Menu

Mode Gelap
“Misa kunjungan romo Clay Parera SJ, Bersama Dewan Paroki Harian, Senin 1 Juni 26 di Linkungan Theresia De Porugal” Purnawiyata Siswa-Siswi UPTD SDN Pondok Jagung 02 ; Momen Penuh Syukur dan Kebersamaan Nonce Thendean Bantah Tudingan, Mobil Hibah KPM Masih di Pengurus dan BPKB Aman* Perkuat Keterbukaan Informasi, Bapas Jakbar Tegaskan Komitmen Program One Day One News Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Jusman Said ! Peringatan Hari Lahir Pancasila sejatinya merupakan momentum restorasi nilai, yakni upaya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila Persaudaraan ELJUBA Tangerang Raya Resmi mendeklarasikan Diri di Kota Tangerang

Jakarta

“Misa kunjungan romo Clay Parera SJ, Bersama Dewan Paroki Harian, Senin 1 Juni 26 di Linkungan Theresia De Porugal”

badge-check


					“Misa kunjungan romo Clay Parera SJ, Bersama Dewan Paroki Harian, Senin 1 Juni 26 di Linkungan Theresia De Porugal” Perbesar

 

Romo Clay Parera SJ, didampingi oleh Dewan Paroki Harian (DPH).

Jakarta, Juni , Liputan Nusantara (LN), Kunjungan pastoral ke Lingkungan Theresia De Portugal (TDP), Paroki Santo Servatius Kampung Sawah, merupakan momen penting untuk mempererat persekutuan umat. Biasanya, kegiatan ini mencakup ibadah sabda atau misa lingkungan, ramah tamah, serta dialog antara Pastor dan umat setempat untuk mendengar perkembangan dan kebutuhan rohani lingkungan.
Kunjungan pastoral ini diawali dengan misa yang dipimpin oleh romo Clay Parera, SJ, dengan mengambil bacaan dari Injil Markus 12 : 1-12, secara singkat petikannya : ´Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereks dalam perumpamaan “ Adalah seorang membuka kebun Anggur dan menanam sekeliloingnya. Ia memnggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga.Kemudia Ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap, lalu Ia berangkat ke negeri lain, dan Ketika sudah tiba musimnyaenyuruh seorang hamba untuk menerima Sebagian dari hasil kebun itu dari mereka,tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya lalu, menyuruhnya dengn tangan hampa. Kemudian ia menuruh seorang hamba lain untuk mereka orang ini memukul mereka sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan .Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi dan orang ini mereka bunuh.Sekarang hanya tinggal seorang anaknya yang kekaih akhirnya ia menyuruh di kepada mereka karena anakku akan mereka segani….

Usai acara kunjungan romo berfoto bersama dengan romo Clay Parera SJ, & DPH serta pengurus baru periode 2026-2029. dan umat lingkungan Theresia De Portugal.

Sambutan singkat dari ketua lingkungan lama Joan Theona (pegang mig) dan ketua lingkungan baru ibu TINI )pakai baju batik )

seorang umat (Ringo) sebagai sesepuh bertanya ,terkait, Sie Lingkungan Hidup dan Komunitas lansia Paroki dijawab tuntas oleh romo Clay Parera SJ

IMAN dan PERBUATAN harus satu paket!
Itulah kondisi yang ideal bahwa iman dan perbuatan seharusnya merupakan satu paket yang utuh, tak bercacat! Jika kita mengaku orang yang beriman seharusnya kata-kata, tindakan dan perilaku kita itu adil, benar, jujur, mendatangkan suasana damai dan bersikap konsekuen dalam kehidupan sehari-hari.
Namun sayang sekali, kenyataannya sering tidak demikian.

