Dipublikasikan oleh Ringo di Liputan Nusantara
[14.34, 3/8/2026] Ringo: Jakarta, Agustus, Liputan Nusantara (LN), Suatu hubungan bisa dimulai dari banyak hal: mulai dari persahabatan, kecocokan intelektual, sekadar ketertarikan seksual, tapi ada pula yang melibatkan cinta.
Cinta adalah perekat yang membuat hubungan tetap kuat dan solid. Tetapi bagaimana kita tahu saat kita benar-benar merasakan jatuh cinta?
Berikut adalah beberapa tanda bahwa emosi yang kita rasakan adalah cinta yang sehat dan mengarahkan kita pada makna cinta sebenarnya.( dilansir dari IDN Times)


Adharta, Ketum KRIS (pake rompi biru ) bersama isterinya ibu Lina (paling kiri ), bersama dua suster(tengah) saat memberi bantuan ke RS RSU Santa Maria Cilacap, Jawa Tengah
1)Cinta bukan nafsu semat, 2.)Cinta itu murah hati, 3.)Rasa hormat dan ketulusan 4.)Cinta berarti siap untuk berkompromi,5).Cinta itu apa adanya, 6). Merasa aman, 7).Pasanganmu selalu ada di pikiranmu,Cinta dapat membiarkan kita untuk bertarung tanpa rasa takut
Memaknai Rasa Cinta (WordPress.com)
Selama ini, aku dikelilingi oleh teman-teman yang beraneka ragam. Dari mereka, aku mengamati. Dan dari mereka pula, aku banyak belajar. Di Indonesia, hal-hal yang dibicarakan komunitas muslim terutama untuk remaja putri adalah dua hal: hijab dan pacaran. Alhamdulillah, saat ini cukup banyak role model remaja untuk remaja yang menggambarkan apa saja kerugian pacaran dan hal-hal yang lebih baik dilakukan selain pacaran.


Dalam WA Grup Keluarga Alkitab, Adharta, mengisahkan Untuk Anak-Anak, aku di Panti Asuhan Santo Yusup Sindanglaya Cipanas,( yang dalam waktu dekat ini mereka akan lalukan Bakti Sosiap ) di sudut sunyi yang jarang disapa lanjut Adharta,,ada tawa kecil yang belajar tegar,di balik dinding sederhana,
tumbuh hati-hati yang besar. Mereka bukan tanpa luka, bukan tanpa cerita kelam, namun di setiap air mata yang jatuh, terselip doa yang diam-diam menguatkan malam.
Langit mungkin tak selalu biru bagi mereka, hari-hari kadang terasa panjang dan sepi,
namun cinta tak pernah benar-benar hilang, ia hadir… dalam pelukan yang tak kasat mata,
namun pasti. Di Panti Santo Yusup, Sindanglaya Cipanas Harapan disulam dari hal-hal kecil,
dari senyum yang tetap merekah, meski hidup tak selalu adil.
Tangan-tangan mungil itu menggenggam mimpi, Harapan disulam dari hal-hal kecil, dari senyum yang tetap merekah, meski hidup tak selalu adil.
Tangan-tangan mungil itu menggenggam mimpi, setinggi langit yang mereka tatap setiap pagi,
meski dunia pernah merenggut banyak hal, mereka tak pernah berhenti percaya akan hari esok yang lebih berarti. Antara cinta nan merana, mereka memilih untuk tetap bercahaya, menjadi pelita di gelapnya dunia, menjadi bukti bahwa luka pun bisa melahirkan cinta. Jika Anda dengar suara mereka, itu bukan keluh, tapi harapan, jika Anda lihat mata mereka itu bukan kosong, tapi cahaya masa depan. Maka datanglah, bukan sekadar melihat, tapi merasakandan menguatkan,
sebab dalam setiap hati kecil itu, ada cinta yang menunggu untuk ditemukan.(Ring-o)















