Profil Jusuf Kalla, Kiprah Sang Pengusaha-Politikus 2 Kali Wapres
Jakarra, April , Liputan Nusantara (LN), Jusuf Kalla (JK), mantan Wakil Presiden RI, menyampaikan prediksi ini dalam sebuah acara diskusi ekonomi beberapa hari lalu. Ia menekankan pentingnya pemerintah mengambil kebijakan yang tepat untuk mengatasi tantangan ekonomi dan fiskal.
Prabowonomics Institute(The Print ) pimpinan Yonge Sihombing, SE, M.B.A, merilis tanggapannya terhadap prediksi Jusuf Kalla bahwa Indonesia bisa mengalami kekacauan (chaos) pada Juli-Agustus 2026. Ia (Jusup Kala) menekankan pentingnya pemerintah mengambil kebijakan yang tepat untuk mengatasi tantangan ekonomi dan fiskal.
Menurut Muhammad Said Didu, pengamat ekonomi dan politik, Jusuf Kalla memperingatkan bahwa defisit anggaran bisa mencapai 1.000 triliun rupiah jika tren defisit berlanjut.
Jusuf Kalla menyebutkan dua ancaman besar yang melatarbelakangi kekhawatirannya, yaitu eskalasi ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, serta warisan utang besar peninggalan pemerintahan Joko Widodo.
Jika ini terjadi ujar JK, dampaknya akan sangat terasa di lapisan bawah, seperti jalan-jalan di daerah rusak tidak diperbaiki, daerah kehabisan uang, dan Puskesmas tidak mampu lagi melayani masyarakat
Ketua The Print (Prabowonomics Institute),sekaligus menjadi ketum PPPT Yonge Sihombing, S.E.,M.B.A., menanggapi prediksi Jusuf Kalla bukanlah sesuatu yang mengejutkan, mengingat kondisi ekonomi saat ini yang memang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

Hari Pertama Jusuf Kalla Usai Tak Jabat Jadi Wapres lagi
Yonge justru mempertanyakan mengapa Jusuf Kalla menyampaikan prediksinya dalam situasi politik global sedang mengalami goncangan, apakah ini bagian dari skenario kepanikan Jusuf Kalla ?Tanya Yonge.

Yonge Sihombing, S.E., M.B.A Penulis buku Prabowonomic sekaligus ketum PPPT & ketua The Print


DPR & Pemerintah Sepakat Asumsi Makro RAPBN 2026, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,4%

Karena Jusuf Kalla hanya menyoroti fiskal, hutang luar negeri, dan politik global tanpa menjelaskan langkah dan upaya yang telah dilakukan pemerintah, dan capaian ekonomi pemerintah.
Jusuf Kalla juga tidak memberikan solusi konkret untuk mengatasinya. Mestinya ada solusinya, apalagi beliau mantan wakil presiden.
Karena itu Yonge menyampaikan agar pemerintah dan masyarakat jangan panik dengan prediksi dan skenario kepanikan Jusuf Kalla, karena kepanikan hanya akan memperburuk situasi.(Ring-o)















