Menu

Mode Gelap
Meriahnya Maulid Nabi di SDN Jurang Mangu Barat 01 dari Santunan Yatim hingga Berbagai Penampilan Peserta Didik Ketua Umum Garuda Gibran Indonesia Tegaskan, Hentikan Propaganda Untuk Wakil Presiden  Outing Class KUN Pondok Melati dirumah Perubahan / Jakarta Escape(rumah Victoria) Jumat 18 Sept 2026 64 Anak Yatim SDN Pondok Benda 01 Dapat Santunan dalam Peringatan Maulid Nabi Dampingi Korban Dugaan Penipuan Secara Probono, JPB Law Firm Tunggu Pemanggilan Terlapor Faridah  Praktek Pendidikan di era Artivicial Inteligent (AI )

News

 Praktek Pendidikan di era Artivicial Inteligent (AI )

badge-check


					 Praktek Pendidikan di era Artivicial Inteligent (AI ) Perbesar

Kata-kata “Kecerdasan buatan AI” digambarkan dengan miniatur lengan robot dan tangan mainan dalam ilustrasi tanggal 14 Desember 2023 ini. (Foto OSV News/Dado Ruvic, Reuters)

Oleh : Ciprianus Lilik Krismantoro. Di publikasikan oleh Ringo di media LIputan Nusantara (LN)
[09.24, 23/9/2026] Ringo: Jakarta, September, Liputan Nusantara (LN),membedah reposisi guru dan penyedia informasi Tunggal menjadi pembimbing penalaran kritis dan agensi kognitif siswa.
Apakah kelas kita mendidik siswa bersaing dengan kecepatan mesin, atau mengasah kedalaman berpikir yang tak bisa ditiru Algoritma ?
Realitas baru Society 5.0 : Transisi menuntut Kurikulum SMA bergeser dari hapalan rutin ke pemecahan masalah kompleks, teknologi kini difokuskan untuk menyelesaikan persolan kemanusiaan
Ancaman vs Peluang (1) kepercayaan buta pada validitas mesin tanpa verivikasi.(2) erosi daya nalar kritis akibat penyerahan proses berpikirv pada algoritma.
Content-Fokused : Sistim Tutor Adaptif , AI sebagai pengarah menyesuaikan level kesulitan dan rpersonalisasi jalur belajar secara otomatis.

