Menu

Mode Gelap
“Makanan Bergiji Menunjang Kesehatan Lansia” Bapas Kelas I Jakarta Barat Tegaskan Komitmen Kolaborasi dengan Seluruh Elemen Forkopimko PGRI Ranting Secabang Tanggunggunung Resmi di Lantik Masyarakat Rajeg Segera Nikmati Akses Air Bersih, PERUMDAM TKR Wujudkan Pemerataan Layanan di Kabupaten Tangerang Bapas Jakbar Hadiri Penandatanganan MoU Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta Bersama Mitra Kerja  Pelantikan Pengurus dan Anggota Perkumpulan Profesor Teologia Nusantara (PPTN) di Rose Garden International Restaurant, Graha Indramas

News

“Makanan Bergiji Menunjang Kesehatan Lansia”

badge-check


					“Makanan Bergiji  Menunjang Kesehatan  Lansia” Perbesar

Peserta sekolah lansia pertemuan ke 6 & 7 di ruang Bernadus Jumat, 22 Mei

Jakarta, Mei, Liputan Nusantara (LN), Makanan terbaik untuk lansia adalah makanan kaya nutrisi, bertekstur lembut, dan mudah dicerna untuk mengimbangi penurunan fungsi pencernaan. Prioritas utamanya meliputi sumber protein untuk menjaga massa otot, kalsium untuk kesehatan tulang, serta serat yang cukup untuk mencegah sembelit.
Dalam paparannya Novi Tri Novi Kurniati Akhiryani ,SST,M.Giji Puskesmas Jati Melati menjelaskan , makan 3-5 kali sehari,makan pagi,siang ,malam diselingi snak diantara makan pagi dan siang dan diantara makan siang dan malam.

Tri Novi Kurniati Akhiryani ,SST,M.Giji Puskesmas Jati Melati (tengah,/beerjilbab ) nara sumber

Lansia mnikmati makanan bergiji

Kebutuhan nutrisi lansia tentu akan berbeda dengan orang yang lebih muda. Misalnya, lansia membutuhkan lebih sedikit kalori per harinya, namun tetap memerlukan berbagai zat gizi lainnya, seperti protein, serat, vitamin, dan mineral.(dilansir dari https://www.family.abbott/id-id/ensure )
Alasan Mengapa Kebutuhan Gizi Lansia Berbeda ?

susu-untuk-lansia-yang-mampu-penuhi-nutrisi-harian

Para ibu- ibu kom. Lansia sekolah di ruang Bernadus
Dilansir dari situs World Health Organization (WHO), ageing atau penuaan menjadi salah satu permasalahan global saat ini, mengingat angka harapan hidup yang meningkat. Populasi lansia pun semakin meningkat di seluruh dunia.
Di tahun 2002, jumlah lansia diperkirakan sekitar 605 juta jiwa di seluruh dunia, dan di tahun 2025, jumlah lansia diperkirakan meningkat di atas 1,2 juta jiwa di seluruh dunia, dengan sekitar 840 juta jiwa berada di negara berpendapatan rendah
Lalu mengapa kebutuhan gizi untuk lansia bisa berbeda dengan kelompok usia lainnya?.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi perubahan kebutuhan gizi pada lansia. Perlu diketahui juga bahwa kebutuhan gizi setiap orang tua juga dapat berbeda, tergantung kondisi medis yang dimilikinya. Hal pertama yang memengaruhi perubahan ini adalah metabolisme.
Menurut H Shimokata dkk.(1993) dalam jurnal Aging, Basal Metabolic Rate, and Nutrition, usia adalah salah satu faktor terpenting dalam perubahan metabolisme energi dan tingkat metabolisme basal seseorang menurun hampir secara linier seiring bertambahnya usia. Ini disebabkan oleh penurunan massa otot pada tubuh lansia.
Selain metabolisme, sistem pencernaan pada lansia juga melambat. Seiring bertambah usia, produksi air liur dan asam lambung juga menurun, sehingga membuat pencernaan lebih sulit dalam memproses vitamin dan mineral tertentu, seperti vitamin B12, B6, dan asam folat.
Kebutuhan nutrisi lansia tentu akan berbeda dengan orang yang lebih muda. Misalnya, lansia membutuhkan lebih sedikit kalori per harinya, namun tetap memerlukan berbagai zat gizi lainnya, seperti protein, serat, vitamin, dan mineral.
Banyak orang tua yang juga mengalami penurunan kesehatan karena berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi, gangguan ginjal, dan penyakit lainnya. Kondisi seperti ini membuat orang tua membutuhkan asupan gizi yang harus disesuaikan dengan kondisi kesehatannya.
Dilansir dari WHO (2020), bagi lansia wanita, penurunan hormon estrogen setelah menopause dapat menyebabkan osteoporosis atau pengeroposan tulang.
Osteoporosis pada lansia ini menjadi insidensi penyakit yang perlu difokuskan karena seringkali menyebabkan kecacatan dan kematian, serta pembiayaan kesehatan yang tidak sedikit.

