Menu

Mode Gelap
Penunjukan Ketua MUI Neglasari Tuai Polemik, Mekanisme Organisasi Dipertanyakan Cegah Penyalahgunaan Wewenang, Bapas Jakbar Tanamkan Nilai Anti Korupsi ke Seluruh Jajaran Pinda Resmi dilatik Sebagai Perangkat Desa Kresikan Bupati Humbahas Resmi Buka TMMD ke-129 Tahun 2026, Percepat Pembangunan Jalan Sijarango–Pusuk II Pemdes Pakisrejo Dukung Penuh Kegiatan Posyandu “Rancangan Acara Press Conference peluncuran Buku Prabowonomics “,

Jakarta

Gunungan di  SD Kanisius Bayat, Selasa 4 November 2025

badge-check


					Gunungan di  SD Kanisius Bayat, Selasa 4 November 2025 Perbesar

Oleh : Winanti, siswi kelas 5 SD Kanisius Bayat.

Para murid SD Kanisius Bayat melakukan Kirab Budaya dari sekolah sampai ke Joglo Paseban Bayati

Jakarta, November, Liputan Nusantara(LN), Gunungan adalah salah satu elemen penting dalam budaya Jawa, khususnya dalam seni wayang kulit dan upacara adat (seperti Grebeg dan Sedekah Bumi). Gunungan adalah simbol yang memiliki beberapa makna tergantung konteksnya, yang paling umum adalah wayang berbentuk kerucut dan tumpukan hasil bumi.

Makna dari Gunungan  Gunungan pada wayang kulit berbentuk kerucut, lancip ke atas yang melambangkan kehidupan manusia. Semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, manusia harus semakin mengerucut atau golong gilig, manunggaling jiwa, rasa, cipta, karsa dan karya dalam kehidupan.

Gunungan dari sayur dan buah-buahan ini merupakan tanda syukur atas HUT Yayasan Kanisius ke-107. Para murid SD Kanisius Bayat bersama orang tua dan para guru membuat gunungan ini. Lalu mereka melakukan Kirab Budaya dari sekolah ke Joglo Paseban Bayat (30 Oktober)

perarakan gunungan hasil bumi laudato si sdk mlese 2

Jalan sehat sekaligus perarakan gunungan dari SD Kanisius Bayat ke Joglo Paseban Bayat. Semua anggota komunitas SD Kanisius Bayat (guru, murid, sebagian orang tua murid) mengikuti agenda kegiatan ini, dan juga ada Mahasiswa dari UNES yang ikut (kebetulan sedang KKN di Desa Paseban).

 

Jalan sehat adalah kegiatan berjalan kaki bersama dalam suasana santai yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik, menyemarakkan acara tertentu, dan mempererat tali silaturahmi. Kegiatan ini bisa dilakukan di luar ruangan seperti taman atau lingkungan sekitar, dan sering kali diadakan sebagai bagian dari perayaan acara seperti Hari Kemerdekaan Indonesia. Manfaatnya meliputi peningkatan kesehatan jantung, manajemen berat badan, serta pengurangan stres

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 30 Oktober 2025. Sebagai wujud peringatan: Hari Pangan Sedunia, Hari Ulang Tahun Yayasan Kanisius, dan Hari Sumpah Pemuda.

Saat sampai di sekolah kata Winanti , aku bermain bersama Nowo, Gisel, Aneta, dan Hori main lempar lemparan biji kedelai dan bercerita. Tiba-tiba lonceng  terdengar setelah itu saya dan teman-teman baris di halaman sekolah dan kita berdoa bersama. Setelah doa bersama ada penjelasan singkat dari petugas, lalu kakak-kakak dari UNES yang KKN mulai mengangkat gunungannya  dari halaman sekolah sampai ke tepi jalan raya  untuk dinaikkan ke mobil. Ada dua orang yang berdiri di depan untuk membawa baner. Kelas 5 berjalan dengan menggandeng adik kelasku. Saya menggandeng Chio. Sampai di Joglo Paseban saya menyuruh Chio melepas sepatu dan jangan menaruh sepatu di tengah jalan karena jalan itu untuk naik atau turun. Chio berkata, “Iya mbak.” Lalu kita naik dan baris sesuai kelas terus kita semua minum serta makan bersama.

Selanjutnya semua peserta berdiri dan menyanyikan lagu Hymne Petrus Kanisius. Dilanjutkan tiap kelas untuk maju dan menyanyikan satu lagu daerah. Selesai bernyanyi oleh tiap kelas, disampaikan pemberian hadiah perlombaan bernyanyi kemarin: juara 3 kelas 1, juara 2 kelas 3, dan juara 1 adalah kelas 6. Juga pembagian hadiah untuk kegiatan yang lain.

Selesai pembagian hadiah  lalu sayur mayur dalam gunungan diambil oleh para orang tua murid yang ikut, di bagi bagi dengan di masukkan ke dalam tas plastik. Selanjutnya saya dan para murid semuanya membagikan sayuran itu ke warga sekitar Joglo Paseban. Saya mencari orang yang belum dapat sayuran dan saya melihat orang di pojok kanan itu belum dapat lalu saya berikan, “Ini ya bude hasil gunung-an saya; semoga bermanfaat ya.”

Tiba-tiba hujan grimis guru memerintahkan untuk memindahkan sepatu kita nanti jika tak dipindahkan akan basah. Kita semua berbondong-bondong memindahkan sepatu di atas joglo, lalu kami membuat lingkaran besar dan ada kelas 1-2 setelah itu kita dibagikan soto, dibagikan kerupuk dan tempe goreng lalu saat soto sampai di saya saya langsung mengambil kecap dan saos dan saya makan. Kebetulan saya belum kenyang, saya beli tempura  udang, stik, love, 2 biji cireng  lalu saya beli pop Ice rasa vanilla blue.

Akhirnya acara demi acara dapat terlaksana dan selesai, semua teman-teman saya boleh pulang bila sudah ada yang menjemput. Kebetulan rumah saya dekat sekali dengan Joglo Paseban maka saya juga langsung pulang.  Saya senang mengikuti kegiatan gunungan ini. Baru kali ini ada perarakan gunungan di sekolah saya. Saya akan berupaya untuk peduli pada lingkungan dan ciptaan Tuhan. Seperti yang selalu disampaikan oleh guru saya Pak Lukas Triyanta tentang Laudato Si. Terima kasih sekolahku SD Kanisius Bayattutup Winanti. (Ring-o)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Rancangan Acara Press Conference peluncuran Buku Prabowonomics “,

15 Juli 2026 - 13:58 WIB

“Piala Dunia FIFA 2026 Perempat Final, 🇫🇷 Prancis vs 🇲🇦 Maroko Jumat 10 Juli 2026, pukul 03.00 WIB

14 Juli 2026 - 00:44 WIB

Sepak Bola dan Dongeng Kebaikan

9 Juli 2026 - 13:02 WIB

 “Acara Peluncuran Buku Prabowonomics 6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center ( JICC)”

8 Juli 2026 - 13:55 WIB

Tampak Janggal !!! Juru Sita Eksekusi Pengadilan Negeri Jakarta Barat Laksanakan Eksekusi Lahan Tanah Kosong dengan Konstatering (pencocokan batas objek tanah yang tidak jelas).

8 Juli 2026 - 04:16 WIB

Trending di Jakarta