Menu

Mode Gelap
DPR RI Serahkan Hibah 1.000 Buku, Perkuat Budaya Literasi di Lingkungan Pemasyarakatan “Siswa SD Kanisius Kenalan adakan Penelitian” Simpan 250 Drum Aspal Hibah Pemprov Jatim 2025,Kinerja Dinas PUPR Tulungagung Patut Dipertanyakan Penjaringan Perangkat Desa Kresikan Kondusif dan Lancar Bapas Jakbar Salurkan Bantuan Santunan Bagi Siswa Yatim dan Dhuafa di MI Nurul Huda “Misa kunjungan romo Clay Parera SJ, Bersama Dewan Paroki Harian, Senin 1 Juni 26 di Linkungan Theresia De Porugal”

Jakarta

“Siswa SD Kanisius Kenalan adakan Penelitian”

badge-check


					“Siswa SD Kanisius Kenalan adakan Penelitian” Perbesar

Simusmaryono Kepala Sekolah SD Kenalan Kecamatan Borobudur Kab.Magelang Jawa Tengah.

Jakarta , Juni,Liputan Nusantara (LN), Penelitian bagi siswa Sekolah Dasar bukanlah penulisan karya ilmiah yang kaku, melainkan sarana belajar untuk mengasah rasa ingin tahu, melatih berpikir kritis, dan memecahkan masalah melalui observasi langsung terhadap lingkungan sekitar.
Makna Penelitian bagi Siswa SD : pertama : Mengembangkan Rasa Ingin Tahu: Mengubah kebiasaan bertanya menjadi proses aktif mencari jawaban, seperti mencari tahu mengapa daun berganti warna atau mengapa air mengalir.kedua : Melatih Kemampuan Berpikir Kritis: Membiasakan siswa mengumpulkan bukti (data) sebelum menarik kesimpulan, sehingga mereka tidak mudah percaya pada informasi tanpa fakta. Ketiga : Membangun Sikap Objektif: Belajar mencatat apa adanya sesuai dengan kenyataan yang mereka lihat, dengar, atau ukur, bukan sekadar menebak-nebak.Keempat : Melatih Komunikasi: Belajar menyusun dan menyampaikan hasil pengamatan atau temuan mereka dengan bahasa yang runut dan mudah dipahami.

Anak-anak dari zona Duren Sawit Kidul menjenguk Ibu Astanti yang mengalami sakit stroke pada Selasa (31/3) dalam kegiatan truwi trini (tengok orang sakit dan Lansia

KUNJUNGAN SISWA SD Kenalan KEPADA LANSIA & ORANG SAKIT

Berbagi sembako kepada lansia

 

Demikianlah siswa SD Kanissius Kenalan Kabupaten Magelang ini Pada semester dua ini, siswa kelas VI melakukan berbagai penelitian yang nantinya akan dipresentasikan dalam Seminar Akademik RAK (SemARAK). Topik penelitian yang dipilih oleh masing-masing siswa pun sangat bervariasi, diantaranya budidaya tanaman seperti cabai, padi, durian dan kopi, budidaya hewan ternak seperti ikan gurame, ayam alas dan kambing jawa, pengolahan makanan seperti slondok dan pegagan, hingga pembuatan pupuk organik cair .(dilansir dari Komunitas Lintang Menoreh Republik Anak Kenalan SD Kanisius Kenalan Terbit Sejak 2008 Republik Anak Kenalan
“Dalam penelitian ini,kata Firly Murid Kelas VI saya mengambil topik tentang proses pengolahan slondok hingga membuat kemasan yang menarik,” ucap Firly. Siswa melakukan berbagai macam metode untuk mendapatkan data yang lengkap dengan cara pengamatan, melakukan praktik langsung dan melakukan wawancara dengan narasumber.

 

 

Menurut Bu Santi, guru kelas VI, proses penelitian ini dilakukan agar siswa mempunyai pengetahuan yang semakin luas dan mengasah kemampuan berpikir kritis. “Setiap hari, kami melakukan praktik atau pengamatan dari objek yang kami teliti ujar Firly.
Kami juga tidak lupa untuk mengambil foto atau dokumentasi hasil penelitian kami,” lanjut Firly. Beberapa siswa juga mengaku sempat mengalami kesulitan atau kendala saat melakukan penelitian seperti tanaman pegagan yang dirusak oleh ayam hingga mati. Tetapi, para siswa tidak menyerah, mereka tetap bersemangat dalam melakukan penelitian.

Beda lagi yang dilakukan oleh Lina kelas VI membuat Judul : “Pangan Melimpah Jika Tidak Serakah”menurut Lisa Saat ini terjadi krisis pangan di berbagai belahan dunia, terutama di negara kita Indonesia. Harga berbagai macam bahan pokok seperti beras, sayur dan minyak mengalami kenaikan karena naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang diakibatkan oleh perang. Kenaikan harga BBM terjadi setiap tahunnya bahkan setiap bulan. Dengan adanya pembatasan jumlah BBM di Indonesia, kita dihimbau untuk menghemat energi. Tetapi, faktanya masih banyak orang yang belum bisa melakukan hemat energi. Padahal, Indonesia masih melakukan impor BBM dari negara lain. Indonesia masih bergantung pada negara lain sedangkan situasi dunia semakin kacau akibat peperangan .

