Menu

Mode Gelap
LSM Geram Banten Layangkan Surat Klarifikasi Atas Dugaan Buruknya Pelayanan Publik Di Dinasdukcapil Kota Tangerang. Operasi Pekat Jaya 2026, Polsek Jatiuwung Ungkap Penyalahgunaan Sabu dan Amankan Dua Pelaku Kalapas Jember Turut Hadiri Penandatangan Komitmen Bersama Kanwil Ditjenpas Jatim Pastikan Distribusi Aman dan Tepat Sasaran, Ditsamapta Polda Banten Kawal Program Makan Bergizi Gratis* Pastikan Distribusi Aman dan Tepat Sasaran, Ditsamapta Polda Banten Kawal Program Makan Bergizi Gratis RSUD Pakuhaji Peringati HUT dengan Aksi Sosial, Bagikan Bingkisan untuk Anak Yatim Piatu

Jakarta

” Guru Hebat, Indonesia Kuat”

badge-check


					” Guru Hebat, Indonesia Kuat” Perbesar

Jakarta, November, Liputan Nuantara (LN),Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 25 November 2025 yang bertema  “ Guru Hebat Indonesia Kuat” yang menegaskan pentingnya peran guru dalam membangun generasi unggul dan berkarakter di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Hari Guru Nasional adalah momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk menghargai dan mengapresiasi para guru atas pengabdian dan pengabdian dan jasa mereka dalam bidang pendidikan.

Sebagaimana penulis  pernah mengangkat sebuah tulisan ilmiah di media ini edisi 26 November 2021 dibawah judul, “Guru memang bukan orang hebat, tetapi semua orang hebat, adalah berkat jasa guru” Tulisan ini juga  diangkat dalam memperingati Hari Guru Nasional pada saat itu.

Dalam Hari Guru Nasional, Presiden Prabowo Subiyanto Dalam Hardiknas  2 Mei menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 melalui laman media sosial resminya pada Jumat (2/5). Dalam pesannya, Presiden menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pilar utama kebangkitan bangsa.

Disisi lain  tahun 2025 ini penulis mengangkat juga  “Hari Guru Sedunia”yang jatuh pada 5 Oktober.

Dilansir dari situs UNESCO, Hari Guru Sedunia menyoroti kontribusi dan prioritas guru dalam pendidikan. Peringatan Hari Guru Sedunia merayakan peran guru dalam perkembangan pendidikan di seluruh dunia. Hari Guru Sedunia adalah untuk memperingati diadopsinya rekomendasi ILO/UNESCO 1966 tentang Status Guru. Kemudian pada 1997 ditetapkan pula untuk status tenaga pengajar pendidikan tinggi. Hari Guru Sedunia mulai diperingati sejak tahun 1994.

Hari Guru Sedunia merefleksikan dukungan untuk para guru dalam mengubah pendidikan. Selain itu juga merupakan upaya untuk memikirkan kembali jalanan ke depan untuk profesi guru secara global.

Peringatan Hari Guru Nasional memiliki sejarah panjang yang tidak terlepas dari perjuangan organisasi guru Indonesia.

Pada 25 November 1945, tepat tiga bulan setelah proklamasi kemerdekaan, para guru dari berbagai latar belakang berkumpul di Surakarta untuk membentuk satu wadah perjuangan yang bersatu — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Dari sinilah, tanggal 25 November ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional, yang juga menjadi Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI.

Berdasarkan situs Kemendikbud, Hari Guru Nasional diperingati untuk memberikan penghormatan dan apresiasi kepada guru di Indonesia. Peringatannya bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI).

Penetapan Hari Guru Nasional sendiri dikukuhkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, yang menegaskan bahwa tanggal 25 November menjadi hari penghormatan bagi seluruh guru Indonesia, meski bukan merupakan hari libur nasional.

Sejak saat itu, peringatan Hari Guru Nasional selalu menjadi ajang penghormatan terhadap jasa para pendidik yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Dalam tulisan ilmiah penulis yang sudah dipublikasikan di media ini, berdasarkan situs Kemendikbud, Hari Guru Nasional diperingati untuk memberikan penghormatan dan apresiasi kepada guru di Indonesia. Peringatannya bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI).

“Guru bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi juga penumbuh mimpi dan penjaga harapan. Dalam setiap tatapan tulusmu, ada dorongan yang membuat kami percaya diri melangkah ke depan. Di Hari Guru Nasional ini, kami berterima kasih atas segala pengorbananmu. Selamat Hari Guru, pahlawan Tanpa tanda jasa yang selalu menginspirasi dengan cinta.”

Sesungguhnya. Kita memperingati hari guru dua kali dalam setahun, yaitu  Pertama, Hari Guru Sedunia diperingati setiap 5 Oktober. Kedua, Hari Guru Nasional pada 25 November. Meski sama-sama Hari Guru, keduanya memiliki sejarah yang berbeda. Selain itu, cakupan perayaannya pun tidak sama. Hari Guru Sedunia dirayakan secara internasional, sementara Hari Guru Nasional merupakan peringatan khusus di Indonesia. Namun, momen ini tetap memiliki tujuan yang sejalan yaitu mengapresiasi setiap kontribusi guru di dunia pendidikan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam peringatan HGN 2025 menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru, terutama dalam menghadapi era digital dan penerapan Kurikulum Merdeka. Pemerintah juga terus memperkuat program pelatihan, sertifikasi, dan kesejahteraan guru agar profesi ini semakin dihargai dan bermartabat

Tantangan Guru di Era Digital

Dalam era digital yang serba cepat, guru menghadapi tantangan besar dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI), pembelajaran daring (e-learning), dan media sosial mengubah cara siswa belajar. Oleh karena itu, guru dituntut untuk terus mengembangkan diri agar tidak tertinggal oleh zaman.

Namun di sisi lain, digitalisasi juga membuka peluang besar bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan menarik. Platform seperti Google Classroom, Learning Management System (LMS), dan Merdeka Mengajar menjadi sarana bagi guru untuk berinovasi.

Dalam konteks ini, peringatan Hari Guru Nasional juga menjadi refleksi tentang pentingnya pembaruan kompetensi dan literasi digital bagi setiap pendidik.(Ring-o)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Surabaya Meniti Waktu & Makna Surbaya bagi Adharta Ketua umum KRIS

2 Februari 2026 - 08:16 WIB

 “Sekolah untuk Hidup,atau Hidup untuk Sekolah” ? (pembelajaran Kontekstual )

29 Januari 2026 - 14:59 WIB

 “Launcing Sekolah Lansia Kasih Untuk Negeri (KUN) Sabtu ,24 Januari 2026 di Balai Patriot Bekas

26 Januari 2026 - 12:42 WIB

“Pemerintah Pusat Mencabut 28 Perusahaan yang diduga mengakibatkan, banjir bandang dan longsor di Sumatera pada bulan November 2025 melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam Konferensi Pers di Istana Kepresidenan

22 Januari 2026 - 08:03 WIB

Buka Usaha Atau Bangun rumah Kluster /minimalis ?

21 Januari 2026 - 10:51 WIB

Trending di Jakarta