
Jakarta, Juni , Liputan Nusantara (LN), Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni. Tema kampanye globalnya adalah “Terinspirasi oleh Alam. Untuk Iklim. Untuk Masa Depan Kita” (Inspired by Nature. For Climate. For Our Future).
Fokus Utama dan Fakta Peringatan: Aksi Iklim: Peringatan ini menyoroti perubahan iklim sebagai darurat global yang mendesak dan mendorong tindakan korektif nyata.Tuan Rumah Global: Perayaan internasional dipusatkan di Baku, Republik Azerbaijan, 5 Juni 2026.
Terkait dengan “Terinspirasi oleh Alam. Untuk Iklim. Untuk Masa Depan Kita” (Inspired by Nature. For Climate. For Our Future). Sebagaimana penulis publikasikan di media ini edisi Septeber dibawah judul “Iqbal ,dan Vanessa Reba Tuntut Keadilan Iklim. Saya menjelaskan bahwa , Iqbal Kaplele (25) dan Vanessa Reba (24)keduanya orang Papua, menuntut Keadilan Iklim di Forum DuniaDiposting pada 4 Juli 2025. Keduanya akan mewakili Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) yang akan berlangsung di Belém, Brasil, pada November 2025. Keduanya akan menuntut keadilan iklim dan menyuarakan hak-hak generasi muda yang semakin terdampak oleh krisis iklim.

Menurut Iqbal, generasi muda adalah kelompok yang paling terdampak oleh krisis iklim. Namun, ironisnya paling jarang terlibat dalam percakapan dan pengambilan keputusan.kata Iqbai, Maka dari itu lanjut Iqba lagi , ia berpartisipasi dalam forum dunia ini untuk bersuara.Saat ini, Iqbal dan Vanessa tergabung dalam 23 pemuda Indonesia yang menyusun Deklarasi Pemuda Global untuk Keadilan Iklim. Deklarasi ini merupakan bagian dari inisiatif organisasi asal Kolombia, Life of Pachamama, dan melibatkan ratusan orang muda dari berbagai negara.Sebagaiman penulis angkat di medi ini edisi yangsama dibawah judu l” Iqbal ,dan Vanessa Reba Tuntut Keadilan Iklim”


Taman Laudato Si, Implementasi Ensiklik Paus Fransiskus yang Prihatin dengan Perubahan Iklim
Kembali kejudul utama diatas, Gerakan Publik: Dipimpin oleh Program Lingkungan PBB (UNEP), yaitu program Lingkungan Perserikatan Bangsa-bangsa. gerakan ini mengajak partisipasi masyarakat global untuk berkontribusi menjaga kelestarian.Jika Anda ingin tahu lebih banyak, Apakah Anda ingin ide aksi lingkungan yang bisa dilakukan di komunitas lokal? Apakah Anda memerlukan referensi materi atau logo resmi peringatan dari PBB?Mari diskusikan bagaimana Anda bisa merayakannya
Beda dengan Hari Lingkungan Hidup Nasional yang dicanangkan oleh Presiden Soeharto 10 Januari 1993. menjadi tonggak sejarah hari lingkungan hidup Indonesia.
Terkait dengan pernyataan diatas, Saya Ringo Kabiro Liputan Nusantara DKI Jakarta, pernah mempublikasikan di media ini edisi November dibawah judul “Betapa pentingnya Menanam Pohon dan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup”.
Pada substansi lainnya, saya Mengemukakan bahwa : Sampah dan Pendidikan : Bagaimana kaitan nya ? sebagaimana tertuang dalam artikel dimedia ini (LN), edisi Desember dibawah judul “Membangun Kesadaran LIingkungan Melalui Gerakan Detektif Sampah di Sekolah”
Disitu saya jelaskan,bahwa Sr. Vincentia, HK sebagai Koordinator Laudato Si Indonesia Sektor Pendidikan mengatakan , betapa pentingnya hutan atau pohon yang berguna untuk kehidupan semua ciptaan ujar Suster Vincentia. Hutan sumber kehidupan manusia dan semua ciptaan dengan cara memulainya dengan menanam pohon di pekarangan rumah atau di sekitar tempat tinggal,
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Tema, Sejarah, Tindakan 4 Jun 2026 — Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, memiliki tema “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future“. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Lindungi Hutan. Hari Lingkungan Hidup Sedunia –
| Perserikatan Bangsa-Bangsa Diterjemahkan — Seruan Global untuk Aksi Iklim. Bumi sudah berbicara kepada kita—melalui suhu yang memecahkan rekor, kebakaran hutan yang lebih hebat, Welcome to the United NationsTampilkan semua . PBB pada Konferensi Stockholm tentang Lingkungan Manusia (5–16 Juni 1972), menyusul diskusi tentang pengintegrasian aktivitas manusia dengan lingkungan . Satu tahun kemudian, pada tahun 1973, Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali diadakan dengan tema “Hanya satu bumi”.
Apa tujuan diadakannya kegiatan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia?