Perikop Injil Markus hari ini berkisah tentang perumpamaan para penggarap kebun anggur yang dipercaya oleh Pemiliknya untuk menanam dan memelihara kebun itu sampai saatnya panen tiba. Semua persiapan tehnis di kebun itu telah rapi. Para penggarap itu sampai saatnya panen tiba. Semua persiapan tehnis di kebun itu telah rapi. Para penggarap itu tinggal meneruskan apa yang telah dirintis oleh Pemilik kebun. Mereka itu sebenarnya para petani anggur yang profesional, maka dipercaya untuk menjaga dan memelihara kebun itu. Tapi, karakter mereka itu yang sangat tercela dan tak terpuji malahan hina sekali!
Ketika masa panen tiba dan Pemilik mengutus hambanya untuk mengambil uang bagi hasil yang telah disepakati, hamba itu malah dipukuli dan dimaki-maki. Begitu juga perlakuan mereka yang kejam dan jahat kepada hamba-hamba suruhan berikutnya.
Bahkan ketika anak kandung Pemiliknya sendiri yang turun tangan malah mengalami nasib yang lebih tragis. Dengan tega hati mereka menghabisi hidup anak kandung Pemilik kebun itu sampai mati.
Terhadap para penggarap yang tidak tahu bersyukur dan jahat itu, tentu akan menerima hukumannya yang setimpal. Pemilik kebun itu sangat marah dan membinasakan para penggarap yang jahat itu, dan ia memberikan kepercayaan kepada orang lain.

Tentu para imam, ahli Taurat dan para tua-tua Yahudi yang mendengar kisah perumpamaan itu sangat tersinggung. Apalagi setelah Tuhan Yesus menyetir satu ayat Kitab Suci: “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi Batu Penjuru” (Mrk.12: 10, lih. Mzm.118: 22).
Jelas sekali bahwa perumpamaan itu ditujukan kepada para tokoh dan pemimpin agama Yahudi yang selalu mencari-cari kesalahan Yesus terutama dalam pelaksanaan hukum Musa. Mereka ingin sekali segera menangkap Yesus dan menyeret-Nya ke pengadilan. Tetapi dasar hati pengecut. Mereka takut pada orang banyak yang sudah simpati dan jatuh hati pada ajaran Kasih-Nya. Maka akhirnya mereka membiarkan-Nya terus mengajar.

Bangsa Israel sebenarnya telah menentukan sendiri hukumannya. Sebagai bangsa terpilih dan nenek moyang mereka sampai ke keturunannya berjanji di hadapan Allah, akan mematuhi Perintah-Nya dan menaati semua Firman-Nya. Tapi dalam perjalanan sejarah berikutnya sampai Yesus hadir ke dunia bangsa ini tetap menolak Kehendak dan Rencana Allah. Itu berarti mereka telah menolak keselamatan yang ditawarkan kepada mereka. Karena itu Allah melalui Putera-Nya telah memanggil dan memilih para “penggarap baru” yaitu para pengikut-Nya yang percaya kepada ajaran Putera-Nya. Kita sebagai pengikut-Nya yang ditandai dengan pembaptisan adalah “penggarap baru” yang diserahi untuk mengelola dan memelihara “kebun anggur Tuhan”. Apakah kita sungguh mau bertanggung jawab untuk memelihara dan mengelola “kebun anggur Tuhan” itu? Jangan mengulang lagi kesalahan sama yang dilakukan oleh “para penggarap lama”, yaitu tidak setia dan dikuasai oleh keserakahan serta nafsu jahat lainnya.

Dalam Bacaan Pertama dalam Suratnya yang kedua Rasul Petrus mengingatkan bahwa agar iman kita harus menghasilkan buah. Iman memang merupakan anugerah Tuhan. Namun iman saja tidaklah cukup; iman itu harus membuahkan hasil yang baik. Berbagai keutamaan harus ditambahkan kepada iman, seperti kebajikan, pengetahuan dan penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih. (lih.2Ptr.1: 5-7). Atau menurut Rasul Yakobus: “Jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” (Yak.2: 17)
Maka menurut Petrus, bila iman itu dilengkapi dengan berbagai kebajikan itu akan menghasilkan buah yang berlimpah dalam hidup ini.

Hari ini bangsa kita memperingati Hari Lahirnya Pancasila yang menjadi dasar filosofi pandangan hidup Bangsa dan juga dasar Negara kita. Apa sumbangan nyata kita sebagai warga negara dalam membuktikan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, Bhinneka Tunggal Ika, HAM, demokrasi dan keadilan sosial?

