JEMBER,Liputannusantara.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H, pada Kamis (22 Januari 2026). Kegiatan dihadiri oleh Kalapas Jember, RM. Kristyo Nugroho, didampingi Ketua PIPAS Cabang Lapas Jember, Hj. Een Kristyo, pejabat struktural, seluruh pegawai, anggota PIPAS dan santri warga binaan yang beragama Islam, bertempat di halaman Masjid Al-Ikhlas Lapas Jember.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh KH. Mushoddiq Fikri selaku Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Jember, serta Ustadz Ahmad Fauzan dari Kementerian Agama Kabupaten Jember.
Sebagai pembuka, kegiatan diawali dengan pembacaan Tawassul Fatihah yang dipandu oleh Ustadz Ahmad Fauzan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bapak Prawono selaku Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib. Acara dilanjutkan dengan sambutan bapak Kalapas, diselingi penampilan lagu rohani oleh warga binaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Mushoddiq Fikri dan kegiatan ditutup dengan doa untuk keberkahan bersama.
Dalam sambutannya, Kalapas menyampaikan pesan motivasi dan penguatan spiritual kepada warga binaan agar senantiasa menjaga keimanan dan semangat untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
“Bagi saudara-saudara yang saat ini sedang menjalani pidana di Lapas Jember, meskipun secara fisik berada di dalam Lapas, bukan berarti jiwa dan pikiran saudara ikut terpenjara. Selama saudara masih bisa bersujud kepada Allah SWT, sejatinya itu adalah nikmat yang terbesar. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu yang ada dengan sebaik mungkin untuk senantiasa memperbaiki kualitas ibadah dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” pesan Kalapas.
Sementara itu, dalam ceramahnya KH. Mushoddiq Fikri menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj sangat penting sebagai wujud rasa cinta dan syukur umat Islam atas perjalanan Rasulullah SAW dalam membawa ajaran Islam dan iman. Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan momen penuh berkah, karena pada saat itulah Rasulullah SAW menerima perintah shalat secara langsung dari Allah SWT, sekaligus menjadi pengingat bahwa rahmat dan ampunan Allah terbuka luas bagi setiap hamba tanpa memandang latar belakang maupun masa lalu.
“Nabi Muhammad SAW merupakan teladan terbaik bagi umat manusia. Melalui peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah mengajarkan nilai-nilai keimanan, ketaatan, kasih sayang, kerendahan hati, serta semangat menebarkan kebaikan, sekaligus menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk berubah dan memperbaiki diri. Nilai-nilai inilah yang perlu ditanamkan dalam diri, khususnya bagi warga binaan di Lapas Jember, agar kelak mampu menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkapnya
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan spiritual bagi petugas maupun warga binaan. Lapas Jember terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis dan religius, guna menciptakan suasana Pemasyarakatan yang aman kondusif.
Redaksi