Data Center ,sebuah fasilitas yang digunakan utk memusatkan dan menyimpan sistim operasi TI dan peralatan yang dimiliki sebuah Perusahaan
Kecerdasan buatan, bantu umat Katolik Filipina memupuk iman
Ilustrasi: AI dan Vatikan
Pandangan Gereja tentang Kecerdasan Buatan
Alat multi modal : AI sebagai kolaborator
AI directed : Inteligent Tutee : Siswa mengajari atau melatih AI.membangun agensi pemelajar dan pemahaman meta cognitive
Learning analisis : AI sebagai panduan kebijakan kelas untuk mendeteksi progres, Risiko kegagalan,dan analisis data riel time. Di kwadran manakah penggunaan AI oleh siswa SMA kita Paling dominan saat ini ?
Kini AI mengalami perkembangan yang luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan perkembangan AI yang luar biasa ini menarik perhatian Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Al Buyra Basnur, untuk membuat buku tentang AI dari sudut pandang siswa SMA. Dubes tersebut menghubungi rekan sejawat Profesor Asep Saepudin untuk menawarkan kepada beberapa sekolah menengah di Indonesia dan Ethiopia. Untuk itulah Profesor Asep Saepudin menawarkan idenya kepada pelajar sekolah-sekolah yang ada di Ethiopia dan Indonesia untuk membuat tulisan tentang AI. Untuk memotivasi para pelajar tersebut pak Dubes mengatakan akan memberikan sertifikat dan honor untuk setiap tulisan tentang AI yang dimuat. Sebagaimana saya (Ringo) Kabiro DKI Jakarta, media Liputan Nusantara saya jelaskan pada media ini edisi April dibawah judul AI dimata Siswa SMA.
Disamping itu ditopik yang lain ( AI sebagai mitra Paedagogis ) penulis jelaskan, bahwa Karakter, etika, dan keselamatan anak tetap menjadi prioritas utama, bukan AI. Artificial Inteligents (AI), atau biasa disebut Kecerdasan buatan adalah teknologi yang memiliki kemampuan pemecahan masalah layaknya manusia. Dalam praktiknya, AI akan menyimulasikan kecerdasan manusia – teknologi ini dapat mengenali gambar, menulis puisi, dan membuat prediksi berbasis data.
Menurut Kristianto mendefinisikan AI sebagai salah satu bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang dibuat secara khusus untuk perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam suatu sistem kecerdasan di perangkat komputer.sementara pendapat Rich & Knight Mereka berpendapat kecerdasan buatan merupakan sebuah studi tentang cara komputer dapat melakukan hal-hal yang dapat dilakukan lebih baik oleh manusia. (Sebagaimana saya (Ringo )mengangkat artikel di media ini, edisi 3 Maret 2025 dibawah judul “Pandangan Gereja Katolik tentang Artificial Intelligence (AI)”. Dalam artikel tersebut saya jelaskan bahwa romo Martin Harun mengatakan dalam suatu zoominar oleh Catholic Climate Covenant minggu lalu( Maret 2025) mengenai pandangan Gereja Katolik tentang AI (antara lain berdasarkan dokumen Antiqua et Nova) berakhir dengan anjuran untuk mendorong detoksifikasi AI sebagai pantangan Masa Prapaskah Antara lain dengan cara ini:
1. Menonaktifkan aplikasi-aplikasi yang didukung AI di ponsel Anda.
2. Menulis sendiri.
3. Menghindari gamba-gambar konyol yang bisa dihasilkan oleh AI (jutaan setiap hari).
4. Time-out dalam main game yang didukung AI.
5. Tidak menggunakan aplikasi AI untuk searching di internet. Searching biasa bisa sampai
10x
6. lebih ringan ongkos ekologis dan sosialnya.
Dilansir dari Hidup Katolik.com, Romo Benny, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sedang tren saat ini. Bahkan sebuah stasiun televisi swasta ujar romo Benni, pernah menggunakan AI sebagai presenter. Bagaimana pandangan Gereja Katolik soal AI yang mampu meniru fungsi kognitif manusia?
Manusia merupakan citra Allah (Bdk. Kej. 1:27). Dia memiliki kemampuan yang melebihi makhluk lain di dunia sehingga diminta untuk merawat dan mengelola dunia (Bdk. Kej. 1:28-30). Sebagai ciptaan, manusia memiliki kecerdasan yang dapat berkreasi bagi kemajuan peradaban umat manusia. Dan sejak dahulu, manusia mengembangkan teknologi untuk membantu karyanya yang dipercayakan oleh Allah kepada mereka.

Berdasarkan pemahaman tersebut di atas, jikalau ada TV swasta menggunakan AI sebagai presenter bukan berarti kemudian TV swasta itu bisa menggantikan seorang presenter manusia dengan AI. Mungkin AI dapat melakukan lebih dari presenter tetapi AI tidak pernah bisa menggantikan manusia. Sebagai manusia karena AI bagaimanapun adalah “benda,” bukan manusia yang bisa berkreasi.
Oleh sebab itu, Gereja tidak bersikap menolak begitu saja terhadap kehadiran AI bagi peradaban manusia. Apalagi Gereja tahu persis bahwa AI adalah sebuah produk, sebuah karya manusia sehingga AI memiliki nilai dan manfaat bagi hidup manusia jikalau itu digunakan dengan baik. Dengan kata lain, Gereja menempatkan diri untuk memberikan dukungan kepada perkembangan teknologi yang bermanfaat bagi umat manusia. Gereja bersyukur bahwa manusia memiliki kemampuan yang istimewa sehingga masyarakat manusia semakin hari semakin berkembang dari masa ke masa.
Namun, Gereja menyadari bahwa segala yang ditemukan dan dibuat oleh manusia terkadang tidak dimanfaatkan dengan benar atau menempatkan perkembangan teknologi secara tidak tepat, misalnya penemuan senjata api yang tidak dimanfaatkan dengan benar ketika peredarannya tidak diatur sebagaimana mestinya sehingga berulang kali ada pemanfaatan yang tidak tepat terhadap teknologi tersebut yang menyebabkan korban jiwa di kalangan anak sekolah.