Tujuan utama diadakannya berbagai kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran global, menginspirasi tindakan nyata masyarakat, dan mendorong kebijakan perlindungan alam guna mencegah kerusakan ekosistem Bumi yang semakin kritis.
Secara spesifik, kegiatan-kegiatan ini diadakan untuk mencapai beberapa sasaran berikut:
Membangun Kesadaran Kolektif: Mengedukasi publik mengenai isu-isu kritis lingkungan seperti perubahan iklim, pencemaran, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Mendorong Aksi Nyata: Mengajak individu, komunitas, pemerintah, dan perusahaan untuk berpartisipasi langsung dalam pelestarian, seperti kegiatan penanaman pohon dan pembersihan lingkungan.
Advokasi Kebijakan: Mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan serta memperkuat regulasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Untuk memantau berbagai kampanye global maupun bergabung dengan gerakan pelestarian alam terdekat, Anda dapat mengunjungi laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa atau portal resmi Kementerian Lingkungan Hidup.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Kecamatan Parung
Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Hari
Tujuan Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya perlindungan alam, menghentikan de…
Instagram
Tentang – Apa itu Hari Lingkungan Hidup Sedunia?( www.worldenvironmentday.global)
Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah platform global untuk menginspirasi perubahan positif. Orang-orang dari lebih dari 150 negara
Hari Lingkungan Hidup Sedunia – Geneva Environment Network
Welcome to the United Nations
Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
Mengapa Hari Lingkungan Hidup Sedunia Penting? Meningkatkan Kesadaran: Mengedukasi masyarakat tentang isu-isu lingkungan hidup sep…
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Menteri LH: Saatnya Bekerja untuk Iklim, Mulai dari Pila Sampah
SIARAN PERS Nomor: SR.111/HUMAS/KLH-BPLH/6/2026
Jakarta, 6 Juni 2026 – Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa bumi yang kita tempati sedang menghadapi tekanan yang semakin berat akibat krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan (triple planetary crisis). Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan tidak ada generasi yang tertinggal dalam mewarisi masa depan yang layak.
Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini harus menjadi momentum untuk beralih dari kesadaran menuju tindakan nyata.Tutup M3enteri Lingkungan hidup/Kepqala BPLH
“Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi kita semua untuk merenung, menyadari kesalahan, dan bergerak memperbaiki hubungan kita dengan alam,” tegas Menteri Jumhur di hadapan 10.000 peserta acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur.
Menurut Menteri Jumhur, kondisi lingkungan saat ini menuntut adanya pertobatan ekologis, yaitu perubahan cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam. Menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui komitmen dan kepedulian, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari yang nyata dan berkelanjutan.(Ring-o)
Jakarta, Juni , Liputan Nusantara (LN), Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni. Tema kampanye globalnya adalah “Terinspirasi oleh Alam. Untuk Iklim. Untuk Masa Depan Kita” (Inspired by Nature. For Climate. For Our Future).
Fokus Utama dan Fakta Peringatan: Aksi Iklim: Peringatan ini menyoroti perubahan iklim sebagai darurat global yang mendesak dan mendorong tindakan korektif nyata.Tuan Rumah Global: Perayaan internasional dipusatkan di Baku, Republik Azerbaijan.
Terkait dengan “Terinspirasi oleh Alam. Untuk Iklim. Untuk Masa Depan Kita” (Inspired by Nature. For Climate. For Our Future). Sebagaimana penulis publikasikan di media ini edisi Septeber dibawah judul “Iqbal ,dan Vanessa Reba Tuntut Keadilan Iklim. Saya menjelaskan bahwa , Iqbal Kaplele (25) dan Vanessa Reba (24)keduanya orang Papua, menuntut Keadilan Iklim di Forum DuniaDiposting pada 4 Juli 2025. Keduanya akan mewakili Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) yang akan berlangsung di Belém, Brasil, pada November 2025. Keduanya akan menuntut keadilan iklim dan menyuarakan hak-hak generasi muda yang semakin terdampak oleh krisis iklim. Menurut Iqbal, generasi muda adalah kelompok yang paling terdampak oleh krisis iklim. Namun, ironisnya paling jarang terlibat dalam percakapan dan pengambilan keputusan.kata Iqbai, Maka dari itu lanjut Iqba lagi , ia berpartisipasi dalam forum dunia ini untuk bersuara.Saat ini, Iqbal dan Vanessa tergabung dalam 23 pemuda Indonesia yang menyusun Deklarasi Pemuda Global untuk Keadilan Iklim. Deklarasi ini merupakan bagian dari inisiatif organisasi asal Kolombia, Life of Pachamama, dan melibatkan ratusan orang muda dari berbagai negara.Sebagaiman penulis angkat di medi ini edisi yangsama dibawah judu l” Iqbal ,dan Vanessa Reba Tuntut Keadilan Iklim”
Kembali kejudul utama diatas, Gerakan Publik: Dipimpin oleh Program Lingkungan PBB (UNEP), yaitu program Lingkungan Perserikatan Bangsa-bangsa. gerakan ini mengajak partisipasi masyarakat global untuk berkontribusi menjaga kelestarian.Jika Anda ingin tahu lebih banyak, Apakah Anda ingin ide aksi lingkungan yang bisa dilakukan di komunitas lokal? Apakah Anda memerlukan referensi materi atau logo resmi peringatan dari PBB?Mari diskusikan bagaimana Anda bisa merayakannya
Beda dengan Hari Lingkungan Hidup Nasional yang dicanangkan oleh Presiden Soeharto 10 Januari 1993. menjadi tonggak sejarah hari lingkungan hidup Indonesia.
