Menu

Mode Gelap
Personel Polresta Serang Kota Laksanakan Pengamanan Peringatan Imlek di Vihara Avalokitesvara Kasemen Kalapas Jember Pimpin Kerja Bakti, Siapkan Masjid Menyambut Bulan Suci Ramadhan Polisi Gagalkan Aksi Curanmor di Benda, Dua Remaja Diamankan* Kembangkan Kualitas Pendidikan Warga Binaan, Lapas Jember Gandeng PKBM Al Muttaqin Bakti Sosial dan Donor Darah HUT ke-53 KSPSI, Kapolri Tegaskan Dukungan untuk Kesejahteraan Buruh Wakapolres Cilegon Hadiri Panen Raya Padi, Wujud Sinergi Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Uncategorized

Di bawah Guyuran Hujan Lebat Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko Bersama Buruh Yang sedang Unjuk Rasa di Depan Pendopo Bupati Serang

badge-check


					Di bawah Guyuran Hujan Lebat Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko Bersama Buruh Yang sedang Unjuk Rasa di Depan Pendopo Bupati Serang Perbesar

SERANG, Liputannusantara.id-Di bawah guyuran hujan lebat yang mengguyur tanpa ampun, aksi unjuk rasa buruh di depan Pendopo Bupati Serang, Kamis (18/12/2025), justru berubah menjadi pemandangan tak biasa.

Dentuman house music menggema, dan Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko tampak berjoget santai bersama ribuan buruh yang hadir.

Sekitar dua ribu massa buruh yang awalnya berdiri dengan raut serius perlahan larut dalam suasana. Spanduk tuntutan tetap terangkat, namun kaki ikut bergerak mengikuti irama musik.

“Hujan bukan penghalang, yang penting aspirasi tetap jalan dan situasi tetap aman,” ujar AKBP Condro Sasongko sambil tersenyum di sela jogetan.

Aksi joget ini dilakukan Kapolres saat suasana mulai memanas lantaran Bupati Serang belum menemui massa. Alih-alih membiarkan emosi memuncak, Kapolres memilih pendekatan unik. “Kalau bisa cair, kenapa harus tegang. Kita jaga kondusivitas bareng-bareng,” kata Condro.

Tak hanya Kapolres, sejumlah personel pengamanan ikut berjoget ringan. Barisan polisi yang biasanya berdiri kaku kini tampak lentur, meski tetap siaga. Pemandangan ini sontak disambut sorak dan tawa buruh yang menyebut aksi tersebut sebagai “demo rasa konser”.

Meski suasana cair, tuntutan buruh tetap serius. Dalam orasinya, perwakilan buruh menegaskan tiga tuntutan utama. “Kami minta pemerintah daerah segera menggelar sidang pleno pengupahan, jangan ditunda-tunda lagi,” ujar Asep Saefullah, salah satu orator dari atas mobil komando.

Tuntutan kedua, buruh mendesak penetapan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tahun 2026 sebesar 12 persen. “Harga kebutuhan naik, hujan saja makin deras, masa upah nggak naik?” celetuk seorang buruh yang disambut tawa massa.

Selain itu, buruh juga menuntut penetapan kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Tahun 2026. “Kami ingin kenaikan yang adil dan berpihak pada buruh, bukan cuma angka di atas kertas,” tegas perwakilan buruh lainnya.

Aksi unjuk rasa pun berlangsung aman dan kondusif. Demonstrasi yang semula diwarnai ketegangan berubah menjadi penuh gelak tawa, membuktikan bahwa menyampaikan aspirasi bisa tetap serius, namun tak harus selalu dengan wajah tegang bahkan bisa sambil berjoget di bawah hujan.

Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Personel Polresta Serang Kota Laksanakan Pengamanan Peringatan Imlek di Vihara Avalokitesvara Kasemen

17 Februari 2026 - 07:04 WIB

Kalapas Jember Pimpin Kerja Bakti, Siapkan Masjid Menyambut Bulan Suci Ramadhan

17 Februari 2026 - 06:10 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Curanmor di Benda, Dua Remaja Diamankan*

17 Februari 2026 - 02:51 WIB

Kembangkan Kualitas Pendidikan Warga Binaan, Lapas Jember Gandeng PKBM Al Muttaqin

16 Februari 2026 - 16:40 WIB

Bakti Sosial dan Donor Darah HUT ke-53 KSPSI, Kapolri Tegaskan Dukungan untuk Kesejahteraan Buruh

16 Februari 2026 - 10:24 WIB

Trending di Uncategorized