Usai menyampaikan sambutan-sambutan berfoto bersama romo Wartaya SJ dengan kepala sekolah lansia,perwakilan camat, dan UPTD Pondok Melati dan peserta sekolah lansia
Jakarta, Februari, Liputan Nusantara (LN), Sekolah Lansia adalah sebuah wadah atau kegiatan yang berfungsi sebagai tempat pemberian informasi, pelatihan, permainan edukatif kesehatan, serta kegiatan sosial-budaya dan spiritual bagi kelompok usia lanjut.Launching Sekolah Lansia Kasih Untuk Negeri (KUN),Minggu,24 Januari 2026 Stadion Patriot Bekasi, sebagaimana penulis (Ringo) publikasi di Liputan Nusantara edisi 26 Januari 2026, dibawah judul “Launching Sekolah Lansia Kasih Untuk Negeri (KUN),


Romo Wartaya SJ sedang memberi sambutnnya.

Anastasia Pujiastuti kepala sekolah lansia menyampaika infomasi penting terkait sekolah lansia
Penulis menjelaskan bahwa, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, membuka acara Launching Sekolah Lansia Kasih Untuk Negeri (KUN).Sekolah Lansia ini bertema “Mewujudkan Lansia SMART: (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat)”
Dalam sambutannya Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dinilai sangat bermanfaat bagi para lansia di Kota Bekasi. Menurutnya, lansia bukanlah kelompok yang harus dipinggirkan, melainkan tetap memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

