Menu

Mode Gelap
 “Imlek, Rabu Abu, dan Puasa,Hubungannya” ? Sholat Isya dan Tarawih Berjamaah Digelar di Lapas Jember, Momentum Perbaikan Diri Kalapas Jember Motivasi Warga Binaan untuk Maksimalkan Ramadhan 1447 H Polres Metro Tangerang Kota Bongkar 25 Kg Sabu Jaringan Internasional, Diselundupkan Pakai Alphard* Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolda Banten Berikan Penghargaan kepada 6 Personel Upacara Hari Kesadaran Nasional, Polres Cilegon Perkuat Disiplin dan Loyalitas Personel

Jakarta

 “Imlek, Rabu Abu, dan Puasa,Hubungannya” ?

badge-check


					 “Imlek, Rabu Abu, dan Puasa,Hubungannya” ? Perbesar

Jakarta, Februari, Liputan Nusantara (LN), Imlek (阴历, im-le̍k) berasal dari dialek Hokkien yang berarti “kalender bulan”, merupakan perayaan tahun baru dalam budaya Tionghoa yang didasarkan pada perhitungan lunisolar. Imlek bermakna sebagai momen syukur, harapan akan keselamatan, kemakmuran, serta ajang berkumpul keluarga (reuni) untuk menyambut tahun baru dengan keberuntungan baru.
Secara etimologis Imlek terdiri dari dua kata yaitu Im dan Lek. Im memiliki arti bulan. Sedangkan Lek adalah penanggalan. Jadi, Imlek adalah tahun baru Cina yang jatuh pada tanggal satu bulan pertama di awal tahun.
Imlek bagi keluarga Adharta ketum KRIS
Imlek bagi keluarga kami ujar Adharta,bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah mutiara keluarga—kecil, berkilau, namun bernilai sangat dalam. Menyambut Imlek, kami memulai dengan hal-hal sederhana namun sarat makna Sepatu baru, baju baru, celana baru, semuanya bernuansa baru.(dilansir dari Pata Daily News)
Bukan semata soal penampilan kata Adharta, tetapi simbol bahwa kami siap melangkah dengan semangat yang diperbarui, meninggalkan yang lama, menyambut yang baru dengan hati bersih dan pikiran jernih.
Malam ini sambung Adharta, rumah terasa hidup. Kami berkumpul bersama anak, menantu, cucu, besan, keponakan, dan ipar, suasana hangat, ramai, dan penuh tawa. Tidak bisa hadir anak Dirga dan menantu Intan, bersama tiga cucu tercinta. Freyja, Iris, dan Allegra belum bisa ikut berkumpul karena mereka tinggal jauh di Melbourne, Australia. Namun jarak tidak pernah benar-benar memisahkan keluarga doa dan kasih selalu menemukan jalannya. Rumah terasa penuh.
Ada besan, ada keponakan, ada adik, adik ipar, dan keluarga besar lainnya. Cukup ramai, cukup hangat, cukup membahagiakan. Kami menikmati makan malam bersama, ada Sop Buntut paling enak ada Hiwan ikan, udang gandum, kaki babi, babi panggang, brokoli tidak lupa alomi dan beberapa macam makanan lainnya Kami saling bertukar cerita, senyum, dan kenangan. Inilah kekayaan yang sesungguhnya. Makna “Tutup Meja” dalam Imlek Istilah “Tutup Meja” sangat populer dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Bagi kami, maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar selesai makan. Tutup Meja adalah simbol: Menutup lembaran lama dengan rasa syukur Mengakhiri tahun dengan kebersamaan, bukan kesendirian Mengunci pintu kesedihan, membuka pintu harapan
Makna Rabu Abu 🙁 Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Rabu Abu adalah hari pertama masa Pra-Paskah dalam tradisi Kristiani (khususnya Katolik dan beberapa denominasi Protestan) yang menandai dimulainya 40 hari puasa, pantang, dan tobat sebelum Paskah. Umat menerima tanda salib dari abu di dahi sebagai simbol pertobatan, kerendahan hati, dan pengingat bahwa manusia adalah debu yang akan kembali menjadi debu
Awal Masa Prapaskah: Rabu Abu ditetapkan sebagai awal masa tobat selama 40 hari, yang melambangkan 40 hari Yesus berpuasa di padang gurun.
Simbol Pertobatan dan Duka: Abu yang digunakan (dari daun palem kering tahun sebelumnya) adalah simbol kuno untuk pertobatan batin, kedukaan atas dosa, dan penyesalan.
Kerapuhan Manusia: Pengolesan abu di dahi disertai ucapan “Ingatlah bahwa kamu adalah debu dan kepada debu kamu akan kembali” (Kejadian 3:19), mengingatkan manusia akan kefanaan, kematian, dan ketergantungan mutlak pada Allah.
Penyucian Diri: Umat Kristiani dipanggil untuk memperbarui diri melalui puasa, pantang, doa, dan sedekah, membersihkan diri untuk menyambut kebangkitan Kristus.
Rabu Abu jatuh pada hari Rabu setelah minggu ke-7 sebelum Paskah (di antara 4 Februari hingga 10 Maret).
Rabu Abu adalah sebuah hari raya Kekristenan untuk beribadah dan berpuasa, sebagai tanda perkabungan, pertobatan, dan merendahkan hati.
Puasa dalam tradisi Katolik
Puasa dalam tradisi Katolik adalah disiplin rohani dan bentuk silih (penebusan dosa) untuk memurnikan hati, mendekatkan diri pada Tuhan, dan meningkatkan kepedulian sosial, terutama selama Masa Prapaskah. Ini bukan sekadar menahan lapar, melainkan ungkapan pertobatan, pengendalian diri, dan solidaritas dengan sesama yang berkekurangan melalui aksi nyata
Gereja Katolik mendefinisikan puasa sebagai pengurangan asupan makanan, yaitu makan kenyang satu kali dalam sehari, sedangkan pantang adalah menahan diri dari daging, rokok, atau jajan.
Bagaimana cara orang Katolik berpuasa?

