Selanjutnya peserta foto Bersama di Bola dunia Malaysia.
Jakarta, September, Liputan Nusantara (LN), Dalam perjalanan Traveling Edu wisata Puskopdit Jakarta & MDJ-Asia ke Malaisya-Singapura,Dimana penulis (Ringo) kabiro DKI Jakarta media Liputan Nusantara salah seorang anggota Koperasi Simpan Pinjam Harapan Bahagia(CU) Jakarta, menjadi peserta traveling Malaisya & Singapura,meliputi 41 peserta yang tergabung dalam Puskopdit Jakarta, Traveling mengunjungi Koperasi NUCW Bernad. Malaysia.

Petikannya :
Dalam Pertemuan dengan pengurus Koperasi NUCW Bernad tersebut, mengatakan bahwa Koperasi NUCW ini berdiri 28 Desember 2004, dengan anggota saat ini berjumlah 6700 anggota. Adapun Visi dari NUCW Adalah : Menjadi Koperasi Kredit yang berkembang pesat berkelanjutan dan terkemuka di Malaysia yang memperjuangkan kemajuan sosial,ekonomi anggota dengan integritas,akuntabilitas dan inovasi.


Memakai topi London ( Ringo) penulis artikel
Sedangkan misi NUCW Adalah :
*. Menumbuhkan rasa kebersamaan diantara para anggotanya,
*. Mendorong terwujudnya koperasi yang demokratis dan dimiliki oleh para anggotanya.
*. Berupaya untuk pemberdayaan ekonomi berkelanjutan para anggotanya melalui diversivikasi sumber dayanya.
Tujunya ialah : Peningkatan sosial ekonomi para anggota kami, melalui diversivikasi sumber daya serta pengetahuan dan ketrampilan esensial yang dapat membentuk individu menuju kehidupan lebih baik.
Persyaratan menjadi anggota :
1. Warga negara Malaysia
2. Usia minimal 18 tahun
3. Tidak memiliki catatan kriminal
4. Belum pernah dinyatakan bangkrut
Memahami cara kerja koperasi NUCW :
Sumber dana : Tabungan Saham, Setoran, yuran keanggotaan,fasilitas kredit.
Kegiatan usaha: Pembiayaan pribadi : pasar Sasaran Pemerintah, BUMN
Pendapatan Pembagian laba Kegiatan , biaya operasional.
Pembagian laba dan Distribusi.
Pembiayaan pribadi kami : Latar belakang Kami memulai bukan sebagai Bank asing melainkan sebagai sebuah kolektif
Pertumbuhan kami dipandu oleh prinsip keamanan melalui diversivikasi.
Sejarahnya dimulai tahun 2015 lebih dari 1000 peminjam, lebih dari 43,9 juta pembiayaan disetujui.
Pasar sasaran : GLC, Pemerintahan ,lebih dari 1,5 juta audiens target potensial .
Mengapa memilih Pegawai ngeri, pegawai perusahaan milik negara untuk pembiayaan pribadi?
1. Pegawi negeri dan pegawai Perusahaan menerima gaji bulanan yang konsisten sehingga perilaku pembayaran lancer.
2. Meredka umumnya memiliki komitmen keuangan yang tertstruktur dan kecenderungan gagal bayar Yang lebih rendah dibandingkan denga segmen sektor suasta.
3. Tingkat perpindahan kerja yang rendah memastikan kelangsungan pembayaran yang lebih lama dan mengurangi Risiko pelunasan dini/gagal bayar.
4. Penghasilan, status pekerjaan dan catatan lebih mudah diverivikasi.
5. Integrasi dengan sistim pemotongan gaji memastikan pembayaran Kembali yang disipiln
Keuntungan menjadi angota Koperasi NUCW Berhad
1. Tabungan dengan imbal hasil tinggi
2. Modal dilindungi
3. Dividen menarik
4. Model bisnis yang aman (pembayaran pribadi)
5. Penunjukan calon dan wali
6. Kepatuhan hukum
7. Zakat ditanggung
8. Bebas pajak
Hubungi Kami
Telepon : 03-22765998
WA : 010-893n 8466
Marketing@kopnucw.com.my
Koperasuinucw.coAlamat: lt2 jalan Kampung Attap 50460 Kuala lumpur Malaysia.
Demikin sekilas audiensi Koperasi NUCW berhad Malaysia.(Ring-o)
Tangapan Puskopdit Jakarta atas paparan koperasi NUCW diatas CQ Agnes/eduwisatapuskopdit :
Belajar dari Malaysia, Membawa Pulang Inspirasi untuk Koperasi
Belajar dari Koperasi NUCW Berhad : Di tengah rangkaian perjalanan tersebut, kunjungan ke Koperasi NUCW Berhad menjadi salah satu agenda yang paling menarik. Koperasi yang berdiri sejak 28 Desember 2004 ini, berdasarkan materi yang dibagikan, memiliki 6.700 anggota. Visi dan misinya menekankan keberlanjutan koperasi, kemajuan sosial-ekonomi anggota, integritas, akuntabilitas, serta inovasi.Peserta mendapat gambaran tentang bagaimana NUCW menjalankan kegiatan usahanya, mulaidari sumber dana, aktivitas pembiayaan, pendapatan operasional, hingga pembagian manfaatm kepada anggota. Dari sini terlihat bahwa kegiatan usaha koperasi diarahkan bukan hanya untuk menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi anggota. Salah satu hal yang menarik perhatian peserta adalah layanan personal financing. Dalam materi bdisebutkan bahwa layanan ini dimulai pada 2015 dan telah melayani lebih dari 1.000 peminjam, dengan nilai pembiayaan yang disetujui sekitar RM43,9 juta. Sasaran utamanya antara lain pegawai pemerintah dan pekerja GLC. Pengelolaan pembiayaan tersebut juga didukung oleh sistem pemotongan gaji terpusat atau centralised salary deduction. Bagi peserta, hal ini menjadi salah satu contoh bagaimana pemanfaatan sistem dapat membantu membuat proses layanan dan pembayaran menjadi lebih teratur dan efisien
Teknologi dan Generasi Muda: Tantangan yang Tidak Bisa Diabaikan. Salah satu hal yang cukup membekas dari sesi sharing NUCW adalah perhatian mereka terhadap
perkembangan teknologi dan keberlanjutan koperasi di tengah perubahan zaman.
