Menu

Mode Gelap
Polda Banten dan Basarnas Lakukan Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda* Kombes Herbin Sianipar Resmi Jabat Kapolres Metro Tangerang Kota Anggota DPRD Kota Tangerang Komisi II, Natalie Marbun mendorong agar Kecamatan Larangan menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan dalam rencana pembangunan SMP Negeri baru. Koramil 02/Batuceper Gelar Bakti Sosial, Khitan Gratis hingga Makan Siang Bersama Warga 250 Paket Sembako Disalurkan, Lapas Kelas I Tangerang Perkuat Kedekatan dengan Warga “”SEJARAH PERJUANGAN DOB PROVINSI TAPANULI: Mewarisi Sejarah, Membangun Harapan “September 2026”

Jakarta

“Pelatihan Deep Learning Untuk Guru SD SDN Bungur Senen Jakarta Pusat

badge-check


					“Pelatihan Deep Learning Untuk Guru SD SDN Bungur Senen Jakarta Pusat Perbesar

DR (C) Iramdan (Berdiri pegang mig) sedang memberikan pelatihan dihadapn audiens.
Oleh :  DR (C) Iramdan Dosen Unindra &  Wakil Sekjen bidang Pendidikan  Lemhanas RI. ,dipublikasikan oleh  Drs.M.Siringoringo, M.Pd Kabiro Liputan Nusantar DKI Jakarta.

Jakarta, Juli, Liputan Nusantara (LN) ,Deep Learning adalah metode kecerdasan  buatan,Artifisial Inteligens  (AI) yang mengajarkan computer untuk memproses data dengan cara yang terinspirasi oleh otak manusia, Tanggal 11,12 Juli 2025″.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memperkenalkan pendekatan pembelajaran baru yang disebut Deep Learning. Ia menegaskan bahwa Deep Learning bukan sekadar tren teknologi, melainkan pendekatan pendidikan yang bisa membawa transformasi signifikan dalam dunia pembelajaran, terutama dalam hal membentuk pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berkesan bagi siswa.

Namun, perlu digarisbawahi kata Abdul  Mu’tibahwa istilah Deep Learning dalam konteks pendidikan yang digunakan Mendikdasmen berbeda dari istilah serupa dalam dunia teknologi kecerdasan buatan. (Artifisial Inteligen  (Detikjatim )

Sebagaimana penulis jelaskan pada Liputan Nusantara edisi   Marert 25, dibawah judul  “Pandangan Gereja Katolik tentang Artificial Intelligence (AI).

Iramdan beserta Dewan guru foto bersama.

Menurut H.A.Simon menyebutkan AI merupakan semua tempat penelitian, instruksi, dan aplikasi yang berkaitan dengan pemrograman komputer. Tujuannya untuk melakukan suatu hal yang dianggap cerdas oleh manusia. Menurut Kristianto mendefinisikan sebagai salah satu bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang dibuat secara khusus untuk perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam suatu sistem kecerdasan di perangkat komputer.sementara pendapat Rich & Knight Mereka berpendapat kecerdasan buatan merupakan sebuah studi tentang cara komputer dapat melakukan hal-hal yang dapat dilakukan lebih baik oleh manusia. (dikutip dari tiro.id)Seorang sahabat lama DR (C) Iramdan M.Pd, menjadi p-embicara pada   PELATIHAN DEEP LEARNING UNTUK GURU SDN 01,03  BUNGUR SENEN JAKARTA PUSAT,Tanggal 11,12 Juli 2025yang baru lalu.

Nunga terkirim be katua, panaek ma ate ? mlt

Menurut Ramdan (panggilan akrabnya) ada beberapa tujuan pelatihan :

  • Memperkenalkan konsep deep learning dalam konteks pendidikan dasar
  • Meningkatkan kapasitas guru dalam merancang pembelajaran yang mindful (kesadaran), meaningful ( bermakna) , dan joyful (Menyenakan )
  • Mendorong penerapan Kurikulum Merdeka secara lebih kontekstual dan transformative

DR (C) Irramdan dosen tetap UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI JAKARTA & Wakil Sekjen bidang Pendidikan  Lemhanas RI.    aktif dan dipercaya selalu diminta  Kementerian Lembaga  Negara dan BUMN untuk menjadi nara sumber menunjukkan reputasi akademik dan profesional yang sangat kuat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memperkenalkan pendekatan pembelajaran baru yang disebut Deep Learning. Ia menegaskan bahwa Deep Learning bukan sekadar tren teknologi, melainkan pendekatan pendidikan yang bisa membawa transformasi signifikan dalam dunia pembelajaran, terutama dalam hal membentuk pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berkesan bagi siswa.(dilansir dari Detikjatim)

Mendikdasmen menambahkan keberhasilan pendekatan Deep Learning dalam sistem pendidikan sangat bergantung pada tiga elemen kunci: Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning. Ketiga pilar ini saling melengkapi dalam menciptakan pembelajaran yang mendalam dan menyenangkan.

Dalam pelatihan tersebut DR (C) Iramdan menyampaikan Materi yang

Berdampak

  • Deep learning dan pembelajaran berbasis nilai
  • Penguatan growth mindset dan refleksi kritis
  • Integrasi nilai Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran.

Dampak Sosial dan Akademik

  • Mendorong guru menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing
  • Menumbuhkan generasi muda yang berpikir kritis, berkarakter, dan cinta tanah air
  • Menyebarluaskan praktik baik pendidikan yang relevan dan transformative

Ketiga pendekatan ini jika dipadukan, diharapkan tidak hanya menciptakan proses belajar yang menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan motivasi intrinsik agar siswa menjadi pembelajar seumur hidup.ujar mendiknasmen.(Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“”SEJARAH PERJUANGAN DOB PROVINSI TAPANULI: Mewarisi Sejarah, Membangun Harapan “September 2026”

4 September 2026 - 13:34 WIB

“”Air Mata untuk Tanah Tumpah Darah”

27 Agustus 2026 - 11:04 WIB

 Mata Sehat,Lansia Hebat,Tetap Mandiri dan Aktif.

26 Agustus 2026 - 01:06 WIB

Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju dalam AcaraHUT RI ke 81 di Istana Negara 17 Agustus 2026″

20 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Rupiah Berdaulat, Indonesia Bermartabat”Dalam Festival FERBI 14 s.d 16 Agustus di Istora Senayan”

18 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Trending di Jakarta