Menu ✖

Mode Gelap
Apresiasi untuk Kapolri Baru, Hendardi Setara: Langkah Berani Kembalikan Marwah Polri* JPB Law Firm Apresiasi Polres Jakpus, Desak Penyidik Telusuri Aliran Dana Faridha Wagea Muscab I DPC PBNI Kabupaten Tangerang Sukses, H. Soleh Terpilih Aklamasi Pimpin Periode 2026-2030 Dukung Proyek Strategis Nasional, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Serahkan 18 Sertipikat BMN Jalan Tol Senilai Rp729 Miliar* “HUT ke 130 gereja Kampung Sawah St.Servatius “Hari Pangan sedunia 16 Oktober 2026”

Jakarta

“Hari Pangan sedunia 16 Oktober 2026”

badge-check


					“Hari Pangan sedunia 16 Oktober 2026” Perbesar

Jakarta,Oktober, Liputan Nusantara (LN), Hari Pangan Sedunia diperingati pada tanggal 16 Oktober 2026 untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya ketahanan pangan, gizi, dan pengentasan kelaparan.Tanggal ketika Organisasi Pangan dan Pertanian, lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, didirikan pada tahun 1945. Hari Pangan Sedunia didirikan oleh negara-negara anggota FAO pada konferensi umum ke-20 bulan November 1979.


Alasan dan Sejarah Peringatan
Penetapan Resmi: Peringatan ini dicetuskan oleh negara-negara anggota FAO dalam Konferensi Umum ke-20 pada bulan November 1979.(dilansir dari Direktorat Jenderal KSDAE)
Tujuan Utama
Ketahanan Pangan: Mengajak semua negara memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan keamanan pangan bagi setiap orang.
Langkah Nyata: Mendorong aksi global untuk mengurangi pemborosan makanan (food waste), mendukung pertanian berkelanjutan, dan mengatasi krisis kelaparan dunia.
Pemerintah, NGO, dan komunitas pangan menggelar pameran ketahanan pangan lokal, kampanye anti-mubazir, dan diskusi kebijakan pertanian. Banyak instansi pendidikan ikut menggelar bazar pangan sehat.
Siapa yang merayakan: Petani, NGO pangan, instansi pemerintah, dan masyarakat global.
Sejarah hari Pangan sedunia: Awal Mula dan Penetapan (Direktoret Jenderal KSDAE )
* Pendirian FAO: FAO dibentuk pada 16 Oktober 1945 di Quebec City, Kanada, guna memerangi kelaparan dan meningkatkan produksi pertanian global.
* Gagasan Awal: Ide peringatan ini diusulkan oleh Dr. Pál Romány, Menteri Pertanian dan Pangan Hungaria, pada Konferensi Umum FAO ke-20 di Roma pada bulan November 1979.
* Pengesahan Resmi: Konferensi tersebut resmi menetapkan tanggal 16 Oktober sebagai Hari Pangan Sedunia yang mulai diperingati secara global sejak tahun 1981.
Tujuan Peringatan

* Meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang bahaya kelaparan, kemiskinan, dan malnutrisi.
* Mendorong solidaritas internasional dan nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan yang merata.
* Mengajak aksi nyata dari berbagai negara untuk membangun sistem pangan yang berkelanjutan.

Disisi lain, Tema Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) selaras dengan Arah Dasar (Ardas) KAJ 2026 yaitu “Keutuhan Alam Ciptaan”, yang berfokus pada pertobatan ekologis, bijak mengolah sampah, pola konsumsi berkelanjutan, dan penghargaan terhadap pangan sebagai anugerah Allah.( https://www.kaj.or.id/komisi-pengembangan-sosial-ekonomi-kom-pse )
Fokus dan Rangkaian Kegiatan HPS 2026 di KAJ
* Tema Utama: “Keutuhan Alam Ciptaan (menekankan relasi harmonis manusia, bumi, dan penyediaan pangan yang berkelanjutan”).
Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (KOM-PSE)
Komisi Pembangunan Sosial Ekonomi adalah perangkat keuskupan yang membantu karya penggembalaan Uskup dalam bidang pelayanan sosial ekonomi yang terintegtasi dalam seluruh aspek hidup keberimanan umat sehari-hari. Yang diketuai oleh : Pastor Yusuf Edi Mulyono, SJ.
Adapun Program PSE/APP Adalah :
PSE :
1.Dialog/pelatihan Karya Pelayanan PSE Paroki
2.Dialog komisi PSE dengan koordinator SSP dekenat
3.Rekoleksi tenaga SSP paroki se KAJ
4.Pengumatan APS/HPS bagi paroki
5. Pengumatan APS/HPS untuk sekolah
6.Pengumatan APS/HPS untuk kelompok LSM
7.Pengumatan APS/HPS untuk kelompok WK
8. Pendampingan 4 tim asistensi PSE
9.Saresehan sub seksi tenaga kerja-SSP

