JEMBER,Liputannusantara.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman melalui sinergi bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Jember. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah yang digelar di Aula Lapas Jember, pada Rabu (25/02/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Tim Pengelola Sampah Lapas Jember serta 21 perwakilan warga binaan. Turut hadir dua pemateri dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Jember yang memberikan penguatan materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai jenis sampah serta tata cara pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Peserta diberikan pemahaman bahwa pemilahan sampah harus dimulai dari sumbernya sebagai langkah awal menciptakan lingkungan yang tertata dan higienis. Selain itu, disampaikan pula penerapan prinsip Reduce, Reuse, and Recycle (3R) sebagai strategi efektif dalam mengurangi volume sampah. Konsep ini dinilai relevan untuk diterapkan di lingkungan Lapas guna mendukung terciptanya hunian dan area kerja yang lebih nyaman dan produktif.
Kalapas Jember, RM Kristyo Nugroho, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga pada peningkatan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan juga bagian dari pembentukan karakter dan kemandirian warga binaan. Melalui sosialisasi ini, warga binaan diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Kalapas.
Sementara itu, perwakilan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Jember, Ahmad Sugiarto, mengapresiasi sinergi yang telah terjalin. Beliau menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran individu untuk memilah dan mengurangi sampah serta membiasakan penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu perwakilan warga binaan, SA, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan menambah wawasan terkait pemilahan sampah serta penataan lingkungan blok hunian. Kegiatan berlangsung dengan antusias, terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Sebagai penutup, kegiatan sosialisasi ini menegaskan komitmen Lapas Jember dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya dalam mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dan sehat, tetapi juga dalam membentuk karakter warga binaan yang bertanggung jawab, mandiri, dan berwawasan lingkungan.
.-🇮🇩❤️🇮🇩-.