Keluarga multi generasi tahun baru Imlek duduk di ruang tamu sofa melihat kamera tersenyum bahagia

 

Misa Rabu Abu di Yogyakarta

Gereja mewajibkan semua umat Katolik berusia 14-59 tahun untuk berpuasa pada Rabu Abu dan Jumat Agung. Selama Anda dalam keadaan sehat, ini berarti Anda hanya perlu makan satu kali makan lengkap, ditambah dua kali makan kecil yang tidak sama dengan satu kali makan lengkap.
Puasa wajib dilakukan pada Rabu Abu dan Jumat Agung oleh umat berusia 18-60 tahun. Pantang wajib dilakukan setiap hari Jumat selama Masa Prapaskah bagi umat usia 14 tahun ke atas.
Puasa bertujuan untuk mengarahkan diri kembali kepada Allah, menyesali dosa-dosa masa lalu, dan membebaskan diri dari ketergantungan jasmani.( Makna Spiritual :(Pertobatan)
Hasil penghematan dari berpuasa dan berpantang disumbangkan kepada orang miskin melalui Aksi Puasa Pembangunan (APP).( Makna Sosial :Solidaritas)
Puasa dipandang sebagai “doa dengan tubuh” yang membantu memperdalam persekutuan dengan Tuhan dan membangun disiplin rohani.(Doa dengan Tubuh)
Secara ringkas, puasa Katolik bermakna “mematikan manusia lama” (hawa nafsu) dan “menghidupkan manusia baru” yang penuh kasih.
Demikian hubungan antara, Imlek,Rabu Abu dan puasa( Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tinjauan Lingkungan Hidup WALHI 2026

11 Februari 2026 - 09:14 WIB

“Peluncurkan Buku Prabowonomics, Yonge Sihombing Mengundang Seluruh Dewan Penasehat Presiden Prabowo.( Rilis Berita 8 )

9 Februari 2026 - 12:44 WIB

Surabaya Meniti Waktu & Makna Surbaya bagi Adharta Ketua umum KRIS

2 Februari 2026 - 08:16 WIB

 “Sekolah untuk Hidup,atau Hidup untuk Sekolah” ? (pembelajaran Kontekstual )

29 Januari 2026 - 14:59 WIB

 “Launcing Sekolah Lansia Kasih Untuk Negeri (KUN) Sabtu ,24 Januari 2026 di Balai Patriot Bekas

26 Januari 2026 - 12:42 WIB

Trending di Jakarta