Menu

Mode Gelap
“Gerakan Laudato Si’ Indonesia Terkait Pelatihan Laudato Si’ Generation untuk orang muda Katolik 13-15 Maret lalu (Press Release ) Rangkaian Kegiatan Ramadhan, Kakanwil Ditjenpas Jatim Kunjungi Korwil Jember Bagi-Bagi Rezeki kepada Ibu-Ibu Berkebutuhan Khusus* Kalapas Jember Beri Arahan kepada Astekpam: Kewaspadaan, Kebersamaan dan Kepedulian dalam Tugas “Suster FRransiska Imakulata ., SSpS Dari Maumere Selamatkan 13 Warga Jawa Barat Dari Hiburan Malam”. Arus Penyeberangan di Merak, BBJ, dan Ciwandan Terpantau Lancar*

News

“Gerakan Laudato Si’ Indonesia Terkait Pelatihan Laudato Si’ Generation untuk orang muda Katolik 13-15 Maret lalu (Press Release )

badge-check


					“Gerakan Laudato Si’ Indonesia Terkait Pelatihan Laudato Si’ Generation untuk orang muda Katolik 13-15 Maret lalu (Press  Release ) Perbesar

Jakarta, Maret, Liputan Nusantara (LN), Ensiklik Laudato Si, merupakan sebuah master piece Paus Fransiskus bagi keselamatan alam dan segala isinya.
Penulis menyebutnya, master piece sebab, tulisan ini memberi perhatian besar kepada upaya-upaya kita merawat bumi secara universal dan peduli terhadap perubahan iklim yang terus menerus terjadi. Sebagaimana yang saya(Ringo) publikasikan di media ini pada edisi 4 April ’24 dibawah judul” Ensiklik Laudato Si untuk semua orang”.


