Menu

Mode Gelap
Pertegas Komitmen, Lapas Jombang Gelar Ikrar Bersama Bebas dari Peredaran Handphone dan Narkoba Implementasi Prinsip Good Governance dalam Penyelenggaraan Hukum Administrasi Negara di Indonesia Wujudkan Pelayanan Prima, Kalapas Jember Kukuhkan Personel Naik Pangkat “Munaslub IKAL Lemhannas RI Tetapkan Kepemimpinan Baru, Perkuat Konsolidasi Nasional Sabtu 11 April 2026, di Kantor Lemhannas ,Jakarta, Pusat” Undangan Peluncuran Buku Prabowonomic dan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-67 kepada Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) oleh Yonge Sihombing Menjatuhkan Marwah Fakultas Hukum, Roni Harahap PJS BEM FH UMT Desak APH Berikan Sanksi Tegas Terhadap 16 Oknum Pelecehan Seksual di UI

Jakarta

“Jangan Panik Prediksi Indonesia Caos dan Skenario Kepanikan Jusuf Kalla” Rilis Berita THE PRINT Prabowonomics Institute Kamis, 2 Maret 2026 | 08.00 WIB

badge-check


					“Jangan Panik Prediksi Indonesia Caos dan Skenario Kepanikan Jusuf Kalla” Rilis Berita THE PRINT Prabowonomics Institute Kamis, 2 Maret 2026 | 08.00 WIB Perbesar

Profil Jusuf Kalla, Kiprah Sang Pengusaha-Politikus 2 Kali Wapres

Jakarra, April , Liputan Nusantara (LN), Jusuf Kalla (JK), mantan Wakil Presiden RI, menyampaikan prediksi ini dalam sebuah acara diskusi ekonomi beberapa hari lalu. Ia menekankan pentingnya pemerintah mengambil kebijakan yang tepat untuk mengatasi tantangan ekonomi dan fiskal.
Prabowonomics Institute(The Print ) pimpinan Yonge Sihombing, SE, M.B.A, merilis tanggapannya terhadap prediksi Jusuf Kalla bahwa Indonesia bisa mengalami kekacauan (chaos) pada Juli-Agustus 2026. Ia (Jusup Kala) menekankan pentingnya pemerintah mengambil kebijakan yang tepat untuk mengatasi tantangan ekonomi dan fiskal.
Menurut Muhammad Said Didu, pengamat ekonomi dan politik, Jusuf Kalla memperingatkan bahwa defisit anggaran bisa mencapai 1.000 triliun rupiah jika tren defisit berlanjut.
Jusuf Kalla menyebutkan dua ancaman besar yang melatarbelakangi kekhawatirannya, yaitu eskalasi ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, serta warisan utang besar peninggalan pemerintahan Joko Widodo.
Jika ini terjadi ujar JK, dampaknya akan sangat terasa di lapisan bawah, seperti jalan-jalan di daerah rusak tidak diperbaiki, daerah kehabisan uang, dan Puskesmas tidak mampu lagi melayani masyarakat
Ketua The Print (Prabowonomics Institute),sekaligus menjadi ketum PPPT Yonge Sihombing, S.E.,M.B.A., menanggapi prediksi Jusuf Kalla bukanlah sesuatu yang mengejutkan, mengingat kondisi ekonomi saat ini yang memang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

 

Hari Pertama Jusuf Kalla Usai Tak Jabat Jadi Wapres lagi
Yonge justru mempertanyakan mengapa Jusuf Kalla menyampaikan prediksinya dalam situasi politik global sedang mengalami goncangan, apakah ini bagian dari skenario kepanikan Jusuf Kalla ?Tanya Yonge.

Yonge Sihombing, S.E., M.B.A Penulis buku Prabowonomic sekaligus ketum PPPT & ketua The Print

 

DPR & Pemerintah Sepakat Asumsi Makro RAPBN 2026, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,4%

 

Karena Jusuf Kalla hanya menyoroti fiskal, hutang luar negeri, dan politik global tanpa menjelaskan langkah dan upaya yang telah dilakukan pemerintah, dan capaian ekonomi pemerintah.
Jusuf Kalla juga tidak memberikan solusi konkret untuk mengatasinya. Mestinya ada solusinya, apalagi beliau mantan wakil presiden.
Karena itu Yonge menyampaikan agar pemerintah dan masyarakat jangan panik dengan prediksi dan skenario kepanikan Jusuf Kalla, karena kepanikan hanya akan memperburuk situasi.(Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Munaslub IKAL Lemhannas RI Tetapkan Kepemimpinan Baru, Perkuat Konsolidasi Nasional Sabtu 11 April 2026, di Kantor Lemhannas ,Jakarta, Pusat”

16 April 2026 - 10:54 WIB

 ” Pelayan Pastoral Perlu Kuasai Public Speaking untuk Tingkatkan Pelayanan”

15 April 2026 - 12:47 WIB

Maraknya Kegiatan Ilegal Drilling di Musi Banyuasin

14 April 2026 - 11:33 WIB

Dugaan Pembuangan Limbah B3 Pasar Kemis Terungkap, Siapa Dalang Beking?

13 April 2026 - 09:46 WIB

“Jawaban yang Tidak Aku Punya”

8 April 2026 - 11:31 WIB

Trending di Jakarta