Menu

Mode Gelap
Anggota DPRD Kota Tangerang Komisi II, Natalie Marbun mendorong agar Kecamatan Larangan menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan dalam rencana pembangunan SMP Negeri baru. Koramil 02/Batuceper Gelar Bakti Sosial, Khitan Gratis hingga Makan Siang Bersama Warga 250 Paket Sembako Disalurkan, Lapas Kelas I Tangerang Perkuat Kedekatan dengan Warga “”SEJARAH PERJUANGAN DOB PROVINSI TAPANULI: Mewarisi Sejarah, Membangun Harapan “September 2026” Bagaimana Saya Pulang Nanti?” Pesan Menyentuh dari Maulid Nabi di Lapas Tangerang Program Sekolah BSAN Akan Terus Digencarkan di SMPN 1 Kota Tangerang Selatan

Jakarta

Sekolah Lansia pertemuan ketiga 27 Maret 2026 di ruang Bernadus Gereja Kampung sawah Paroki Servatius-Bekasi”

badge-check


					Sekolah Lansia pertemuan ketiga 27 Maret 2026 di ruang Bernadus Gereja Kampung sawah Paroki Servatius-Bekasi” Perbesar

dr.Rimna Melinda Kaban sebagai Instruktur di sekolah Lansia,sekaligus menjadi dokter umum di RS, Helsa,Jati Rahayu-Bekasi sedang menyampaikan paparannya.

 

Jakarta, Maret, Liputan Nusantara (LN), Sekolah Lansia adalah sebuah wadah atau kegiatan yang berfungsi sebagai tempat pemberian informasi, pelatihan, permainan edukatif kesehatan, serta kegiatan sosial-budaya dan spiritual bagi kelompok usia lanjut. Sebagaimana saya beritakan di media ini edisi 26 Februari 2026 dibawah judul “Mengenal Sekolah Lansia”
Disitu penulis menjelaskan bahwa Launching Sekolah Lansia Kasih Untuk Negeri (KUN),Minggu,24 Januari 2026 Stadion Patriot Bekasi, sebagaimana penulis (Ringo) publikasi di Liputan Nusantara edisi 26 Januari 2026, dibawah judul “Launching Sekolah Lansia Kasih Untuk Negeri (KUN).

Sebelum mulai pelajaran peserta menyanykan lagu Indonesia raya dan mars Lansia.diimpin oleh bpk Pariyono


Penulis menjelaskan bahwa, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, membuka acara Launching Sekolah Lansia Kasih Untuk Negeri (KUN).Sekolah Lansia ini bertema “Mewujudkan Lansia SMART: (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat)”
Sementara pertemuan kedua sekolah Lansia 20 Februari 2026, dr,Jhoni Timbul PH, MM mengatakan dalam paparannya, tujuan sekolah Lansia ini ujar dia , adalah Edukasi, kemandirian, kualitas hidup dan kesehatan kognirif.

Salah seorang penanya ( Ringo), terkait makan obat tiap hari setiap kontrol tiap bulan minimal 7 macam obat. Apa efek sampingnya terhadap ginjal?

 


Sedangkan Sekolah Lansia pada pertemuan ketiga Jumat, 27 Maret kemarin, dr.Rimna Melinda Kaban, sebagai Instruktur,sekaligus menjadi dokter umum di RS, Helsa,Jati Rahayu-Bekasi,dalam paparannya, bertema “Kenali Penyakit Metabolik agar Tetap sehat diusia lanjut.
Dia juga menyinggung bahwa pendidikan kesehatan bagi lansia merupakan upaya penting meningkatkan kualitas hidup dan kesejateraan mereka diusia lanjut, ujarnya.melalui edukasi yang tepat lanjut dia lagi,lansia dapat mengelola kondisi kesehatan mereka dengan lebih baik.
Lebih lanjut dr.Rimna Melinda Kaban mengatakan metode penyampaian pendidikankesehatan lansia berupa presentasi, diskusi kelompok, metode demonstrasi dan media audio visual.
Sementara materi pendidikan kesehatan lansia sambung nya lagi, adalah : pertama : Gaya hidup sehat, kedua : pencegahan penyakit.
Disisi lain dr.Rimna menjelaslkan bahwa,Gaya hidup tidak sehat : 1) Imsomnia,2)Depresi, 3) Kecemasan, 4)Hipertensi, 5) Merokok,6) Alkohol, 7) Serangan asama, 8)Angin Vectoris.
Lebih lanjut, dr Rimna Melinda Kaban menjelaskan bahwa Partisipasi Lansia dalam pendidikan kesehatan antara lain
1. Antusia :Lansia yang termotivasi akan lebih aktif dan terlibatdalam krgiatan pendidikan kesehatan.
2. Berbagi pengalaman : dapat beerbagi pengalaman dari pengrtahuan untuk memperluas wawasan.
3. Praktek mandiri : terlibat aktif, cenderung lebih mampu menerapkan eukasi dalam kehidupan sehari-hari

Sedangkan tantangan dan hambatannya kata dr.Rimna dalam paparannya, ialah :
• Keterbatasan fisik: kemampuan penurunan fisik badan sensorik dapat menghambat pemahaman dan partisipasi
• Stigma sosial : persepsi negative masyarakar tentang Lansia dapat mempengaruhi mereka untuk terlibat
• Akses yang trbatas : keterbatasan akses ke fasilitas dan program pendidikan kesehatan menjadi tantangan bagi lansia.
TIPS BAHAGIA
B = Berat badan berlebih dihindari.
A = Atur makanan giji berimbang
H = Hindari gaya hidup tidak sehat.
A = Agar terus berguna dengan mempunyai kegiatan, hobi yang bermanfat.
G = Gerak badan teratur wajib dilakukan
I = Iman dan takwa ditingkatkan ,hindarin & tangkal situasi yang menegangkan
A = Awasi keshatan dengan skrining kesehatan k K kesehatan dengan skrining kese

Kesimpuan dan Rekomendasi

1.Kesimpulan : Pendidikan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan lansia
2.Rekomendasi :Perlu adanya kolaborasi antara Pemerintah profesional kesehatan, keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan pendidikan kesehatan lansia yang efektif.(Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“”SEJARAH PERJUANGAN DOB PROVINSI TAPANULI: Mewarisi Sejarah, Membangun Harapan “September 2026”

4 September 2026 - 13:34 WIB

 Kontras Pengungkapan Oli Palsu: Cengkareng Digerebek, Gudang Nerogtog Tangerang Masih Bebas Beroperasi?

3 September 2026 - 10:37 WIB

“”Air Mata untuk Tanah Tumpah Darah”

27 Agustus 2026 - 11:04 WIB

 Mata Sehat,Lansia Hebat,Tetap Mandiri dan Aktif.

26 Agustus 2026 - 01:06 WIB

Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju dalam AcaraHUT RI ke 81 di Istana Negara 17 Agustus 2026″

20 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Trending di Jakarta