan /laporan panitia, sayang nya hingga berita ini di kirim ke redaksi belum mengirimkan sambutannya.dilanjutkan dengan Ramah tamah dan hiburan, tarian di aula Paroki Leo Agung sekaligus santap siang yang telah disiapkan oleh panitia (Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baznas Tangsel Sembelih 5 Ekor Sapi dan 54 Kambing di Momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

30 Mei 2026 - 13:45 WIB

Disporabudpar  Mengucapkan Selamat Hari Raya

27 Mei 2026 - 13:19 WIB

Dinas Bappeda Mengucapkan Selamat Hari Raya

27 Mei 2026 - 02:35 WIB

Selamat Haria Raya Idul Adha 1447 H/ 2026 M

27 Mei 2026 - 01:07 WIB

 GMIT Jadi tuan Rumah HUT PGI yang ke 76

26 Mei 2026 - 06:38 WIB

Trending di Jakarta