Menu

Mode Gelap
 Baksos KRIS Panti Asuhan Santo Yusup Sindanglaya Cipanas Agustus 26 mendatang” Pemerintah Daerah Bersama DPRD Humbahas Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Pembentukan Perangkat Daerah. Korban Dugaan Penganiayaan dan Perusakan Minta Keadilan, Kuasa Hukum Desak Polsek Kebayoran Lama Segera Tetapkan Tersangka Dekopinda Dituntut Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Koperasi Modern dan Berdaya Saing “UNDANGAN LIPUTAN PRESS CONFERENCE” Wujudkan Kemandirian, Bapas Jakbar Pastikan Klien Siap Bersaing di Dunia Usaha

News

 Baksos KRIS Panti Asuhan Santo Yusup Sindanglaya Cipanas Agustus 26 mendatang”

badge-check


					 Baksos KRIS Panti Asuhan Santo Yusup Sindanglaya Cipanas Agustus 26 mendatang” Perbesar

Perayaan Yubelium 150 tahun Kongregasi PBHK

Jakarta, Juli, Lipuan Nusantara (LN), Dalam WAG Keluarga Alkitab, Adharta ketua Umum KRIS, (Killcovid-19 Relief International Services), Kamis 23 Juli menjelaskan bahwa tinggal 17 hari lagi mereka akan melakukan Bakti Sosial dipanti Asuhan Santo Yusup Sindang laya Cipanas.
Tidak terasa sisa 17 hari lagi kita menuju Bakti Sosial KRIS ujar Adharta, Panitia semakin sibuk Hari ini Subuh Tim pelaksana Ibu Magdalena,Ibu Wenny, Ibu Betsy,Ibu Monica. Pagi pagi subuh sudah meluncur ke Sindanglaya Cipanas Jangan lupa makan enak ya kata Adharta. Selamat bertugas ibu.kata dia. Ibu ibu ini tidak kenal lelah berjuang untuk membantu Anak Anak Panti Asuhan Santo Yusup Kita sebut Anak Anak titipan Allah Bapa kita Pagi subuh ini aku juga terbangun lebih awal.

Perayaan Yubelium 150 tahun Kongregasi PBHK


Adharta Ongkosaputra,yang tidak pernah lelah melakukan kegiatan kemanusiaan membantu sesama,melakukan kunjungan ke RS Cilacap bersama 32 orang tim relawannya, untuk membantu beberapa peralatan Rumah sakit dan kebutuhan Serta membagi Kacamata Ukuran dan kaca mata baca. Sebagaimana penulis (Ringo) beritakann di media ini edisi Februari ‘25 dibawh judul “Kunjungan RS.Santa Maria Cilacap Sekaligus Bakti Sosial” Namun kata Adharta, tujuan utama kunjungan tersebut adalah untuk memperkenalkan RSU Santa Maria, di propinsi Jawa tengah maupun ke seluruh wilayah Indonesia bahkan keluar negeri ujarnya. RSU Santa Maria Cilacap di pimpin oleh Suster Vincent PBHK (Putri Bunda Hati Kudus) bersama beberapa suster PBHK lainnya. Walaupun kecil tapi memiliki arti yang sangat strategis. Melayani Masyarakat Panti Asuhan St, Yusup Sindang Laya, Udara terasa sejuk, namun ada sesuatu yang berbeda di dalam hati. Bukan dingin melainkan sebuah panggilan,melainkan sebuah panggilan halus yang tak bisa diabaikan. Aku terdiam sejenak, mengingat kembali wajah-wajah kecil itu.
Pada tahun 1969 para Suster PBHK menanggapi kebutuhan masyarakat melalui karya kerasulan baru dibidang kesehatan dengan didirikannya Balai Pengobatan Santo Yosep dan Rumah Bersalin Santa Maria di jalan Melati nomor 25 Cilacap.
Setelah melalui beberapa kali pembicaraan, pertimbangan, masukan dari masyarakat, dan belajar dari beberapa sumber, maka Dewan Pimpinan para suster PBHK memutuskan BP Santo Yusup dan RB Santa Maria Cilacap dikembangkan menjadi Rumah Sakit Umum Santa Maria yang beralamat di jalan Ahmad Yani nomor 38 Cilacap, hingga sekarang.
Lebih lanjut lanjut Adharta, Tatapan mata yang sederhana, , bahwa memberi adalah tentang apa yang kita bawa. Berapa banyak bantuan. Seberapa besar nilai yang kita serahkan. Namun di Panti Asuhan Santo Yusup, saya tidak menyingkat PASY (Panti Asuhan Santo Yusup ) karena nama Santo Yusup terlalu Indah untuk disingkat Lebih baik saya ucapkan berapa kalipun aku belajar sesuatu yang berbeda. Bahwa memberi dimulai dari mendengar. Mendengar tanpa menyela. Mendengar tanpa menghakimi. Mendengar tanpa terburu-buru ingin menjawab. Karena di balik setiap anak di sana, ada cerita yang tidak selalu mudah diucapkan. Ada luka yang belum sepenuhnya sembuh. Ada rindu yang tidak tahu harus ditujukan ke mana. Dan kadang… mereka hanya butuh satu orang yang mau duduk, diam, dan benar-benar hadir. Aku membayangkan, bagaimana rasanya tumbuh tanpa suara yang memanggil nama kita dengan penuh kasih. Tanpa pelukan saat takut. Tanpa tempat pulang yang pasti. Namun luar biasanya, anak-anak itu tetap tersenyum. Saya ada group Geng Santo Yusup nanti akan saya ceritakan
Mereka tetap belajar. Mereka tetap bermain. Mereka tetap berharap. Dan justru di situlah,
kita yang datang belajar dari mereka. Belajar tentang kekuatan. Belajar tentang ketulusan.
Belajar bahwa hidup tidak selalu harus sempurna untuk tetap bisa dijalani dengan penuh makna.
Teman-teman, sahabat terkasih
KRIS, Sahabatku semua,Keluargaku 17 hari lagi kita akan melangkah ke sana. Mari kita siapkan diri, bukan hanya dengan rencana, bukan hanya dengan logistik, tetapi dengan hati yang siap mendengar. Hati yang siap mendengar Jangan hanya datang untuk memberi.
Datanglah untuk mengenal. Jangan hanya melihat mereka sebagai yang membutuhkan.
Lihatlah mereka sebagai guru kehidupan kita Yang sangat berharga Yang tidak dapat Anda temukan dimanapun Karena mungkin, di hari itu nant bukan mereka yang berubah karena kita,
tetapi kita yang akan berubah karena mereka. Mari kita hadir, dengan waktu yang utuh, dengan perhatian yang penuh, dan dengan cinta yang tidak setengah setengah.
Sampai jumpa di hari yang telah kita nantikan.Tutup Adharta.(Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korban Dugaan Penganiayaan dan Perusakan Minta Keadilan, Kuasa Hukum Desak Polsek Kebayoran Lama Segera Tetapkan Tersangka

23 Juli 2026 - 11:18 WIB

“UNDANGAN LIPUTAN PRESS CONFERENCE”

22 Juli 2026 - 14:24 WIB

“Kesehatan Gigi & Mulut Lansia untuk mencegah Berbagai Penyakit”

20 Juli 2026 - 03:44 WIB

Persahabatan Tumbuh dari Benih Cinta dan Kasih Sayang. Dalam Kebersamaan 

19 Juli 2026 - 13:11 WIB

Pameran 14 Program Prioritas Presiden Menjadi Bagian Summit”

18 Juli 2026 - 03:24 WIB

Trending di Jakarta