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Gerakan Laudato Si’ atau dalam bahasa Inggrisnya Laudato Si’ Movement (LSM) adalah jaringan global lebih dari 900 organisasi Katolik dan lebih dari 10.000 pemimpin akar rumput terlatih yang dikenal sebagai Animator Laudato Si’. Terinspirasi oleh ensiklik Laudato Si’ dari Paus Fransiskus, misi LSM adalah untuk “menginspirasi dan memobilisasi komunitas Katolik untuk merawat rumah kita bersama dan mencapai keadilan iklim dan ekologis”.
Sebagaimana penulis puyblikasi di media ini edisi Oktober 25 dibawah judul “URGENSI
PERTOBATAN EKOLOGI UTK ALAM YANG LEBIH BAIK”
Disitu penulis menjelaskan bahwa Paus Fransiskus pada bulan Mei 2015 telah mengeluarkan ensiklik “Laudato Si” yang mengajak kita semua untuk menjaga, merawat alam dari kehancuran. Ensiklik Laudato si’ (bahasa Italia yang berarti “Puji Bagi-Mu”) adalah ensiklik kedua dari Paus Fransiskus. Ensiklik ini memiliki subjudul On the care for our common home (dalam kepedulian untuk rumah kita bersama). Dalam ensiklik ini, Paus mengKritik konsumerisme dan pembangunan yang tak terkendali, menyesalkan, terjadinya kerusakan lingkungan dan pemanasan global, serta mengajak semua orang di seluruh dunia untuk mengambil “aksi global yang terpadu dan segera” Pekan Laudato Si’ ini diselenggarakan oleh Vatican Dicastery for Promoting Integral Human Development, dan difasilitasi oleh Laudato Si’ Movement bersama mitra.
Demikian Cipryanus mengeluarkan press Release Gerakan Laudato Si’ Indonesia terkait pelatihan Laudato Si’ Generation untuk orang muda Katolik 13-15 Maret lalu. Berbunyi :
membangun praksis hidup Laudato Si’ pada tingkat pribadi, keluarga, dan masyarakat dengan dipandu oleh Cyprianus Lilik. Pertobatan ekologis berpuncak dengan pengakuan dosa ekologis pribadi. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan perayaan ekaristi yang dipersembahkan oleh Rm Martin Jenarut yang dengan lantang menegaskan perutusan peserta pasca kegiatan. Sebagai perutusan peserta diajak memperdalam pemahamannya melalui tantangan Laudato Si’ 21 hari pasca kegiatan yang disusun secara partisipatif seluruh peserta.
Tumbuh, terlibat, dan bertindak
“Momentum pertemuan ini menjadi rumah untuk berbagi perspektif, pengalaman, dan ide-ide luar biasa yang dapat dituangkan dalam praktik baik bersama,” Demikian tutur Matilda Tjundawan selaku ketua panitia yang selain pekerja muda juga sekaligus aktivis pendampingan buruh migran. “Kami melihat bagaimana setiap pribadi menunjukkan progres harian yang sangat baik, bahkan di luar ekspektasi. Dari pribadi- pribadi hebat ini, kami yakin benih-benih kebaikan akan ditebar di berbagai pelosok, hingga semaian yang baik itu terus tumbuh.”
Undangan membangun aksi ditegaskan melalui follow up berupa tantangan aksi 21 hari bersama Laudato Si’. Tantangan awal ini menguatkan komitmen pribadi peserta pada pertobatan ekologis. Kehadiran berbagai pelaku langsung pegiat gerakan ekologi alternatif mengundang peserta agar menemukan ruang perutusan pribadi sebagai kader-kader muda pejuang kelestarian lingkungan. Gerakan citizen science yang sangat kaya dan dekat dengan dunia orang muda melalui berbagai platform digital.
Prof Dr. Pramana Yuda dalam diskusi penutup menegaskan pesan agar semua peserta tidak hanya berfokus melakukan aksi ekologis yang antroposentris semata (aksi ekologis yang menjadikan manusia sebagai pusat kepentingan, cara pandang, dan aktivitas), melainkan juga aksi ekologis yang didasarkan pada rasa hormat, pemahaman, dan pembelaan kepada segenap ciptaan yang lain.
Pelatihan Laudato Si’ Generation ini adalah bagian dari upaya Gerakan Laudato Si’ Indonesia menjangkau orangmuda, sejalan dengan prioritas gerakan ekologis ini yang bersama ditetapkan dalam Pernas 10 tahun Ensiklik Laudato Si’ pada September 2025 di Sentul City lalu. GLSI juga baru saja menyelesaikan pelatihan Animator of Animators batch V secara online yang berlangsung sepanjang Februari dan Maret 2026, dan sedang menyiapkan pelatihan Animator Laudato Si’ batch VI pada bulan April-Juni 2026 mendatang.
Melihat bahwa semua kerusakan alam lahir dari perilaku manusia, dan semua apa yang dilakukan manusia untuk bisa hidup berakibat pada kerusakan alam, apakah kita perlu meninjau kembali asumsi dan cara pandang kita atas arti kerusakan alam ?” Pertanyaan reflektif mendalam dari seorang pelajar perempuan Solo menjadi puncak dari dinamika pelatihan sebagai aksi penyadaran kritis ini. Tanpa menjadikan setiap pribadi di muka bumi sebagai agen kesadaran ekologis kritis, kita semua akan jatuh pada tragedy of the commons, ketika penghormatan, pembelaan, dan perlindungan kepada harta kolektif kehidupan lenyap tergilas oleh individuasi impulsif peradaban kapitalis. Tutup Lilik kpordinator TKN GLSI dalam siaran Persnya, ( Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Suster FRransiska Imakulata ., SSpS Dari Maumere Selamatkan 13 Warga Jawa Barat Dari Hiburan Malam”.

14 Maret 2026 - 23:54 WIB

“Yonge Sihombing SE, M.B.A ketua PPPT sekaligus penulis buku “Prabowonomics” mendirikan :The Pint: di Jakarta: 10 /3/’26”

12 Maret 2026 - 07:06 WIB

Propam Polda Maluku Gelar Gaktibplin, Temuan Pelanggaran Administrasi Personel Langsung Ditindak

12 Maret 2026 - 05:42 WIB

Kabid Humas Polda Maluku Hadiri Peringatan Hari Perempuan Internasional di Ambon

12 Maret 2026 - 05:31 WIB

Polresta Ambon dan Polda Maluku Gelar Simulasi Penanganan Konflik Sosial

12 Maret 2026 - 05:22 WIB

Trending di News