Menu

Mode Gelap
Lapas Jember Gelar Pelatihan Jasa Konstruksi Bagi WBP Dukung PHTC, Ditjenpas Bagikan 500 Paket Makanan Gratis di Jumat Berkah* Subdit Renakta Polda Banten Selamatkan 3 Orang Calon TKW Korban TPPO* Diduga Jual Obat Keras Tanpa izin Edar, di wilayah kalideres dan semanan Warung Kamuflase yang disinyalir menjual obat keras tanpa izin edar Polresta Tangerang Gagalkan Peredaran 22 Gram Sabu, Satu Pengedar Ditangkap* Petugas Lapas Banyuwangi Dapatkan Penguatan Tugas Polsus dari Polda Jatim

Jakarta

“Artifisial Inteligens (AI)  di  Mata Para Siswa SMA”

badge-check


					“Artifisial Inteligens (AI)  di  Mata Para Siswa SMA” Perbesar

Bersama ibu Sri Sumarnihazizah, M.Pd dan murid SMA Dharma Karya belajar bersama berbagi atau sharing ilmu dan pengetahuan dalam pemanfaatan AI (Artificial Inteligence) pada tanggal 20 Desember 2024

Jakarta, Agustus, Liputan Nusantara (LN), Sebagaimana penulis publikasi di media ini edisi Juli 2025, dibawah judul  “Pelatihan pembuatan Laporan Penelitian Tindakan Kelas dengan Menggunakan Artificial  Inteligens di SMA Al Mubarok Jati Asih Bekasi 11 Juli 2025, Menurut H.A.Simon menyebutkan AI merupakan semua tempat penelitian, instruksi, dan aplikasi yang berkaitan dengan pemrograman komputer. Tujuannya untuk melakukan suatu hal yang dianggap cerdas oleh manusia. Menurut Kristianto mendefinisikan sebagai salah satu bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang dibuat secara khusus untuk perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam suatu sistem kecerdasan di perangkat komputer.sementara pendapat Rich & Knight, Mereka berpendapat kecerdasan buatan merupakan sebuah studi tentang cara komputer dapat melakukan hal-hal yang dapat dilakukan lebih baik oleh manusia. (dikutip dari tiro.id).

Belajar bersama tentang Artificial Inteligens (AI) di SMA Pangudi Luhur Surakarta,peserta dari berbagai sekolah Katolik di Solo Raya.

Kini Artifisial Inteligens (AI) mengalami perkembangan yang luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan perkembangan AI yang luar biasa ini menarik perhatian Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Al Buyra Basnur, untuk membuat buku tentang AI dari sudut pandang siswa SMA. Dubes tersebut menghubungi rekan sejawat Profesor Asep Saepudin untuk menawarkan kepada beberapa sekolah menengah di Indonesia dan Ethiopia.  Untuk itulah Profesor Asep Saepudin menawarkan idenya kepada pelajar sekolah-sekolah yang ada di Ethiopia dan Indonesia untuk membuat tulisan tentang AI. Untuk memotivasi para pelajar tersebut pak Dubes mengatakan akan memberikan sertifikat dan honor untuk setiap tulisan tentang AI yang dimuat.

Sayangnya sejak penulis mengajar di SMA Santa Maria Della Srtada Pademangan  Jakarta, Utara hingga Pensiun tahun 2010, belum pernah mendengar apalagi mempelajari tentang AI ini, irtulah yang mendorong saya untuk mengangkat tulisan ini ke permukaan sambil turut belajar juga, meskipun sudah pensiun . Apa salahnya ?  Never Old to learning (tiada tua untuk belajar ).

Teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan. Namun, pemanfaatannya masih memerlukan pemahaman mendalam agar dapat diterapkan secara efektif dan merata.

Sudah waktunya kita semua menyiapkan diri menghadapi AI di lembaga Pendidikan kita ujar  Cipryanus  Laudato Si melalui WAG LSAP  sektor Pendidikan, Sabtu 26 Juli 2025.