Terkait dengan pernyataan diatas, Saya Ringo Kabiro Liputan Nusantara DKI Jakarta, pernah mempublikasikan di media ini edisi November dibawah judul “Betapa pentingnya Menanam Pohon dan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup”.
Pada substansi lainnya, saya Mengemukakan bahwa : Sampah dan Pendidikan : Bagaimana kaitan nya ? sebagaimana tertuang dalam artikel dimedia ini (LN), edisi Desember dibawah judul “Membangun Kesadaran LIingkungan Melalui Gerakan Detektif Sampah di Sekolah”
Disitu saya jelaskan,bahwa Sr. Vincentia, HK sebagai Koordinator Laudato Si Indonesia Sektor Pendidikan mengatakan , betapa pentingnya hutan atau pohon yang berguna untuk kehidupan semua ciptaan ujar Suster Vincentia. Hutan sumber kehidupan manusia dan semua ciptaan dengan cara memulainya dengan menanam pohon di pekarangan rumah atau di sekitar tempat tinggal,
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Tema, Sejarah, Tindakan 4 Jun 2026 — Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, memiliki tema “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future“. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Lindungi Hutan. Hari Lingkungan Hidup Sedunia –
| Perserikatan Bangsa-Bangsa Diterjemahkan — Seruan Global untuk Aksi Iklim. Bumi sudah berbicara kepada kita—melalui suhu yang memecahkan rekor, kebakaran hutan yang lebih hebat, Welcome to the United NationsTampilkan semua . PBB pada Konferensi Stockholm tentang Lingkungan Manusia (5–16 Juni 1972), menyusul diskusi tentang pengintegrasian aktivitas manusia dengan lingkungan . Satu tahun kemudian, pada tahun 1973, Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali diadakan dengan tema “Hanya satu bumi”.
Apa tujuan diadakannya kegiatan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia?
Tujuan utama diadakannya berbagai kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran global, menginspirasi tindakan nyata masyarakat, dan mendorong kebijakan perlindungan alam guna mencegah kerusakan ekosistem Bumi yang semakin kritis.
Secara spesifik, kegiatan-kegiatan ini diadakan untuk mencapai beberapa sasaran berikut:
Membangun Kesadaran Kolektif: Mengedukasi publik mengenai isu-isu kritis lingkungan seperti perubahan iklim, pencemaran, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Mendorong Aksi Nyata: Mengajak individu, komunitas, pemerintah, dan perusahaan untuk berpartisipasi langsung dalam pelestarian, seperti kegiatan penanaman pohon dan pembersihan lingkungan.
Advokasi Kebijakan: Mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan serta memperkuat regulasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Untuk memantau berbagai kampanye global maupun bergabung dengan gerakan pelestarian alam terdekat, Anda dapat mengunjungi laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa atau portal resmi Kementerian Lingkungan Hidup.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Kecamatan Parung
Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Hari
Tujuan Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya perlindungan alam, menghentikan de…
Instagram
Tentang – Apa itu Hari Lingkungan Hidup Sedunia?( www.worldenvironmentday.global)
Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah platform global untuk menginspirasi perubahan positif. Orang-orang dari lebih dari 150 negara
Hari Lingkungan Hidup Sedunia – Geneva Environment Network
Welcome to the United Nations
Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
Mengapa Hari Lingkungan Hidup Sedunia Penting? Meningkatkan Kesadaran: Mengedukasi masyarakat tentang isu-isu lingkungan hidup sep…
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Menteri LH: Saatnya Bekerja untuk Iklim, Mulai dari Pila Sampah
SIARAN PERS Nomor: SR.111/HUMAS/KLH-BPLH/6/2026
Jakarta, 6 Juni 2026 – Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa bumi yang kita tempati sedang menghadapi tekanan yang semakin berat akibat krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan (triple planetary crisis). Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan tidak ada generasi yang tertinggal dalam mewarisi masa depan yang layak.
Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini harus menjadi momentum untuk beralih dari kesadaran menuju tindakan nyata.Tutup M3enteri Lingkungan hidup/Kepqala BPLH
“Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi kita semua untuk merenung, menyadari kesalahan, dan bergerak memperbaiki hubungan kita dengan alam,” tegas Menteri Jumhur di hadapan 10.000 peserta acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur.
Menurut Menteri Jumhur, kondisi lingkungan saat ini menuntut adanya pertobatan ekologis, yaitu perubahan cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam. Menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui komitmen dan kepedulian, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari yang nyata dan berkelanjutan.(Ring-o)