Selain kebutuhan gizi yang berbeda, pola makan orang tua juga dapat berubah karena beberapa faktor lainnya. Faktor seperti masalah mengunyah dan menelan, perubahan indra perasa, hingga efek samping obat, dapat membuat orang tua lebih sulit makan dan membuat pemenuhan kebutuhan gizi seimbang lansia lebih sulit terwujud.

Selanjutnya Novi Kurniati Akhiryani,dalam paparannya menyarankan agar membatasi konsumsi gula,garam,lemak serta bahan tambahan makanan.Konsumsi makanan yang variative (karbohidrat,lemak baik, buah dan sayur ujar Novi.Dismping itu lanjut Novi konsumsi makanan sumber Kalsium susu dan produk olahannya,ikan , cegah pengeroposan tulang. Selain itu sambung dia lagi hindari rokok dan minuman beralkohol, Batasi konsumsi cafein dan kopi dan the serta kurangi minuman bersoda kata dia
Bila kesulitan mengunyah lanjut Noci lagi, karena gigi rusak atau ompong ,makanan harus lunak/lembek atau dicincang.

5 Rekomendasi Menu Makanan Lansia Pagi, Siang, dan Malam ( https://www.family.abbott/id-id/ensure )
Menu makanan yang sehat dan bergizi seimbang penting untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi orang lanjut usia atau lansia. Makanan orang tua yang sehat dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh sekaligus mengurangi risiko penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung dan diabetes.
Contoh Menu HarianSarapan: Oatmeal dengan potongan buah (pisang, alpukat, buah naga), susu rendah lemak, dan taburan chia seed atau flaxseed.
*. Camilan Pagi: Puding susu buah atau bubur kacang hijau dengan pisang matang.
*. Makan Siang: Nasi tim yang lembut, pepes ikan mas (atau bandeng presto), semur tahu, dan
sayur bening bayam jagung.Camilan Sore: Telur rebus atau biskuit gandum.
*. Makan Malam: Sup ayam dengan potongan kentang dan wortel atau salmon panggang dengan
sedikit minyak zaitun
Namun pada lansia, seiring terjadinya proses penuaan, fungsi sel dan organ tubuh juga akan menurun. Sehingga, mendorong perubahan dalam pola hidup agar tetap sehat, termasuk saat memilih menu makanan sehari-hari penting dilakukan.

Memperhatikan asupan makanan sehat dan bergizi seimbang ini juga sesuai panduan menjaga kesehatan lansia Kemenkes, selain tetap melakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan dan memiliki lingkungan yang ramah lansia.
Kebutuhan nutrisi lansia tentu akan berbeda dengan orang yang lebih muda. Misalnya, lansia membutuhkan lebih sedikit kalori per harinya, namun tetap memerlukan berbagai zat gizi lainnya, seperti protein, serat, vitamin, dan mineral (Ring-o).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

 Pelantikan Pengurus dan Anggota Perkumpulan Profesor Teologia Nusantara (PPTN) di Rose Garden International Restaurant, Graha Indramas

22 Mei 2026 - 00:27 WIB

“The Prabowonomics Institute Apresiasi Pidato Presiden Prabowo di DPR: Langkah Transparansi Kebijakan Ekonomi Dianggap Positif” (Press release )

20 Mei 2026 - 10:28 WIB

Kriminalisasi Pers vs Mekanisme Hukum: Ketika Laporan Polisi Justru Membungkam Karya Jurnalistik.

18 Mei 2026 - 15:51 WIB

“Yonge Sihombing Pendiri Partai Indonesia maju, Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045”

16 Mei 2026 - 13:01 WIB

Managemen konflik & Team Building. Pelatihan & Kaderissi Minggu ,10 Mei, Ruang Ignatius”

12 Mei 2026 - 14:22 WIB

Trending di Jakarta