Banyak pelajar di beberapa sekolah menolak tawaran ini, namun akhirnya ada beberapa sekolah yang menerima diantaranya SMAIT Bina Bangsa Sejahtera, SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong, SMKN 1 Kersana dan Saint Daniel Comboni Catholic Secondary School (Ethiopia).

Akhirnya terdapat 7 orang siswa SMAIT BBS yang mau berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pihak sekolah  sebelumnya sudah melakukan pertemuan kepada pihak terkait untuk menentukan tahapan penulisan AI tersebut.

Adapun tahapan itu antara lain  :

  1. Wakasek memberikan pengarahan kepada siswa terpilih untuk diberikan penjelasan mengenai info tersebut, siswa SMAIT BBS yang terpilih tersebut yaitu :Shania Saulina,Salwa Afifah, Asha Zahra,Sofiyah Muhayadi, 5. Nashua Azalia Zahira  ,Wida zalva Huwaida.
  2. Meminta kepada guru bahasa Indonesia yaitu Rita Wulan Sari S.Pd untuk memberikan pemaparan tentang bagaimana cara penulisan suatu artikel
  3. Para siswa diminta membuat tulisan terlebih dahulu dalam bahasa Indonesia untuk selanjutnya di terjemahkan dalam bahasa inggris. Ada beberapa siswa yang mencoba menulis langsung dalam bahasa Inggris. Para siswa di beri waktu 3 minggu untuk menyusun tulisannya.

 

  1. Tahap berikutnya adalah pengeditan yang dilakukan oleh guru bahasa Inggris yaitu Elfira S.Pd untuk mengecek tulisan berbahasa inggris para siswa tersebut

 

  1. Untuk pengecekan keaslian tulisan menggunakan aplikasi cek plagiatrisme di internet. Dan Alhamdulillah semua tulisan merupakan tulisan asli dengan tingkat keaslian diatas 80%.

Alhamdulillah setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya buku tentang AI hasil kolaborasi beberapa sekolah terbaik di Indonesia dan Ethiopia terbit, pada bulan Januari 2024, dengan judul buku, ‘ Artificial Intelligence for Critical Thinking’, “Could They Possibly Co-Exist”. Yang di terbitkan oleh KBRI di Ethiopia.Kayla Syahda ‘’The Influence of Technological Development on Generations with Adaptation’

Dari tulisan para siswa tersebut dapat disimpulkan bahwa kita dapat co-exist atau hidup berdampingan bersama dengan AI, bahwa AI tidak perlu ditakuti, namun perlu di tekankan bahwa AI sebagai alat bantu bukan menggantikan peran manusia sepenuhnya.

 

Penerapan Sistem Pembelajaran Berbasis AI

Pemerataan pendidikan menjadi salah satu program pemerintah guna meningkatkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tertuang dalam pasal 31 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak menerima pendidikan yang sama.

Pemerintah hingga saat ini masih berupaya agar pendidikan merata di seluruh wilayah, terutama di pedalaman Indonesia.

Sementara pendidikan layanan khusus sendiri sudah ada dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2013 dan Nomor 67 Tahun 2016. Dalam aturan tersebut dijelaskan tentang pendidikan layanan khusus, bentuk-bentuk pendidikan layanan khusus, termasuk tata cara pendirian dan penutupan layanan pendidikan khusus. Kemudian, pendidikan inklusif sudah tertuang dalam Permendikbud Nomor 70 Tahun 2009.

Dari tulisan para siswa tersebut dapat disimpulkan bahwa kita dapat co-exist atau hidup berdampingan bersama dengan AI, bahwa AI tidak perlu ditakuti, namun perlu di tekankan bahwa AI sebagai alat bantu bukan menggantikan peran manusia sepenuhnya.

Sebagaimana pendapat seorang pakar, Dr Andrew Ng, yang mengatakan bahwa, ’AI Tidak Gantikan Manusia, tapi Orang yang Tak Bisa Pakai AI atau tidak tahu AI Akan tergantikan’.