Gereja hari ini memperingati seorang kudus yang luar biasa besar imannya kepada Kristus: Santo Yustinus (+165), seorang awam dari Nablus, Samaria, yang sangat gemar mempelajari filsafat. Atas nasihat seorang rahib, kecuali filsafat agar ia mempelajari Kitab Suci dengan mohon terang dari Roh Kudus. Dengan membaca Kitab para Nabi dan mendapat ajaran tentang Yesus Kristus, maka kebimbangan dalam hidupnya lenyap dan dalam usia 33 tahun ia dibaptis. Ia lalu menyebarkan Kabar Gembira ke Yunani, Mesir dan Italia. Dengan cemerlang ia berani membela ajaran Kristus yang diserang oleh para filsuf kafir. Ketika di Roma, ia ditangkap dan diadili. Tetapi dengan lantang ia berkata: “Meski kami orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkan, atau dibuang ke moncong binatang buas, ataupun disiksa dengan belenggu dan api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya, semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang demi Nama Yesus bertobat dan menjadi saleh”. Setelah disiksa, disesah lalu kepala Yustinus dipenggal pada tahun 165.
Beranikah kita menjadi “pembela Kebenaran dan keadilan” dengan semangat Santo Yustinus?
Ya Tuhan, aku bersyukur atas anugerah iman yang Kau- anugerahkan kepadaku. Kami juga bersyukur atas Pancasila yang Kau-inspirasikan kepada para Bapak bangsa kami. Kuatkanlah aku dengan Roh Keperkasaan-Mu sehingga mampu menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan dan kesulitan baik sebagai pengikut Kristus maupun sebagai warga negara Indonesia. Jauhkanlah aku dari segala nafsu serakah dan hawa nafsu jahat lainnya. St Yustinus, doakanlah aku. Amin.

Selamat memperingati Hari Lahirnya Pancasila. Selamat beraktivitas pada awal bulan. AMDG. Tuhan memberkati. (Paulus Krissantono/Ign Harry Respatyo)
Usai misa , dilanjutkan dengan ramah tamah/santap siang yang telah disediakan oleh ibu-ibu,dan dilanjutkan dengan perkenalan dari Dewan Paroki Harian ( DPH) antara lain,bp. Felix, bp. Arnold, bp. Anggar dan bp. Frederik.sekaligus menjelaskan fungsi mereka masing-masing di paroki Sevatius.
Sesudah itu Pengurus mempekenalkan diri sebagai penguerus baru periode 2026-2029 sebagaiberikut : KetuaBu Tini, wakilnya, ibu Suprihatin ; Sekertaris bpk Eko; bendahara Bu Vero dan pak Victor;sie Liturgi : Bu Dwi dan Nella; sie Marius :Bu Wayan dan Bu Yatmi ;sie Humas :BP Wilem dan Bu Parti;sie peralatan /inventaris: BP Kris dan BP Simon;OMK/BIA Bu Ocha dan Sekar ,Laura; sie koor :Okto. Setelah perkenalan pengurus abaru, lanjut sesi tnya jawab :
Seorang diantara umat, bertanya, terkait, seksi kategorial, Lingkungan hidup, dan komunitas Lansia di Paroki. Romo Clay Parera, sebagai romo paroki sekaligus romo moderator sedekenat Bekasi ( sebelas Paroki) , menjawab, bahwa sie Lingkungan hidup, masih tetap jalan, hanya perlu pembenahan akibat puting beliung yang terjadi baru-baru ini ujar romo.dan terkait, komunitas lansia ,mohon agar setiap lingkungan menghimbau agar setiap misa Jumat Pertama(Jumper) agar ketua lingkugan mengajak para lansia untuk bergabung dalam komunitas Lansia tersebut.usai tanya jawab, dilanjutkan dengan foto bersma dengan romo Clay Parera SJ, dan Dewan paroki harian beserta umat lingkungan Theresia De Portugal yang hadir. ( Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Purnawiyata Siswa-Siswi UPTD SDN Pondok Jagung 02 ; Momen Penuh Syukur dan Kebersamaan

2 Juni 2026 - 23:57 WIB

“Surya ingin menjadi penulis. Namun kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan”Cerpen No. 0080” oleh : Adharta ketum KRIS

1 Juni 2026 - 15:05 WIB

“Struktur The Print) / Prabowonomics Foundation”

1 Juni 2026 - 13:28 WIB

l “Hari Lanjut Usia Nasional di Peringati di Gereja Santo Leo Agung- Bekasi ,Jumat, 29 Mei 2026, Dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Harjoatmojo, SJ”.

30 Mei 2026 - 14:05 WIB

Baznas Tangsel Sembelih 5 Ekor Sapi dan 54 Kambing di Momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

30 Mei 2026 - 13:45 WIB

Trending di News