Aksi Puasa Pembangunan (APP) :
1. Pengumatan APP kepada Panitia APP
2. Pengumatan APP kepada Pemandu KKS
3. Pengumatan APP kepada Seksi Aksi Nyata dan Seksi Dana
4. Pengumatan APP kepada Seksi Liturgi
5. Pengumatan APP kepada Pembina dan Aktivis Buruh
6. Pengumatan APP kepada Sekolah-sekolah (guru Agama TK-SD, Guru
agama SMP-SMU, Pembina dan pengurus OSIS).
7. Pengumatan APP kepada Kelompok Kategorial
8. Pengumatan APP kepada Kelompok Lansia
9. Pengumatan APP kepada WKRI
10. Pembuatan Bahan Komisi Komunikasi Sosial (VCD)
11. Pengumatan APP kepada Mahasiswa Katolik
12. Pengumatan APP kepada kelompok Biarawan/wati

Krisis Pangan & Kelaparan akut
Berdasarkan Global repot on Food Crisises (GRCP) yang dirilis pertengahan Mei 2025 sebanyak hampir 300 juta orang diseluruh dunia hidup dalam kondisi rawan pangan dan dengan jutaan diantaranya terancam kelaparan akut. Krisis global di tahun 2025 sudah mencapai Tingkat krisis,dengan kematian yang signifikan terutama dilokasi rentan konflik seperrti Gaza dan Sudan. Tanpa bantuan Internsiona yang memadai dan solusi jangka Panjang, angka kematian akibat kelaparan diperkirakan akan meningkat. Terutama dikalangan anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

Penyebb kelaparan :Diberbagai belahan dunia diakibatkan karena hal ini :
1. Guncangan cuaca dan Iklim yang tidak menentu.
2. Konflik dan peperangan
3. Kemerosotan ekonomi.
4. Ekploitasi alam yang belebihan
5. Kesenjangan dan diskriminasi pada anak-anak, Wanita dan lansia yang tidak berdaya.
6. Ketidak stabilan sistim Pemerintahan

Apa yang dilakukan ?
Menjadikan petani berdaulat : Petani akan berdaulat apabila ia memiliki akses luas terhadap aneka sumber daya produksi penting yaitu, tanah,benih teknologi, pasar dan finansial.Selama ini akases petani atas sumberdaya produksi ini sangat lemah.Agar resilience system produksi ,mesti berbasiskan 4 pilar yaitu : fisibel secara ekonomi, teknologi adaptif secara lingkungan tidak merusak, dan berkelanjutan dan secara sosial budaya diterima oleh warga. Dipadu system perdagangan yang adil dan model kosumsi setempat/lokal berbasiskan kebutuhan dasar dan rendah jejak karbon akan menciptakan kedaulatan pangan yang holistik.

Pangan lokal pengganti nasi :
Pisang, kentang, Singkong, ubi jalar, talas, sagu, jagung, dan sorgum, dll
Menggalakkan pangan Lokal :
Saat ini Indonesi masih sangat begantung pada beras sebagai pangan pokok.pada hal ada pangan local non beras seperti yang disebutkan diatas ), yang bisa jadi alternatif sumber karbohidrat. Selain itu pangan ada memiliki banyak kandungan gizi yang bisa mengantikan nasi agar kita tidak ketergantungan pada beras. Menurut Laman Pustaka Setjen Pertanian (15 Mei 2024 ), pangan local adalah makanan yang dikonsumsi oleh msyarakat setempat sesuai sengan potensi dan kearifan lokal ( Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“HUT ke 130 gereja Kampung Sawah St.Servatius

8 Oktober 2026 - 09:26 WIB

“HUT Lansia Sedunia 1 Oktober 2026 di GOR Candrabaga -Bekasi

2 Oktober 2026 - 13:12 WIB

 Outing Class KUN Pondok Melati dirumah Perubahan / Jakarta Escape(rumah Victoria) Jumat 18 Sept 2026

24 September 2026 - 09:47 WIB

 Praktek Pendidikan di era Artivicial Inteligent (AI )

24 September 2026 - 01:02 WIB

“PPPT Siapkan Naskah Akademik RUU Provinsi Tapanuli untuk Diserahkan ke Presiden”

22 September 2026 - 15:16 WIB

Trending di Jakarta