Menu ✖

Mode Gelap
Keputusan Panitia Pemilihan RW 05 Pondok Bahar Dipersoalkan, Kelurahan Usulkan Perubahan Sistem Meriahnya Maulid Nabi di SDN Jurang Mangu Barat 01 dari Santunan Yatim hingga Berbagai Penampilan Peserta Didik Ketua Umum Garuda Gibran Indonesia Tegaskan, Hentikan Propaganda Untuk Wakil Presiden  Outing Class KUN Pondok Melati dirumah Perubahan / Jakarta Escape(rumah Victoria) Jumat 18 Sept 2026 64 Anak Yatim SDN Pondok Benda 01 Dapat Santunan dalam Peringatan Maulid Nabi Dampingi Korban Dugaan Penipuan Secara Probono, JPB Law Firm Tunggu Pemanggilan Terlapor Faridah

Jakarta

Pelatihan Kaderisasi di Gereja Kampung Sawah Digelar Minggu, 15 Maret 2026 di Ruang Ignatius, Bekasi

badge-check


					Pelatihan Kaderisasi di Gereja Kampung Sawah Digelar Minggu, 15 Maret 2026 di Ruang Ignatius, Bekasi Perbesar

Romo Wartaya SJ, sedang meberikan materi terkait Prinsip melayani

Jakarta, Liputan Nusantara (LN) — Pelatihan kaderisasi di Gereja Santo Servatius, Kampung Sawah, Bekasi, yang diselenggarakan pada Minggu, 15 Maret 2026 di Ruang Ignatius, bertujuan membentuk pelayan Gereja yang beriman teguh, mandiri, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses regenerasi umat, khususnya kaum muda dan dewasa, untuk dibekali kemampuan pastoral, kepemimpinan, serta spiritualitas. Dengan demikian, keberlanjutan pelayanan kasih di tengah masyarakat, terutama dalam konteks budaya Katolik Kampung Sawah, dapat terus terjaga.

Peserta pelatihan Kaderisasi (Pekad)

Ario Baskoro Instruktur sekaligus, juga sebagai Koordinator Bidang BP3 membelakangi silde sedang memberi semangat dengan ye-yel.

Ario memberi pengarahan sebelum mulai pekad.

Pelatihan kaderisasi ini memiliki beberapa makna utama. Pertama, sebagai sarana regenerasi pelayan Gereja dengan menyiapkan pengurus, pengajar PPA, serta aktivis baru di tingkat seksi, kategorial, dan teritorial. Kedua, sebagai upaya pengembangan kapasitas spiritual dan pastoral melalui pendalaman iman (kerygma) serta keterampilan teknis seperti manajemen organisasi dan public speaking (diakonia).
Selain itu, kaderisasi juga bertujuan memperkuat identitas iman dalam konteks budaya lokal Kampung Sawah, sekaligus membangun semangat persekutuan (koinonia) di antara umat. Hal ini sejalan dengan visi paroki, yakni “Bersama Santo Servatius, Kita Wujudkan Kesejahteraan Bersama.” Pelatihan ini juga mendorong pemberdayaan kaum awam agar semakin berani menjadi perpanjangan tangan Gereja di tengah masyarakat dalam semangat sinodalitas.

Usai Pelatihan peserta pekad berfoto bersama romo Wartaya SJ (pakai Blankon),sebelah kirinya (ubanan ) penulis artikel ini di media Liputan Nusantara.

Herman Yoseph Siswadi wakil DPH (pake peci, pegang mig)sekaligus instruktur dengan topic strukrur dewan paroki .

Kegiatan diawali dengan yel-yel yang dipimpin oleh Ario Baskoro selaku instruktur sekaligus perwakilan dari seksi Pelatihan Kaderisasi (Pekad) dan Koordinator Bidang BP3 Dewan Paroki Harian. Yel-yel tersebut membangkitkan semangat peserta dengan nuansa sukacita, kebersamaan, dan komitmen pelayanan bagi Gereja.

Selanjutnya, materi disampaikan oleh Herman Yoseph Siswadi, Wakil Ketua Dewan Paroki Harian, yang mengangkat tema “Prinsip Pelayanan Pastoral”. Ia menegaskan bahwa pelayanan pastoral dijalankan dengan prinsip transformatif, sinergis, partisipatif, dan dialogis.
Siswadi juga menjelaskan struktur pelayanan dalam Gereja, baik secara teritorial maupun kategorial. Persekutuan umat Allah dalam lingkup teritorial meliputi keluarga sebagai Gereja domestik, lingkungan, hingga wilayah. Sementara itu, persekutuan kategorial dibentuk berdasarkan kesamaan profesi, minat, pelayanan, maupun spiritualitas, seperti komunitas doa, komunitas wirausaha, hingga kelompok pelayanan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelayan pastoral adalah mereka yang mengambil bagian dalam Tritugas Kristus, yakni sebagai Imam (menguduskan), Nabi (mewartakan) dan Raja (menggembalakan umat). Dalam pelaksanaannya, Pastor Kepala memimpin pelayanan pastoral paroki dan memastikan arah kebijakan sesuai Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), dibantu oleh Pastor Rekan serta Dewan Paroki.
Dewan Paroki sendiri memiliki fungsi sebagai badan pelayanan, koordinasi, dan perencanaan pastoral. Dewan ini bertugas menyusun program karya, melaksanakan, serta mengevaluasi kegiatan pastoral secara berkesinambungan dalam semangat sinodalitas.

Pada sesi berikutnya, Romo Wartaya, SJ, menyampaikan materi mengenai “Spiritualitas Pelayanan Kristiani”. Ia menekankan bahwa pelayanan harus dilandasi kasih, dilakukan tanpa membeda-bedakan, serta bertujuan membalas kasih Allah. Relasi antara pelayan dan umat yang dilayani pun hendaknya dibangun dalam semangat kekeluargaan.
Romo Wartaya juga mengingatkan teladan Yesus Kristus dalam pelayanan, yakni kerendahan hati, pengorbanan, dan semangat menjadi hamba. Ia menyinggung makna inkarnasi sebagai peristiwa Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus, serta ajaran-Nya tentang melayani dengan rendah hati, seperti membasuh kaki para murid.

Melalui pelatihan kaderisasi ini, diharapkan umat semakin siap terlibat aktif dalam kehidupan menggereja serta menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat.

(Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“PPPT Siapkan Naskah Akademik RUU Provinsi Tapanuli untuk Diserahkan ke Presiden”

22 September 2026 - 15:16 WIB

“”SEJARAH PERJUANGAN DOB PROVINSI TAPANULI: Mewarisi Sejarah, Membangun Harapan “September 2026”

4 September 2026 - 13:34 WIB

“”Air Mata untuk Tanah Tumpah Darah”

27 Agustus 2026 - 11:04 WIB

 Mata Sehat,Lansia Hebat,Tetap Mandiri dan Aktif.

26 Agustus 2026 - 01:06 WIB

Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju dalam AcaraHUT RI ke 81 di Istana Negara 17 Agustus 2026″

20 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Trending di Jakarta