Teknologi semakin penting untuk membuat layanan koperasi lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan anggota. Di sisi lain, regenerasi juga menjadi perhatian. Generasi muda, termasuk Gen Z, perlu mendapat ruang agar semakin mengenal dan merasa dekat dengan koperasi.
Hal ini tentu relevan bagi PUSKOPDIT Jakarta. Koperasi perlu terus mencari cara untuk mengikuti perkembangan teknologi sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk mengenal, terlibat, dan ikut membangun koperasi.
Pada akhirnya, inovasi bukan hanya soal teknologi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana koperasi tetap dekat dengan anggota dan mampu menjawab kebutuhan generasi yang terus berubah.
Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Materi NUCW juga memperlihatkan perhatian yang cukup besar terhadap tata kelola dan pengelolaan risiko. Dalam sesi FAQ, dibahas pula struktur pengaturan koperasi, peran Board of Directors, penilaian kemampuan membayar peminjam, kewajiban keuangan eksternal, serta berbagai risiko yang perlu diperhatikan dalam pembiayaan.
Pembelajaran ini mengingatkan bahwa pertumbuhan usaha koperasi perlu berjalan Bersama dengan tata kelola, kepatuhan, dan manajemen risiko. Bukan hanya soal seberapa besar pembiayaan yang dapat disalurkan, tetapi juga bagaimana koperasi menjaga kualitas pembiayaan dan keberlanjutan organisasinya.
Belajar Sambil Menjelajah Kuala Lumpur Usai kunjungan ke NUCW, perjalana dilanjutkan dengan menjelajahi Kuala Lumpur. Peserta
mengunjungi Dataran Merdeka, Sultan Abdul Samad Building, River of Life, Masjid Jamek, Central Market, dan Petaling Street/Chinatown Hari kedua diawali dengan kunjungan ke Batu Caves, kemudian dilanjutkan dengan photo stop di Istana Negara, kawasan KLCC/Petronas Twin Towers, dan Saloma Link Bridge. Setelah itu peserta menikmati waktu untuk berbelanja di Berjaya Singei Wang Plaza, Kawasan Bukit Bintang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Johor Bahru.
Dari Johor Bahru Menuju Singapura Memasuki hari ketiga, peserta mengikuti mornin ncity tour di Johor Bahru, antara lain mengunjungi kawasan Masjid Sultan Abu Bakar pusat kota, Istana Bukit Serene/Crown Arch, dan Kawasan heritage Jalan Tan Hiok NeeSetelah makan siang, rombongan bergerak menuju Woodlands Checkpoint untuk melanjutkan perjalanan ke Singapura.
Di Singapura, perjalanan berlanjut ke Merlion Park dan Marina Bay Sands, Gardens by the Bay, Bugis Street/Kampong Glam, serta Sentosa Island. Rombongan kemudian menuju Jewel Changi Airport dan bersiap kembali ke Jakarta.
Lebih dari Sekadar Perjalanan Perjalanan tiga hari ini akhirnya memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar mengunjungi tempat-tempat baru.
Melalui kunjungan ke NUCW, peserta mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah koperasi mengembangkan layanan, mengelola pembiayaan, memanfaatkan sistem, dan memperhatikan tata kelola serta risiko. Perjalanan bersama juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan dan membangun jejaring antar peserta. Yang paling penting, perjalanan ini membawa satu pelajaran bahwa koperasi juga harus terus bergerak mengikuti perubahan zaman.
Teknologi terus berkembang dan karakter anggota pun ikut berubah. Generasi baru juga mulai masuk ke dunia kerja dan kehidupan ekonomi. Karena itu, koperasi perlu terus mencari cara agar tetap relevan, mudah dijangkau, dan mampu memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan anggotanya m Eduwisata PUSKOPDIT Jakarta ke Malaysia dan Singapura akhirnya bukan hanya tentang pergi, melihat, lalu kembali. Ada pengalaman, wawasan, dan inspirasi yang dibawa pulang untuk menjadi bahan pemikiran dalam pengembangan koperasi ke depan. Setiap perjalanan meninggalkan kenangan. Namun, perjalanan yang baik juga membawa pulang gagasan baru gagasan yang bisa menjadi bekal untuk melangkah dan berkembang bersama.(Ring-o)
















