Lebak, liputannusantara.id – Dalam semangat menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SMK BIM Banjarsari, yang berlokasi di Kecamatan Banjarsari, Lebak, Banten, menggelar acara tahunan yang sangat dinanti, yaitu Sanlat atau Pesantren Kilat, Selasa (10/3/2026).
Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah disambut dengan penuh berkah dan kegiatan positif di sekolah tersebut.
Kegiatan ini dirancang khusus untuk memperdalam pemahaman dan praktik keagamaan siswa, sekaligus membentuk karakter mulia di kalangan generasi muda.
Kepala Sekolah SMK BIM Banjarsari, Eros Herlina, S.E., M.A.K., menjelaskan bahwa Sanlat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah barometer penting untuk mengukur sejauh mana kompetensi keagamaan siswa.
“Kita adakan kegiatan Sanlat sebagai tolak ukur bidang keagamaan. Jadi, di sini siswa tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga tetap melanjutkan proses belajar mengajar seperti biasa,” ujarnya, menekankan keseimbangan antara pendidikan umum dan agama.
Adinda, selaku Ketua Panitia Pelaksana, menambahkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah pembentukan karakter siswa, khususnya dalam hal kemampuan membaca Al-Qur’an.
“Selain mengaji, siswa juga diwajibkan untuk aktif dalam kegiatan hafalan Al-Qur’an. Ini penting untuk menumbuhkan cinta mereka pada kitab suci,” ungkap Adinda. Ia juga menyoroti relevansi Sanlat dengan momen istimewa Nuzulul Qur’an.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyambut Nuzulul Qur’an, agar siswa dapat lebih menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran luhur yang terkandung di dalamnya,” tambahnya.
Selama Sanlat, para siswa akan menjalani serangkaian pengukuran kompetensi ibadah, yang meliputi shalat, puasa, zakat, dan mengaji.
Kepala Sekolah menegaskan, “Sanlat ini menjadi momen kita mengukur kompetensi ibadah anak, khususnya dalam hablumminallah, yaitu hubungan dengan Allah SWT. Semua aspek ibadah fundamental seperti shalat, puasa, zakat, dan kemampuan mengaji akan kami nilai secara komprehensif.”
Proses penilaian kompetensi ini akan dilaksanakan melalui tes setoran surat-surat pendek Al-Qur’an. Hasil dari tes dan evaluasi selama Sanlat nantinya akan dilaporkan langsung kepada orang tua siswa.
“Nantinya, saya akan membuat laporan yang detail kepada orang tua siswa, terutama untuk kelas sepuluh yang mungkin masih perlu bimbingan dalam mengaji. Laporan ini juga akan memuat perkembangan siswa yang dari tahun sebelumnya, agar orang tua bisa memantau perubahan dan peningkatan anak-anak mereka,” jelas Kepala Sekolah.
Dengan demikian, SMK BIM Banjarsari terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara holistik, baik dari sisi keilmuan maupun keagamaan, untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia dan beriman.(Iwan H)
Lebak, Suararepubliknews – Dalam semangat menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SMK BIM Banjarsari, yang berlokasi di Kecamatan Banjarsari, Lebak, Banten, menggelar acara tahunan yang sangat dinanti, yaitu Sanlat atau Pesantren Kilat, Selasa (10/3/2026).
Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah disambut dengan penuh berkah dan kegiatan positif di sekolah tersebut.
Kegiatan ini dirancang khusus untuk memperdalam pemahaman dan praktik keagamaan siswa, sekaligus membentuk karakter mulia di kalangan generasi muda.
Kepala Sekolah SMK BIM Banjarsari, Eros Herlina, S.E., M.A.K., menjelaskan bahwa Sanlat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah barometer penting untuk mengukur sejauh mana kompetensi keagamaan siswa.
“Kita adakan kegiatan Sanlat sebagai tolak ukur bidang keagamaan. Jadi, di sini siswa tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga tetap melanjutkan proses belajar mengajar seperti biasa,” ujarnya, menekankan keseimbangan antara pendidikan umum dan agama.
Adinda, selaku Ketua Panitia Pelaksana, menambahkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah pembentukan karakter siswa, khususnya dalam hal kemampuan membaca Al-Qur’an.
“Selain mengaji, siswa juga diwajibkan untuk aktif dalam kegiatan hafalan Al-Qur’an. Ini penting untuk menumbuhkan cinta mereka pada kitab suci,” ungkap Adinda. Ia juga menyoroti relevansi Sanlat dengan momen istimewa Nuzulul Qur’an.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyambut Nuzulul Qur’an, agar siswa dapat lebih menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran luhur yang terkandung di dalamnya,” tambahnya.
Selama Sanlat, para siswa akan menjalani serangkaian pengukuran kompetensi ibadah, yang meliputi shalat, puasa, zakat, dan mengaji.
Kepala Sekolah menegaskan, “Sanlat ini menjadi momen kita mengukur kompetensi ibadah anak, khususnya dalam hablumminallah, yaitu hubungan dengan Allah SWT. Semua aspek ibadah fundamental seperti shalat, puasa, zakat, dan kemampuan mengaji akan kami nilai secara komprehensif.”
Proses penilaian kompetensi ini akan dilaksanakan melalui tes setoran surat-surat pendek Al-Qur’an. Hasil dari tes dan evaluasi selama Sanlat nantinya akan dilaporkan langsung kepada orang tua siswa.
“Nantinya, saya akan membuat laporan yang detail kepada orang tua siswa, terutama untuk kelas sepuluh yang mungkin masih perlu bimbingan dalam mengaji. Laporan ini juga akan memuat perkembangan siswa yang dari tahun sebelumnya, agar orang tua bisa memantau perubahan dan peningkatan anak-anak mereka,” jelas Kepala Sekolah.
Dengan demikian, SMK BIM Banjarsari terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara holistik, baik dari sisi keilmuan maupun keagamaan, untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia dan beriman.(Iwan H)