 

Apa kelebihan dan kekurangan cara belajar dalam sistem pendidikan dengan menggunakan teknologi AI  ? Dilansir dari (https://smapgri4-jakarta.sch.id),

Kelebihan Penggunaan AI dalam Pendidikan

  1. Personalisasi Pembelajaran

AI memungkinkan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar masing-masing siswa. Misalnya, platform pembelajaran adaptif dapat menyesuaikan materi berdasarkan kecepatan dan tingkat pemahaman siswa, memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif

  1. Akses Belajar yang Lebih Luas

Teknologi AI memungkinkan penyebaran materi pembelajaran ke daerah-daerah terpencil melalui aplikasi dan platform digital. Siswa yang sebelumnya sulit mengakses guru atau sumber belajar kini dapat belajar melalui chatbot, video interaktif, atau platform berbasis AI.

  1. Efisiensi Evaluasi dan Administrasi

AI dapat mempercepat proses penilaian, misalnya melalui sistem koreksi otomatis untuk soal pilihan ganda atau bahkan esai. Guru dapat lebih fokus pada pengajaran dan bimbingan, daripada terbebani administrasi.

  1. Pembelajaran Berbasis Data (Data-Driven Learning)

Dengan kemampuan AI dalam menganalisis data, sekolah dan guru dapat memantau perkembangan siswa secara lebih akurat, mengidentifikasi kesulitan belajar lebih dini, dan menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran.

Sedangkan kekurangan dan tantangannya adalah

  1. Tidak semua sekolah atau siswa memiliki akses terhadap perangkat dan koneksi internet yang memadai. Hal ini menciptakan kesenjangan digital yang bisa memperparah ketimpangan kualitas pendidikan antara kota dan daerah.
  2. Ketergantungan terhadap Teknologi

Ketergantungan yang berlebihan terhadap sistem AI dapat menurunkan interaksi manusiawi antara guru dan siswa. Padahal, aspek emosional dan sosial sangat penting dalam proses pendidikan, terutama pada usia dini.

  1. Keterbatasan AI dalam Aspek Non-Kogniti

AI masih kurang mampu menangkap aspek emosional, etika, dan nilai-nilai sosial yang biasanya diajarkan melalui interaksi langsung. Hal ini bisa membatasi perkembangan karakter siswa secara holistik.

  1. Isu Privasi dan Keamanan Data

Penggunaan AI dalam pendidikan mengharuskan pengumpulan data siswa dalam jumlah besar. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat menimbulkan risiko kebocoran data dan pelanggaran

Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan telah membawa transformasi besar dalam pengalaman belajar siswa. Dengan akses terhadap sumber daya belajar yang luas, pembelajaran interaktif dan personalisasi, kolaborasi yang ditingkatkan, pembelajaran berbasis game, dan pemanfaatan realitas virtual dan augmented, teknologi telah membuka pintu untuk pendidikan yang lebih efektif dan menarik. Bagaimanapun, sementara teknologi dapat menjadi alat yang kuat, penting untuk diingat bahwa keberhasilan pendidikan masih tergantung pada keterlibatan guru dan siswa dalam proses belajar-mengajar. Dengan sinergi antara teknologi dan manusia, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang menginspirasi dan memberdayakan generasi mendatang.(Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

” Pentingkah Pendidikan Lingkungan Hidup Sejak Usia Dini” ?

23 Agustus 2025 - 13:29 WIB

“Semarak HUT ke 80 Upacara 17 08 2025 Di Istana Negara”            

21 Agustus 2025 - 01:57 WIB

“Peluncuran dan Lokakarya Panduan Ajaran Agama Serta Buku Rumah Ibadah IRI Indonesia”

20 Agustus 2025 - 08:07 WIB

” HUT Kemerdekaan RI yang ke  d80iselengarakan Oleh Komunitas Lansia Gereja Kampung Sawah   Paroki  Servatius,Jumat 15 Agustus 2025″,

17 Agustus 2025 - 06:38 WIB

” Keep Healthy, Be Happy, and Stay Green (tetap sehat, bahagia,dan tetap lah hijau )

14 Agustus 2025 - 01:55 WIB

Trending di Jakarta