JEMBER ,Liputannusantara.id- Komitmen tegas dalam mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang bersih dari Handphone, Pungli, dan Narkoba (Zero Halinar) kembali ditunjukkan oleh Lapas Kelas IIA Jember, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan razia kamar dan tes urine warga binaan, pada Selasa (20 Januari 2026).

Razia dipimpin langsung oleh Kalapas Jember, RM. Kristyo Nugroho, serta diikuti Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal), staf, dan jajaran pengamanan. Petugas melakukan pemeriksaan secara cermat dan menyeluruh, baik terhadap badan warga binaan maupun kamar hunian. Setiap sudut kamar diperiksa dengan teliti, mulai dari tempat tidur, rak penyimpanan, hingga barang-barang pribadi warga binaan.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian. Namun demikian, tidak ditemukan barang terlarang seperti : handphone, narkoba, maupun senjata tajam. Seluruh barang hasil temuan langsung diamankan, didata, dan selanjutnya akan dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Sebagai langkah penguatan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urine terhadap warga binaan yang dipilih secara acak. Tes urine dilakukan oleh Tim Kesehatan Lapas Jember, dan dari hasil pemeriksaan seluruhnya menunjukkan hasil “Negatif”.
Kalapas menjelaskan bahwa kegiatan razia dan tes urine ini merupakan langkah preventif sekaligus upaya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
“Kegiatan razia dan tes urine ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menciptakan lingkungan Lapas yang aman, bersih, dan kondusif. Kami berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan serta penertiban terhadap segala bentuk penyimpangan, demi mewujudkan Zero Halinar di Lapas Jember,” tegas Kalapas.
Sementara itu, Ka. KPLP, Shiddiq Nugroho, menegaskan bahwa pengawasan dan penertiban akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pengamanan dan deteksi dini. Kami tidak akan memberi ruang bagi masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas. Seluruh jajaran pengamanan siap menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Pada sela-sela kegiatan, Kalapas juga memberikan pengarahan dan motivasi kepada warga binaan. Beliau berpesan agar seluruh warga binaan senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku, menjaga kebersihan kamar hunian, serta turut berperan aktif dalam menciptakan suasana Lapas yang aman, tertib, dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Lapas Jember dapat menjadi tempat pembinaan yang optimal bagi warga binaan selama menjalani masa pidana, sekaligus meminimalisir potensi gangguan keamanan di lingkungan Lapas.
.-🇮🇩❤️🇮🇩-.