Di sisi lain sambung Lisa lagi, banyak lahan di Indonesia yang dijadikan sebagai lahan pertanian kelapa sawit sehingga masyarakat tidak dapat memanfaatkannya untuk menanam tanaman pangan. Hasilnya, produksi pangan di Indonesia tidak mengalami kenaikan, malah sebaliknya mengalami penurunan. Hal itu membuktikan bahwa manusia hanya memikirkan keuntungan saja. Sikap serakah yang dilakukan oleh beberapa manusia akhirnya malah berdampak buruk bagi orang lain. Contohnya, banjir yang terjadi di Sumatera beberapa waktu lalu merupakan dampak dari keserakahan dari oknum-oknum yang hanya memikirkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Kejadian itu seharusnya menjadi pengingat dari alam untuk manusia. Oleh karena itu, kita sebagai manusia seharusnya mampu menyayangi bumi dengan berbagai cara; membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon pada lahan yang gundul dan tidak melakukan penebangan secara sembarangan. Maka, alam akan membalasnya dengan memberikan kita hasil pangan yang melimpah jika kita tidak serakah.
Beda lagi dengan pandangan Catherine kelas III ini. Pada hari Selasa, 31 Maret 2026 saya dan teman-teman melakukan kegiatan truwi trini (tengok orang sakit dan Jompo ) bersama Ibu guru. Kami mengunjungi Simbah Parmo di Plengan. Kami berkumpul di rumah Mbah Sarni pukul 07.30. Di sana kami menunggu Bu Danis datang sambil mengingat pertanyaan untuk ditanyakan pada Mbah Parmo. Setelah Bu Danis datang, kami langsung menuju rumah Mbah Parmo. Topik kunjungan tersebut,dimaknai sebagai “peka terhadap sesama” Di sana, kami berbincang, bersih-bersih, berdoa dan memberikan sembako. Mbah Parmo tinggal bersama anak-anaknya. Mbah Parmo sudah mengalami kesulitan untuk berbicara dan mendengar. Ternyata, Mbah Parmo ingin sekali dekat dengan anak-anaknya. Setelah kegiatan selesai, saya dan teman-teman berpamitan. Di sana saya sangat senang kata Chaterina, karena bisa mengunjungi Mbah Parmo tetapi saya juga merasa kasihan karena Mbah Parmo sudah tidak bisa berjalan dan sudah lansia. Saya dan teman-teman mendoakan supaya Mbah Parmo segera pulih. Saya ingat saat berkunjung Mbah Parmo selalu menyambut dengan baik. Dengan mengunjungi lansia atau orang sakit mereka merasa senang dan terhibur. Saat berkunjung kita juga harus menjaga sikap, sopan santun, dan tidak usil.
Dengan melakukan truwi trini kita diharapkan untuk peduli terhadap sesama, melatih kesopanan dan belajar bertanggung jawab. Setelah melakukan kegiatan truwi trini saya berniat untuk lebih peduli, lebih peka terhadap mereka yang sakit dan membutuhkan pertolongan atau penghiburan.
Mari belajar peduli terhadap- sesama kata Nico kelas IV. Pada hari Selasa, 31 Maret 2026 saya dan teman-teman dari zona Duren Sawit Kidul yaitu Al, Noel G dan Rensa menjenguk Simbah Tanti saat kegiatan truwi trini. Dalam kegiatan ini, kami menjenguk orang sakit dan jompo yang ada di sekitar kami. Di sana kami tidak hanya menjenguk, berbincang membantu tetapi juga wawancara, bersih-bersih memberikan sembako.
Dari aktivitas mereka ini,Murid-murid SD Kanisius Kenalan ini menjadi Gudang calon -calon Pemimpin masa depan yang cemerlang asal terus dipupuk secara berkelanjutan. (Ring-o)
[11.48, 4/6/2026] Ringo: Dokumen Penelitian SD Kenalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Misa kunjungan romo Clay Parera SJ, Bersama Dewan Paroki Harian, Senin 1 Juni 26 di Linkungan Theresia De Porugal”

3 Juni 2026 - 00:20 WIB

Purnawiyata Siswa-Siswi UPTD SDN Pondok Jagung 02 ; Momen Penuh Syukur dan Kebersamaan

2 Juni 2026 - 23:57 WIB

“Surya ingin menjadi penulis. Namun kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan”Cerpen No. 0080” oleh : Adharta ketum KRIS

1 Juni 2026 - 15:05 WIB

“Struktur The Print) / Prabowonomics Foundation”

1 Juni 2026 - 13:28 WIB

l “Hari Lanjut Usia Nasional di Peringati di Gereja Santo Leo Agung- Bekasi ,Jumat, 29 Mei 2026, Dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Harjoatmojo, SJ”.

30 Mei 2026 - 14:05 WIB

Trending di Jakarta