Menu

Mode Gelap
Harmoni dan Sukacita: Peringatan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Lapas Jember Upaya Preventif Menjelang Lebaran, Kalapas Jember Pimpin Razia Kamar Hunian Ratusan Warga Binaan Lapas Singaraja, Terima Remisi Khusus Nyepi Tahun 2026 Sambut Nyepi 2026, Lapas Jember Berikan Remisi Khusus bagi Warga Binaan Hindu Pastikan Kelancaran dan Keamanan, Lapas Jember Gelar Simulasi Kunjungan Lebaran Dinas Pendidkan Kota Tangerang Selatan

Jakarta

“Tempe, Makanan Tradisional Indonesia Menembus Pasar Dunia “

badge-check


					“Tempe, Makanan Tradisional Indonesia Menembus Pasar Dunia “ Perbesar

Jakarta, Juli, Liputan Nusantara (LN). Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari kedelai yang difermentasi. Tempe telah mendapat pengakuan global karena rasanya yang lezat tidak perlu diragukan lagi, keserbagunaannya, dan manfaat kandungan nutrisinya. Hidangan sederhana ini telah melampaui batas budaya dan memikat selera di seluruh dunia.

Tempe berasal dari Pulau Jawa, Indonesia dan telah menjadi makanan pokok selama berabad-abad. Dalam masakan Indonesia, tempe disajikan dalam berbagai sajian hidangan, seperti tempe goreng, tempe bacem (tempe bumbu manis), dan sambal tempe (tempe pedas). Dapat diolah menjadi berbagai jenis hidangan membuat tempe dapat menjadi pelengkap dalam menu sup, tumisan, salad, hingga sandwich untuk menambahkan tekstur unik dan rasa pedas pada setiap hidangan.

Kini,Tempe  menembus pasar global lewat tangan dingin startup asal Inggris bernama Tiba Tempeh. Produk tempe berbasis nabati ini berhasil menarik perhatian dunia, terutama kalangan vegan dan vegetarian, karena kandungan gizinya yang tinggi dan ramah lingkungan.

Dalam satu tahun terakhir, penjualan Tiba Tempeh melonjak hingga 736%, membuat startup ini sukses meraih pendanaan sebesar £1,1 juta (sekitar Rp 29 miliar) dari Maven Capital Partners dan Northern Powerhouse Investment Fund II, dengan dukungan British Business Bank. Pendanaan ini akan memperkuat ekspansi dan inovasi produk mereka pada tahun 2025.(WA grup ALS Jakarta – Tangerang an.H Iskandar Leman)

Dalam satu tahun terakhir, penjualan Tiba Tempeh melonjak hingga 736%, membuat startup ini sukses meraih pendanaan sebesar £1,1 juta (sekitar Rp 29 miliar) dari Maven Capital Partners dan Northern Powerhouse Investment Fund II, dengan dukungan British Business Bank. Pendanaan ini akan memperkuat ekspansi dan inovasi produk mereka pada tahun 2025.

Di Inggris, produk ini tersedia di jaringan supermarket besar seperti Sainsbury, Morrisons, dan Ocado, serta telah masuk pasar Spanyol dan Perancis lewat distributor khusus. Hal ini menunjukkan bagaimana makanan tradisional Indonesia dapat mendunia melalui pendekatan branding dan inovasi yang tepat.

Lebih dari sekadar makanan sehat, Tiba Tempeh juga mengusung misi lingkungan berkelanjutan, menjadikan tempe sebagai alternatif daging yang rendah emisi dan etis. Startup ini menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal bisa diangkat ke panggung global melalui semangat kewirausahaan dan inovasi yang berani.

Asal-Usul Tempe sebagai Makanan Tradisional Indonesia

Siapa yang tidak mengenal tempe? Salah satu makanan tradisional Indonesia ini berasal dari kacang kedelai yang difermentasi sedemikian rupa dan biasa digunakan sebagai lauk pauk. Asal usul tempe sebagai makanan tradisional Indonesia diperkirakan telah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit yang biasanya disajikan dalam hajatan.

Bukan hanya itu, tempe juga disebutkan dalam Serat Centhini yang terbit tahun 1814-1823, bahwa tempe menjadi makanan masyarakat lokal, khususnya di Pulau Jawa.

Ada juga sumber yang mengungkapkan bahwa perkembangan tempe bermula dari masa penjajahan Belanda, tepatnya di zaman sistem tanam paksa sekitar tahun 1830-1870. Saat itu, tempe menjadi konsumsi masyarakat dan menjadi penyelamat setelah bekerja keras serta mengalami kesulitan perekonomian. (dilansir dari M4rtine/pixabay.com )

Manfaat Tempe

Pada dasarnya, tempe adalah makanan yang terbuat dari kacang kedelai, sehingga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Adapun sejumlah manfaat tempe untuk kesehatan adalah:

  1. Membantu memperbaiki sel tubuh yang rusak dan mengandung protein nabati yang baik untuk menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga menjaga berat badan tetap ideal.
  2. Membantu menurunkan risiko osteoporosis, karena tempe mengandung fosfor dan kalsium yang baik bagi tulang.
  3. Kandungan vitamin B12 pada tempe membantu mencegah anemia.
  4. Mengandung antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas.

Inilah asalusul Tempe  sebagai makanann tradisional  Indonesia.(Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Gerakan Laudato Si’ Indonesia Terkait Pelatihan Laudato Si’ Generation untuk orang muda Katolik 13-15 Maret lalu (Press Release )

17 Maret 2026 - 11:48 WIB

“Suster FRransiska Imakulata ., SSpS Dari Maumere Selamatkan 13 Warga Jawa Barat Dari Hiburan Malam”.

14 Maret 2026 - 23:54 WIB

“Yonge Sihombing SE, M.B.A ketua PPPT sekaligus penulis buku “Prabowonomics” mendirikan :The Pint: di Jakarta: 10 /3/’26”

12 Maret 2026 - 07:06 WIB

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra ) Jakarta, adakan PKM di SMA N 1 bogor 15 Februari s.d 3 Maret 2026 dengan Tema : “Kewirausahaan dan Motivasi Belajar Ekonomi bagi Siswa

11 Maret 2026 - 00:20 WIB

Gerakan Menabung Receh Hari ini, Pelindung Pesisir Esok mulai 1 Marer sampai 1 Juli 2026

8 Maret 2026 - 00:35 WIB

Trending di Jakarta