Menu

Mode Gelap
“Memahami Proses Penuaan dan Perubahan Psikologi Lansia, ,Jumat 17 April 2026 ruang Bernadus Gereja Kampung Sawah Paroki Servatius Bekasi” Pertegas Komitmen, Lapas Jombang Gelar Ikrar Bersama Bebas dari Peredaran Handphone dan Narkoba Implementasi Prinsip Good Governance dalam Penyelenggaraan Hukum Administrasi Negara di Indonesia Wujudkan Pelayanan Prima, Kalapas Jember Kukuhkan Personel Naik Pangkat “Munaslub IKAL Lemhannas RI Tetapkan Kepemimpinan Baru, Perkuat Konsolidasi Nasional Sabtu 11 April 2026, di Kantor Lemhannas ,Jakarta, Pusat” Undangan Peluncuran Buku Prabowonomic dan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-67 kepada Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) oleh Yonge Sihombing

Uncategorized

Rakor Eksternal Kesiapan Ops Ketupat Maung 2026: Sinergi Lintas Sektor Amankan Arus Mudik dan Balik di Cilegon

badge-check


					Rakor Eksternal Kesiapan Ops Ketupat Maung 2026: Sinergi Lintas Sektor Amankan Arus Mudik dan Balik di Cilegon Perbesar

 

Cilegon,Lipitannusantara.id-Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H, Polres Cilegon menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Eksternal Ops Ketupat Maung 2026 di Aula Wicaksana Leghawa. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H., S.I.K., M.Si., dan dihadiri unsur Forkopimda serta para pemangku kepentingan lintas sektoral. Senin (2/3/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wali Kota Cilegon H. Robinsar, Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiatoro, Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Imam Buchori, perwakilan Kejari, KSOP, ASDP, Pelindo, BBJ, KBS, BMKG, BPBD, Basarnas, Dishub, Dinkes, serta unsur TNI–Polri dan stakeholder lainnya.

Kapolres Cilegon dalam sambutannya menegaskan bahwa rakor eksternal ini merupakan lanjutan dari rapat internal yang telah dilaksanakan sebelumnya, guna memetakan potensi kerawanan serta menentukan langkah strategis di lapangan. Ia menekankan pentingnya sinergitas antarinstansi dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penumpang, khususnya pada lintasan tersibuk nasional yakni Merak–Bakauheni.

Berdasarkan paparan, arus penyeberangan melalui Pelabuhan Merak diprediksi menjadi yang terpadat dengan estimasi pergerakan mencapai 6,06 juta orang. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret 2026 (H-3), sementara puncak arus balik pada 28–29 Maret 2026 (H+7).

Dalam skema pengaturan pelabuhan, distribusi kendaraan akan dibagi ke beberapa titik strategis, yakni Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan BBJ Bojonegara, serta Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera sebagai langkah kontingensi. Pengaturan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Dirjen Perhubungan Darat, Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Bina Marga, dan Kakorlantas Polri terkait pembatasan operasional angkutan barang.

Polres Cilegon juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dan delaying system di Rest Area KM 43 dan KM 68, serta penempatan buffer zone di sejumlah titik, termasuk kawasan industri dan Jalan Lingkar Selatan. Diskresi kepolisian akan dikedepankan secara terukur apabila antrean kendaraan telah mencapai batas kritis.

Dalam paparan Kasat Intelkam dan Kasat Lantas, dipetakan sejumlah potensi kerawanan, mulai dari penumpukan kendaraan di dermaga eksekutif, kecelakaan lalu lintas dan laut akibat cuaca ekstrem, gangguan kamtibmas, hingga potensi kelangkaan BBM. Selain itu, jalur wisata, pusat perbelanjaan, SPBU, dan kawasan industri juga menjadi fokus pengamanan.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, akan didirikan 13 Pos Pengamanan (Pospam), 2 Pos Pelayanan (Posyan), serta 1 Pos Terpadu di Exit Tol Cilegon Timur. Pos Terpadu akan difungsikan sebagai command center dengan sistem K3I (kendali, komunikasi, koordinasi, dan informasi) guna memantau situasi secara real time.

Kekuatan personel gabungan yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Maung 2026 mencapai ribuan personel dari Polri, TNI, Dishub, Dinkes, Satpol PP, Basarnas, BPBD, hingga unsur pelabuhan dan operator kapal.

Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan, Polres Cilegon juga membentuk Tim Siaga Bencana terpadu. Langkah ini meliputi pemetaan daerah rawan banjir dan longsor, penguatan koordinasi dengan BMKG, optimalisasi layanan 110, serta kesiapan sarana evakuasi.

Wali Kota Cilegon dalam arahannya menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dan responsif kepada masyarakat. Ia berharap seluruh petugas menampilkan sikap ramah, memberikan edukasi, serta memastikan arus mudik dan balik berjalan aman, nyaman, dan lancar.

Rakor ditutup dengan komitmen bersama seluruh stakeholder untuk mengedepankan kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi intensif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026, demi terwujudnya pengamanan Idul Fitri yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Cilegon.

Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertegas Komitmen, Lapas Jombang Gelar Ikrar Bersama Bebas dari Peredaran Handphone dan Narkoba

17 April 2026 - 09:52 WIB

Implementasi Prinsip Good Governance dalam Penyelenggaraan Hukum Administrasi Negara di Indonesia

17 April 2026 - 09:40 WIB

Wujudkan Pelayanan Prima, Kalapas Jember Kukuhkan Personel Naik Pangkat

16 April 2026 - 15:31 WIB

Undangan Peluncuran Buku Prabowonomic dan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-67 kepada Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) oleh Yonge Sihombing

16 April 2026 - 07:06 WIB

Menjatuhkan Marwah Fakultas Hukum, Roni Harahap PJS BEM FH UMT Desak APH Berikan Sanksi Tegas Terhadap 16 Oknum Pelecehan Seksual di UI

16 April 2026 - 04:30 WIB

Trending di Uncategorized