Menu

Mode Gelap
Kepala Sekolah Jarang Hadir; Tanggungjawab Kepala Sekolah Tidak Sesuai Dengan Peraturan Yg Berlaku. Pembangunan dan Rehab Di SMK Negeri 2 Pakkat, Tanpa Papan Proyek Di Duga Proyek Siluman. Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan Bresman Sianturi Dari Faksi Demokrat, Gotongroyong bersama Warga. Dukung Produktivitas, Seluruh Pegawai Bapas Jakbar Ikuti Tes Lari dan Pemeriksaan Kesehatan Bupati Humbahas Berikan Apresiasi kepada ‘Pahlawan Orange’ Ditengah Rangkaian Kegiatan HUT ke-23 Kab. Humbahas. Bapas Kelas I Jakarta Barat Gelar Pendampingan Khusus Anak, Wujudkan Ruang Tumbuh yang Aman

Uncategorized

Kepala Sekolah Jarang Hadir; Tanggungjawab Kepala Sekolah Tidak Sesuai Dengan Peraturan Yg Berlaku.

badge-check


					Kepala Sekolah Jarang Hadir; Tanggungjawab Kepala Sekolah Tidak Sesuai Dengan Peraturan Yg Berlaku. Perbesar

 

Humbahas,Liputannusantara.id-Tanggung jawab utama kepala sekolah mencakup tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, serta supervisi guru dan tenaga kependidikan berdasarkan aturan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018.Tugas Manajerial dan Administrasi.

Menyusun perencanaan dan program kerja sekolah Mengelola delapan standar nasional pendidikanMengatur administrasi keuangan, sarana prasarana, dan kesiswaanSupervisi dan Pendidik (Educator)Melakukan pengawasan serta evaluasi pembelajaran Membimbing guru untuk meningkatkan mutu belajar Melaksanakan program pelatihan atau remedial bagi siswa dan staf Kepemimpinan dan Kewirausahaan Menjadi pemimpin yang mengambil keputusan penting.

Semboyan “Tiada Hari Tanpa Belajar” yang tertulis gagah di gerbang SMK Negeri 2 Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, kini seolah hanya menjadi kalimat hampa. Di balik semangat yang ditanamkan semboyan itu, tersembunyi realitas yang memilukan: lemahnya kedisiplinan pimpinan hingga fasilitas dasar sekolah yang terabaikan begitu saja.

Berdasarkan pantauan awak media serta keterangan yang disampaikan oleh sejumlah siswa dan guru yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kepala Sekolah SMKN 2 Pakkat diketahui sangat jarang hadir di tempat tugasnya. Rata-rata beliau hanya datang ke lingkungan sekolah satu hingga dua kali dalam seminggu saja. Kehadiran yang tidak menentu ini berdampak langsung pada kelancaran operasional sekolah. Segala keputusan yang memerlukan persetujuan pimpinan, mulai dari urusan administrasi, perizinan kegiatan, hingga penyelesaian masalah yang dialami warga sekolah, sering kali tertunda berhari-hari.
Kondisi semakin mengkhawatirkan ketika awak media meninjau langsung fasilitas sanitasi sekolah. Toilet yang seharusnya menjadi sarana penunjang kebersihan justru tampak sangat memprihatinkan. Dinding-dindingnya kusam, berlumut tebal, dan penuh noda kotoran yang sudah lama tidak dibersihkan. Lantai dan lubang pembuangan terlihat tidak terawat, berbau menyengat, dan sering kali tidak tersedia pasokan air bersih yang memadai.

Kondisi ini tentu sangat berisiko menjadi sarang berbagai penyakit menular, sekaligus menurunkan semangat belajar siswa. Banyak siswa yang akhirnya memilih menahan keinginan menggunakan fasilitas sekolah dan lebih memilih pulang lebih awal ke rumah demi alasan kebersihan dan kesehatan.

Kekhawatiran ini tidak hanya dirasakan oleh warga sekolah, melainkan juga meluas hingga ke kalangan orang tua siswa dan masyarakat sekitar. “Kami menyekolahkan anak-anak di sini berharap mereka mendapatkan pendidikan yang layak, bukan justru terancam sakit karena fasilitas yang tidak terurus, serta kurangnya bimbingan dari pimpinan sekolah,” ungkap salah satu orang tua wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat luas meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan serta pihak berwenang terkait untuk segera menurunkan tim peninjau guna mengusut tuntas permasalahan ini. Selain itu, diharapkan segera dilakukan perbaikan menyeluruh terhadap fasilitas sekolah sekaligus memberikan teguran dan pembinaan terkait kedisiplinan terhadap pimpinan sekolah yang bersangkutan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait menanggapi berbagai keluhan yang berkembang di tengah masyarakat. Masyarakat berharap semboyan yang tertulis di gerbang sekolah bukan sekadar hiasan semata, melainkan benar-benar menjadi pedoman nyata dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan layak bagi seluruh anak bangsa di wilayah Pakkat, khususnya dan Kabupaten Humbang Hasundutan pada umumnya.

Tonny.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembangunan dan Rehab Di SMK Negeri 2 Pakkat, Tanpa Papan Proyek Di Duga Proyek Siluman.

25 Juli 2026 - 11:05 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan Bresman Sianturi Dari Faksi Demokrat, Gotongroyong bersama Warga.

25 Juli 2026 - 10:57 WIB

Bupati Humbahas Berikan Apresiasi kepada ‘Pahlawan Orange’ Ditengah Rangkaian Kegiatan HUT ke-23 Kab. Humbahas.

24 Juli 2026 - 21:53 WIB

RILIS YONGE SIHOMBING PENULIS BUKU BILINGUAL PRABOWONOM

24 Juli 2026 - 05:19 WIB

kepala sekolah SMKN2 pakkat jarang hadir dan tidak konsisten dalam memimpin sekolah

24 Juli 2026 - 05:11 WIB

Trending di Uncategorized