dr, Jhoni Timbul P.H. MM sedang menyampaikan paparannya terkait sekolah lansia
Menurut penulis terdapat klasifikasi usia lansia yang berubah seiring waktu dan berdasarkan standar berbeda, seperti 60 tahun ke atas menurut WHO dan 60-69 tahun (lansia muda), 70-79 tahun (lansia madya), dan 80 tahun ke atas (lansia tua) menurut Biro Pusat Statistik (BPS). Ada juga penggolongan lain seperti dari Ayo Sehat Kemenkes yang membagi lansia menjadi pra-lanjut usia (60-69 tahun), lanjut usia (70-79 tahun), dan lanjut usia akhir (80 tahun ke atas).
Menurut walikota Tri Adhianto , lansia bukanlah kelompok yang harus dipinggirkan, melainkan tetap memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Dalam pertemuan kedua sekolah lansia hari ini Sambutan romo Wartaya SJ,mengatakan : Kita berkumpul dan bertemu disekolah lansia ini untuk menimba ilmu.Ketika orang itu hidup tetap belajar, kalo sudah mati,sudah berhenti belajar.
Maka lanjut romo Wartaya SJ, maka saya menyambut gembira agar sekolah lansia ini bisa berkelanljutan. Melalui kegiatan ini oma/opa,mendapatkan apa yang telah dirumuskan oleh Instruktur yaitu yang pertama sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat (SMART) walau sudah usia 60 tahun lebih. Saya selalu menyampaikan lanjut romo lagi bagaimana menciptakan iklim yang baik yang pertama itu belajar dengan gembira dan senang,kedua bersyukur : ada teman-teman, Kepala sekolah, dan nara sumber, ketiga, belajar yan phisiknya disini,hatinya juga disini, tapi pikirannya jangan kemana-mana tetap juga disini. Itu saja yang bisa saya sampaikan kata romo menutup sambutanya.
Kita berkumpul dan bertemu disekolah lansia ini untuk menimba ilmu.Ketika orang itu hidup tetap belajar, kalo sudah mati,sudah berhenti belajarf.
Sambutan Kepala SekolahKUN (Anastasia Pujiastuti )
Ijinkan saya menyampaikan beberapa hal terkait Sekolah lansia ini mengawali sambutannya.
Kita bekerajasama dengan Kelompok Kategorial paroki Kampung sawah dan beberapa paroki sedeknat Bekasi. Kampus sekolah lansia ini ada tujuh : Kampus Kampung sawah, Kampus Arnoldus,,Pondok Gede,,kampus Harapan Indah, Keranji, Galaxi. Ditamag satu lagiGalaxi,karena pesertanya banyak.
Ada pula yang mewakili Pondok melati dan Kecamatan pd.Melati,ada juga pengawas sekolah dan wali kelas yang berperan mengurusi keperluan Sekolah Lansia, serta pendampingnya. kita juga bekerjasama dengan UPTD Pondok Melati dan Puskesmas dan beberpa Rumah Sakit ujar Anastasia yang menjadi Kepala Sekolah lansia Kasih Untuk Negeri ( KUN) ini.
Hanya satu yang perlu kita perhatikan lanjut Anastasia, Mindset mau menentukan kegiatan kita nanti.
Setiap kali diadakan pertemuan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan tiap peserta.
Dan Sekolah Lansia ada 12 Kali pertemuan dan pada bulan Oktober akan ada Wisuda, makanya jika tidak hadir dua kali dianggab gugur.maka hendaknya semua peserta harus hadir Setiap kali pertemuan, kecuali karana sakit.
Sambutan Camat yang mewakili,karena pak Camat kurang sehat; pak Camat sangat mengapresiasi dengan adanya Sekolah Lansia ini karena dapat berkumpul serta bersilaturahmi sesame lansia, sehingga sisa hidup kita ini bisa bermanfaat untuk orang lain tutupnya
Menurut walikota Tri Adhianto dalam launching sekolah lansia , lansia bukanlah kelompok yang harus dipinggirkan, melainkan tetap memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Hal ini dipertegas pula oleh dr, Jhoni Timbul P.H. MM sebagai Instruktur Sekolah lansia pada pertemuan kedua Jumat 20 Februari di ruang Bernadus Gereja Katolik Kampung Sawah Santo Servatius Bekasi.
Dalam paparannya dr.Jhoni mengatakan tujuan Sekolah Lansia ini kata dia ialah :
1. Edukasi: Meningkatkan pengetahuan dan perilaku Lansia terhadap kesehatan
mereka.
2. Kemandirian: Mengasah kemandirian Lansia dari berbagai aspek (fisik, psikologis,
sosial, dan spiritual).
3. Kualitas Hidup: Meningkatkan indeks kebahagiaan, kualitas hidup, dan produktivitas
di masa tua.
4. Kesehatan Kognitif: Menurunkan risiko kepikunan (demensia) atau delirium pada Lansia?
Sedangkan pendekatan yang dilakukan sambungnya lagi, ialah Pendekatan pendidikan khusus pendidikan untuk orang dewasa.dengan prinsip utama :
– Menekankan peran aktif individu (partisipatif & kolaboratif).
– Tidak hanya bergantung pada pengajaran narasumber, tetapi
– juga pada pengalaman hidup dan motivasi internal siswa Lansia.
– Berbasis pemecahan masalah (problem-based) dan bertukar pengalaman
antarsiswa.(para lansia)
Lebih lanjut dr.Jhoni mengatakan sasaran tama ialah Lanjut Usia (Lansia) di atas usia 60 tahun, Hal Penting Terkait para mahasiswa lansia: Perlu identifikasi yang jelas (nama & alamat), riwayat penyakit yang diderita, serta keberadaan penanggung jawab/keluarga.dan Waktu Pelaksanaan: Terdiri dari minimal 12 kali pertemuan wajib. Setiap pertemuan dibagi menjadi: – 15 Menit: Pembukaan, berdoa, dan ice breaking dan – 45 Menit: Pemaparan teori, simulasi, dan diskusi interaktif.
Kurikulum dan Jenjang Pendidikan yang digunakan adalah :
Standar 1 (S1) – Pengetahuan Untuk Diri Sendiri
Standar 2 (S2) – Pengetahuan Untuk Keluarga/Tetangga
Standar 3 (S3) – Menjadi Duta Lansia
Refleksi Menuju Masa Tua: • Bagi Lansia, kita sudah pernah remaja. Tapi bagi remaja belum tentu akan menjadi Lansia. “ Menjadi Lansia itu sudah pasti, tapi menjadi sehat itu adalah pilihan.” (Ring-o)