Lebih lanjut Praktek Pendidikan di era Artivicial Inteligent : Konstruksionisme & jejaring pengetahuan Tidak lagi tersentralisasi di otak individu melainkan tersebar melintasi jejaring manusia, mesin dan komunitas. Pergesern otoritas : Otoritas guru tidak lagi bertumpu pada materi Pelajaran tunggtal. Peran baru Guru sebagi arsitek pengalaman :fokus pada memfasilitasi koneksi antara bidang ilmu, sintesis , ide kompleks, dan verivikasi simpul-simpul pengetahuan yang dihasilkan oleh mesin.
Strategi pengelolaan beban kognitif : mencegah learning loss :
Tingkat permukaan,peran AI : otomatisasi passif, Tindakan guru : dihindari
Tingkat menengah : Peran AI :Pengorganisasian draf, Tindakan Guru : dorong siswa utuk mengedit dan melengkapi.
Tingkat mendalam :Peran AI : mitra dialog sokratik, Tindakan guru : menuntut refleksi sintesis tingkat tingg, evaluasi logika dan orisinalitas ide.
Guru era AI :
Dimension 1 : fokus pengajaran, pembelajaran personal.
Dimension 2: Evaluasi & asesmen : menilai proses kognitif
Dimension 3 :Otoritas mentor, Evaluator, pembimbing sintesis dan pelindung etika digital.
Privasi & keamanan data total: guru dan siswa dilarang keras memasukkan data pribadi, nilai atau karya orisinal kedalam model AI publik
Kesadaran bias Algoritma : kewajiban mengajarkan bahwa AI merefikasi bias historis manusia.
Integritas akademik : menetapkan batas garis jelas antara kolaborasi kognitif
PENDIDIKAN IDEAL DI ABAD KE 21 INI TIDAK MEMILIH ANTARA EFISIENSI MESIN ATAU KEBIJAKSANAAN MANUSIA. AI MENGATUR DATA, MENEMUKAN POLA DAN MEMPERSONALISASI KECEPATAN NAMUN GURULAH YANG MENANAMKAN EMPATI, MENJAGA INTEGRITAS DAN MENGINSPIRASI MAKNA.
Kita bukan lagi sekedar penyedia. Kita Adalah arsitek pengalaman dan pelindung peradaban.Tugas kita Adalah Memastikan generasi penerus tetap berdaulat penuh atas pikiran mereka sendiri ditengah lautan Algoritma. (Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“PPPT Siapkan Naskah Akademik RUU Provinsi Tapanuli untuk Diserahkan ke Presiden”

22 September 2026 - 15:16 WIB

“”SEJARAH PERJUANGAN DOB PROVINSI TAPANULI: Mewarisi Sejarah, Membangun Harapan “September 2026”

4 September 2026 - 13:34 WIB

 Kontras Pengungkapan Oli Palsu: Cengkareng Digerebek, Gudang Nerogtog Tangerang Masih Bebas Beroperasi?

3 September 2026 - 10:37 WIB

“”Air Mata untuk Tanah Tumpah Darah”

27 Agustus 2026 - 11:04 WIB

 Mata Sehat,Lansia Hebat,Tetap Mandiri dan Aktif.

26 Agustus 2026 - 01:06 WIB

Trending di Jakarta