Menu

Mode Gelap
LSM Geram Banten Layangkan Surat Klarifikasi Atas Dugaan Buruknya Pelayanan Publik Di Dinasdukcapil Kota Tangerang. Operasi Pekat Jaya 2026, Polsek Jatiuwung Ungkap Penyalahgunaan Sabu dan Amankan Dua Pelaku Kalapas Jember Turut Hadiri Penandatangan Komitmen Bersama Kanwil Ditjenpas Jatim Pastikan Distribusi Aman dan Tepat Sasaran, Ditsamapta Polda Banten Kawal Program Makan Bergizi Gratis* Pastikan Distribusi Aman dan Tepat Sasaran, Ditsamapta Polda Banten Kawal Program Makan Bergizi Gratis RSUD Pakuhaji Peringati HUT dengan Aksi Sosial, Bagikan Bingkisan untuk Anak Yatim Piatu

Uncategorized

” Membangun Kesadaran  Lingkungan  Melalui Gerakan  Detektif Sampah di Sekolah”

badge-check


					” Membangun Kesadaran  Lingkungan  Melalui Gerakan  Detektif Sampah di Sekolah” Perbesar

KLH Tertibkan Usaha di Kawasan Puncak: Izin Dicabut, Pembongkaran dan Rehabilitasi Lingkungan Harus Dilakuk
(Ide pembelajaran oleh: Drs. Sadono. M.Pd,Wahyu Wijayanti, S.Pd,Nova Sustrianna, S.Pak, Amelia Ikbal, S.Pd,Putri Nurul Ardyani, S.Pd)

Jakarta, Desember, Liputan Nusantara (LN) , Pengolahan sampah dikalangan pelajar, sebagaimana penulis  publikasikan di media ini edisi 24 Oktober, dibawah judul : “Sampah di Kalangan Pelajar” menjelaskan bahwa  salah satu masalah di dunia ini adalah sampah. Kesadaran  masyarakat menjaga lingkungan  masih sangat rendah.Demikian juga pada edisi  17 Oktober 2024 di media yang sama (LN), dibawah judul  “ Ubah Sampah menjadi berkah” dan edisi – edisi sebelumnya. Dalam menghimbau masyarakat agar senantiasa  mengolah sampah menjadi bernilai ekonmis.

 

Pemkot Cimahi Dorong Pengelolaan Sampah Tuntas di Tingkat Kelurahan

 

 

Pemkot Cimahi Dorong Pengelolaan Sampah Tuntas di Tingkat Kelurahan

Pada substansi lainnya, saya Kabiro Liputan Nusantara DKI Jakarta, Mengemukakan bahwa :  Sampah dan Pendidikan : Bagaimana kaitan nya ?

Mengawali ide pembelajarannya mereka menuliskan Kondisi kebersihan di sekolah sering menjadi perhatian, terutama pada antrean di kantin memakan waktu, sedangkan jam istirahat hanya berlangsung selama 15 menit. Untuk mengatasi masalah ini, sekolah meluncurkan sebuah program kreatif bernama Gerakan Detektif Sampah yang dipimpin oleh Tim Sains 160. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga sekolah terhadap pengelolaan sampah melalui aksi nyata. Pada awal program, tim ini mengumpulkan sampah dari lantai atas hingga dasar setiap hari, kemudian memilah dan memanfaatkannya. Frekuensi pengumpulan sampah kemudian dikurangi menjadi seminggu sekali setelah kebiasaan positif mulai terbentuk. saat jam istirahat. Tempat sampah yang cepat penuh dan sampah bekas makanan yang sering ditemukan di kolong meja siswa menunjukkan kurangnya kesadaran sebagian siswa terhadap pentingnya kebersihan lingkungan. dan tempat makan sendiri dari rumah. Kantin sekolah juga menghadapi tantangan tersendiri. Mereka belum menemukan alternative tempat untuk makanan berkuah yang ramah lingkungan, sehingga penggunaan plastik masih menjadi pilihan. Di sisi lain, penggunaan tempat makan membutuhkan waktu lebih lama karena system antrean di kantin memakan waktu, sedangkan jam istirahat hanya berlangsung selama 15 menit. Selain itu,sambung mereka, sekolah mewajibkan seluruh warga sekolah, baik siswa maupun guru, untuk membawa tumbler dan alat makan sendiri. Sampah yang terkumpul oleh Tim Detektif Sampah dimanfaatkan dengan kreatif, seperti membuat akuarium mini, pot gantung, serta ecobrick yang digunakan untuk membangun pergola dan pagar taman sekolah.

Hasil dari program ini mulai terlihat. Sebagian besar siswa kini memahami pentingnya memilah sampah dan memanfaatkan limbah  menjadi barang yang bernilai. Kesadaran akan kebersihan lingkungan, khususnya di area kelas, juga meningkat secara signifikan. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, program ini memberikan pembelajaran berharga kepada siswa tentang tanggung jawab lingkungan dan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kebersihan.

Gerakan Detektif Sampah membuktikan bahwa dengan pendekatan yang kreatif dan melibatkan seluruh komunitas sekolah, perubahan positif dalam kebiasaan sehari-hari dapat terwujud. Program ini tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan kepada generasi muda.Mengakhiri Ide Pembelajarannya (Ring-o)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LSM Geram Banten Layangkan Surat Klarifikasi Atas Dugaan Buruknya Pelayanan Publik Di Dinasdukcapil Kota Tangerang.

3 Februari 2026 - 16:37 WIB

Operasi Pekat Jaya 2026, Polsek Jatiuwung Ungkap Penyalahgunaan Sabu dan Amankan Dua Pelaku

3 Februari 2026 - 16:05 WIB

Kalapas Jember Turut Hadiri Penandatangan Komitmen Bersama Kanwil Ditjenpas Jatim

3 Februari 2026 - 15:57 WIB

Pastikan Distribusi Aman dan Tepat Sasaran, Ditsamapta Polda Banten Kawal Program Makan Bergizi Gratis*

3 Februari 2026 - 09:21 WIB

Pastikan Distribusi Aman dan Tepat Sasaran, Ditsamapta Polda Banten Kawal Program Makan Bergizi Gratis

3 Februari 2026 - 07:07 WIB

Trending di Uncategorized