Sitanala,Liputannusantara.id- Senin, 17 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81, jemaat Pouk Maranatha Sitanala menggelar ibadah syukur yang berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita. Perayaan ini menjadi momen untuk mengucap syukur atas penyertaan Tuhan bagi bangsa Indonesia sekaligus memperkuat komitmen umat Kristen dalam mengisi kemerdekaan dengan iman, kasih, dan pelayanan.
Firman Tuhan disampaikan oleh Bapak Gembala Pdt. Ruben Hatumena yang mengangkat nats dari Matius 5:13–15. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi garam dunia dan terang dunia. Garam melambangkan kehidupan yang membawa kebaikan, menjaga nilai-nilai kebenaran, serta memberi pengaruh positif di tengah masyarakat. Sementara itu, terang melambangkan kehidupan yang memancarkan kasih Kristus sehingga menjadi teladan bagi sesama.
Pdt. Ruben Hatumena mengajak seluruh jemaat agar semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata: hidup jujur, menjaga persatuan, menghormati sesama, serta berperan aktif membangun bangsa sesuai dengan kehendak Tuhan. Menurut beliau, Indonesia akan semakin kuat apabila warganya menjadi pribadi-pribadi yang berintegritas dan berlandaskan kasih.
Ibadah HUT RI ke-81 di Pouk Maranatha Sitanala ditutup dengan doa syafaat bagi bangsa Indonesia, para pemimpin negara, serta harapan agar Tuhan senantiasa memberkati negeri ini dengan damai, keadilan, dan kemakmuran.
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)
Redaksi















