Menu

Mode Gelap
“Rancangan Acara Press Conference peluncuran Buku Prabowonomics “, Penyerahan Kunci Secara Simbolis Tandai Berakhirnya Renovasi Rumah Klien Pemasyarakatan Perkokoh Sinergitas TNI–Polri dan Pemda, Danrem 052/Wijayakrama Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Sistem penerimaan murid baru atau SPMB untuk tahun ajaran 2026 – 2027 di Kota Tangerang sangat sukses dan lancar. Bunker & Bantal Jadi Tempat Persembunyian: Modus Lama di Lapas Pemuda Terbongkar Panen Bawang Merah, Bupati Humbahas Apresiasi Dukungan Pemprov Sumut bagi Petani.

Jakarta

“Jangan Panik Prediksi Indonesia Caos dan Skenario Kepanikan Jusuf Kalla” Rilis Berita THE PRINT Prabowonomics Institute Kamis, 2 Maret 2026 | 08.00 WIB

badge-check


					“Jangan Panik Prediksi Indonesia Caos dan Skenario Kepanikan Jusuf Kalla” Rilis Berita THE PRINT Prabowonomics Institute Kamis, 2 Maret 2026 | 08.00 WIB Perbesar

Profil Jusuf Kalla, Kiprah Sang Pengusaha-Politikus 2 Kali Wapres

Jakarra, April , Liputan Nusantara (LN), Jusuf Kalla (JK), mantan Wakil Presiden RI, menyampaikan prediksi ini dalam sebuah acara diskusi ekonomi beberapa hari lalu. Ia menekankan pentingnya pemerintah mengambil kebijakan yang tepat untuk mengatasi tantangan ekonomi dan fiskal.
Prabowonomics Institute(The Print ) pimpinan Yonge Sihombing, SE, M.B.A, merilis tanggapannya terhadap prediksi Jusuf Kalla bahwa Indonesia bisa mengalami kekacauan (chaos) pada Juli-Agustus 2026. Ia (Jusup Kala) menekankan pentingnya pemerintah mengambil kebijakan yang tepat untuk mengatasi tantangan ekonomi dan fiskal.
Menurut Muhammad Said Didu, pengamat ekonomi dan politik, Jusuf Kalla memperingatkan bahwa defisit anggaran bisa mencapai 1.000 triliun rupiah jika tren defisit berlanjut.
Jusuf Kalla menyebutkan dua ancaman besar yang melatarbelakangi kekhawatirannya, yaitu eskalasi ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, serta warisan utang besar peninggalan pemerintahan Joko Widodo.
Jika ini terjadi ujar JK, dampaknya akan sangat terasa di lapisan bawah, seperti jalan-jalan di daerah rusak tidak diperbaiki, daerah kehabisan uang, dan Puskesmas tidak mampu lagi melayani masyarakat
Ketua The Print (Prabowonomics Institute),sekaligus menjadi ketum PPPT Yonge Sihombing, S.E.,M.B.A., menanggapi prediksi Jusuf Kalla bukanlah sesuatu yang mengejutkan, mengingat kondisi ekonomi saat ini yang memang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

 

Hari Pertama Jusuf Kalla Usai Tak Jabat Jadi Wapres lagi
Yonge justru mempertanyakan mengapa Jusuf Kalla menyampaikan prediksinya dalam situasi politik global sedang mengalami goncangan, apakah ini bagian dari skenario kepanikan Jusuf Kalla ?Tanya Yonge.

Yonge Sihombing, S.E., M.B.A Penulis buku Prabowonomic sekaligus ketum PPPT & ketua The Print

 

DPR & Pemerintah Sepakat Asumsi Makro RAPBN 2026, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,4%

 

Karena Jusuf Kalla hanya menyoroti fiskal, hutang luar negeri, dan politik global tanpa menjelaskan langkah dan upaya yang telah dilakukan pemerintah, dan capaian ekonomi pemerintah.
Jusuf Kalla juga tidak memberikan solusi konkret untuk mengatasinya. Mestinya ada solusinya, apalagi beliau mantan wakil presiden.
Karena itu Yonge menyampaikan agar pemerintah dan masyarakat jangan panik dengan prediksi dan skenario kepanikan Jusuf Kalla, karena kepanikan hanya akan memperburuk situasi.(Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Rancangan Acara Press Conference peluncuran Buku Prabowonomics “,

15 Juli 2026 - 13:58 WIB

“Piala Dunia FIFA 2026 Perempat Final, 🇫🇷 Prancis vs 🇲🇦 Maroko Jumat 10 Juli 2026, pukul 03.00 WIB

14 Juli 2026 - 00:44 WIB

Sepak Bola dan Dongeng Kebaikan

9 Juli 2026 - 13:02 WIB

 “Acara Peluncuran Buku Prabowonomics 6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center ( JICC)”

8 Juli 2026 - 13:55 WIB

Tampak Janggal !!! Juru Sita Eksekusi Pengadilan Negeri Jakarta Barat Laksanakan Eksekusi Lahan Tanah Kosong dengan Konstatering (pencocokan batas objek tanah yang tidak jelas).

8 Juli 2026 - 04:16 WIB

Trending di Jakarta