Siswo Wiratno (baju merah)ketua panitia, sekaligus ketua Komunitas lansia,dan yuyun, sekretaris panitia (pegang mig )
Jakarta, April , Liputan Nusantara (LN), Paskah bagi umat Katolik adalah perayaan kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga setelah wafat di salib, yang menjadi inti iman Kristen sebagai tanda kemenangan atas dosa dan maut. Makna utamanya adalah harapan baru, pembebasan manusia dari perbudakan dosa, serta panggilan untuk hidup dalam kasih, solidaritas, dan pertobatan sejati.
Hari raya Paskah puncak dari rangkaian Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci) umat Katolik. Umumnya orang mengenal paskah sebagai hari kebangkitan Isa Almasih. Dahulu kala, orang Ibrani merayakan paskah sebagai bentuk peringatan akan peristiwa pembebasan bangsa Israel dari tanah Mesir. Kini paskah bagi orang Katolik dimaknai sebagai pembebasan manusia dari perbudakan dosa.

Lomba menghias telor

Usai rangkaian acara , panitia dan semua peserta komunitas lansias berfoto bersama.
Salah satu peristiwa penting dalam perayaan Paskah adalah Tuhan bangkit dari kematian. Bagi umat Katolik, lewat peristiwa ini kemuliaan dan keagungan Tuhan dibuktikan, Kuasa dan kerja tangan Tuhan dipercayai lebih berkuasa dari kematian dan dosa yang selama ini telah membawa keterpurukan dan penderitaan bagi manusia. Kebangkitan Tuhan membuktikan keberadaanya ditengah-tengah manusia. Momentum kebangkitan Tuhan itu benar-benar di luar akal sehat manusia. Sampai sekarang orang-orang Yahudi belum mempercayainya.

Panitia sedang berfose sejenak dilatar belakang Tema (spanduk) yang pake topi london panitia,sekaligus penulis artikel ini (berdiri paling kanan )
Setidaknya ada beberapa bukti empiris yang menunjukkan bahwa Tuhan sudah bangkit dari alam maut. Pertama, makam kosong. Pada hari ketiga setelah kematian, jenasah Tuhan Yesus tidak ditemukan lagi di kuburNya. Batu sudah terguling dan ketika murid-murid Yesus mengecek isi makam, jenasah Tuhan tidak ditemukan di sana. Ketika dua orang wanita pergi pertama kali ke makam Yesus, seorang malaikat Tuhan menampakan diri kepada mereka katanya “janganlah kamu takut, sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti telah dikatakanNya” (Mat 28:5-6). Kedua, setelah Yesus bangkit, Ia menampakkan DiriNya kepada murid-muridNya selama tiga kali (Yoh 20:11-28). Ketiga, Setelah Yesus bangkit, Ia makan bersama dengan murid-muridNya (Yoh 21:15-19).

Usai panitia mendekor ruang Brnadus yang akan di pakai utk perayaan Paskab Lansia, befose sejenak

Romo Clay Parera SJ, sap-siap mau menyerahkan hadiah –bagi pemenang lomba.
Bagi orang Katolik, peristiwa Paskah merupakan langkah pertama untuk memulai kehidupan yang baru, kehidupan yang lebih bermakna dan lebih bermanfaat bagi Tuhan dan sesama. Menjadi pribadi yang baru yang lebih beriman dan percaya. Iman Katolik adalah Iman yang hidup, iman yang disertai harapan.
Demikianlah Komunitas Lansia gereja Kampung Sawah Paroki Servatius merayakan Paskah , Jumat, 24 April ’26, sebagai pertanda ucapan syukur atas kebangkitan Tuhan Yesus, sekaligus bangkitnya semangat dan iman para peserta yang merayakan Paskah trsebut.
Dalam sambutannya Siswo Wiratno, Ketua Adiyuswa(sebutan lansia ) St.Servatius,Paroki Kampung Sawah , dalam Acara Perayaan Paskah ini dia mengawali dengan dua pantun : “Jalan jalan ke Kampung Sawah, jangan lupa naik pedati… Selamat Paskah…Tuhan memberkati” “Berlayar mengarungi samudra, menyusuri pantai seluruh dunia…Mari belajar kepada Sang Putra, Yesus Kristus Andalan kita”
Selanjutnya Wiratno mengatakan Puji Tuhan..kita bisa berkumpul kembali…khususnya dalam Perayaan Paskah Komunitas Lansia Servatius ini,dengan semangat dan sukacita yang tinggi,meskipun pelaksanaannya sangat sederhana tetapi begitu hikmahnya ujar Wiratno. Itu semua karena kerja keras panitia dan bantua komunitas lansia baik bantuan moriel maupun bantuan materiel. Peryaan Paskah kali ini, mengabil tema “ Kepedulian pada Keutuhan Alam Ciptaan “
Perayaan Paskah ini sekaligus dengan perayaang Ulangtahun peserta yang lahir di Bulan Januari, Februari, Maret dan April, Sungguh sangat Sukacita dan gembira peraaan ini ‘
Disisi lain perayaan ini juga diadakan lomba : menghias telur, lomba mewarnai gambar dan lomba menyanyi dengan gerakan tubuh. Yang menimbulkan semakin semaraknya perayaan ini.
Adapun pemenangcsetiap lomba diambil juara satu,dua dan tiga, yang hadiahnya diberikan langsung oleh romo Clay Parera,SJ , sebagai romo paroki Servatius, sekaligus romo moderator dekenat Bekasi, Yang meliputi sepuluh Paroki.
Usai perayaan dilanjutkan ramah tamah secara sederhana dan ditutup dengan doa penutup oleh ibu Sutami. ( Ring-o )















