Yonge Sihambing SE, M.B.A. Pendiri Partai Indonesia maju.
Jakarta, Mei , Liputan Nusantara (LN), Visi Indonesia Emas 2045 adalah gagasan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada tahun 2045.
Melalui pesan singkat di WAG yang disampaikan Yonge pada 14 Mei 2026 kepada salah seorang penulis artikel ini (Ringo), yang juga menjadi anggota tim Yonge Sihombing mengatakan: Di tengah perjalanan panjang bangsa menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka, Ia menyampaikan rencana mendirikan Partai Indonesia Maju, atau PIM, bukan sebagai jalan sendiri, melainkan sebagai ajakan untuk bergotong royong bersama seluruh elemen bangsa.


Yonge Sihombing Ketua umum PPPT Bersama Jendral(purn)Binsar Luhut Panjaitan Ketua Dewan Ekonomi Nasional.
“Kami percaya, kata Yonge,cita-cita besar Indonesia Emas 2045 hanya bisa diraih kalau kita berjalan bersama. Pemerintah, partai politik, pengusaha, akademisi, tokoh agama, pemuda, dan seluruh rakyat — semuanya punya peran. Partai ini kami siapkan untuk menjadi jembatan, bukan pembatas,” ujarYonge.
“Di tengah dinamika global yang penuh dengan ketidakpastian, saya ingin hadir untuk berperan. Saya datang dengan penuh keterbatasan. Saya bukan siapa-siapa di dunia politik. Tapi justru karena itu, saya ingin belajar dengan hati yang terbuka dari para pendahulu dan partai-partai yang sudah lebih dulu mengabdi untuk negeri ini. Kami hadir bukan untuk bersaing, melainkan untuk ikut menjaga api semangat Indonesia Emas 2045 agar tidak padam,” ujarnya, Jumat (14/5/2026).kepada penulis
Adapun Visi Partai Indonesia maju ( PIM ) menjadikan Visi Indonesia Emas 2045 sebagai visi partainya. Demikian halnya, Misi Partai Indonesia Maju merupakan penjabaran dari misi nasional Indonesia Emas 2045 agar lebih mudah dijalankan di tingkat masyarakat dan daerah.
Visi Indonesia Emas 2045 disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 9 Mei 2019. Visi ini bertumpu pada empat pilar sesuai Pancasila dan UUD 1945: pembangunan manusia & IPTEK, ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan.
“Empat pilar ini adalah kompas kita lanjut Yonge. PIM tidak membuat visi baru. Kami hanya ingin menjadi bagian yang membantu mewujudkan visi besar bangsa ini sampai tuntas, bahkan setelah 2045,” tegas Yonge.
Sedangkan misi Partai Indonesia Maju sambung Yonge lagi,
1. Menguatkan pendidikan, riset, dan penguasaan IPTEK untuk mencetak SDM unggul.
2. Mendorong ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan inklusif untuk UMKM, industri, dan
ekonomi digital.
3. Mempercepat pemerataan pembangunan agar tidak ada wilayah yang tertinggal.
4. Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan melayani dengan hati.
Lebih lanjut Yonge mengatakan, PIM menetapkan tujuan yang sederhana dan membumi sebagai arah gerak organisasi:
1. Menjadi wadah gotong royong bagi seluruh warga negara yang ingin berkontribusi
mewujudkan Indonesia Emas 2045 tanpa sekat identitas.
2. Mendorong lahirnya kader politik yang berintegritas, kompeten, dan melayani dengan hati di tingkat pusat hingga desa.
3. Menguatkan demokrasi substantif melalui pendidikan politik, dialog terbuka, dan partisipasi masyarakat yang sehat.
4. Menjaga keberlanjutan pembangunan pasca 2045 dengan menyiapkan generasi penerus yang siap merawat fondasi bangsa
Lebih lanjut Yonge mengatakan, PIM menetapkan tujuan yang sederhana dan membumi sebagai arah gerak organisasi:
1. Menjadi wadah gotong royong bagi seluruh warga negara yang ingin berkontribusi
mewujudkan Indonesia Emas 2045 tanpa sekat identitas.
2. Mendorong lahirnya kader politik yang berintegritas, kompeten, dan melayani dengan
hati di tingkat pusat hingga desa.
3. Menguatkan demokrasi substantif melalui pendidikan politik, dialog terbuka, dan
partisipasi masyarakat yang sehat.
4. Menjaga keberlanjutan pembangunan pasca 2045 dengan menyiapkan generasi penerus yang siap merawat fondasi bangsa
“Tujuan kami lanjut Yonge yang juga ketua umum Panitia Percepatan Pembentukan Provinsi Tapanuli ( PPPT), sederhana: politik adalah jalan pengabdian. Kami tidak mengejar kekuasaan untuk dirinya sendiri, melainkan ingin memastikan setiap langkah membawa manfaat nyata bagi rakyat Indonesia,” kata Yonge.
Disisi lain Yonge mengatakan Tim formatur PIM saat ini bekerja dengan hati-hati untuk memenuhi seluruh persyaratan sesuai UU No. 2/2011 dan PKPU No. 4/2022. Permenkumham nomor 34 tahun 2017 tentang Tatacara pendaftaran Partai Politik. Proses ini dilakukan secara terbuka sebagai bentuk penghormatan kepada hukum dan kepercayaan publik.
Lebih lanjut dia menambahkan “Kami berkomitmen memenuhi setiap tahapan dengan jujur. Karena politik yang baik harus dimulai dari proses yang jujur dan transparan.
Kami ingin mengajak seluruh anak bangsa yang berkomitmen memajukan dan mensejahterakann
rakyat Indonesia.
PIM menegaskan dirinya bukan tandingan, melainkan pelengkap dalam demokrasi Indonesia. Yonge yang juga penulis buku “Prabowonomic” ini menyampaikan salam hormat kepada seluruh partai politik, tokoh bangsa, pengusaha, akademisi, dan masyarakat sipil yang telah lebih dulu berjuang.
Yonge menegaskan, Partai Indonesia Maju hadir untuk menyatukan kekuatan bangsa, bukan untuk memperlebar sekat perbedaan.
PIM menargetkan konsolidasi nasional pada Juni 2027 di Jakarta sebagai ruang silaturahmi dan konsolidasi bersama pengurus daerah. Verifikasi oleh KPU dijadwalkan pada periode 2027-2028 untuk tahapan Pemilu 2029.
“Kami memohon doa restu dan dukungan seluruh rakyat Indonesia. Mari kita satukan langkah agar ketika Indonesia berusia 100 tahun, negeri ini menjadi rumah yang adil, makmur, dan dibanggakan dunia. Kalau diberi kepercayaan, kami siap bekerja. Kalau belum, kami akan terus belajar dan mendengar,” tutupnya.(Ring-o)
[09.07, 16/5/2026] Ringo: Dokumen Partai Indonesia Maju.
















