Liputan Nusantara, Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berbenah dan berfokus pada respon cepat terhadap penangganan bencana banjir maupun kebakaran.
Disisi lain, BPBD Kota Tangerang menggelar rapat pembahasan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tahun 2025 sebagai langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan daerah terhadap potensi bencana.

Kegiatan yang berlangsung di Kota Tangerang ini diikuti oleh jajaran internal BPBD serta perwakilan perangkat daerah terkait.
Pembahasan difokuskan pada evaluasi capaian IKD tahun sebelumnya, identifikasi indikator yang masih perlu ditingkatkan, serta penyusunan rencana aksi lintas sektor guna mendorong peningkatan nilai ketahanan daerah pada tahun 2025.
Dalam forum tersebut, BPBD juga menekankan pentingnya optimalisasi peran FPRB sebagai wadah kolaborasi multipihak yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat.
“Sinergi ini dinilai krusial untuk memperkuat upaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan, ” ujar
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar S.STP, selasa (16/12/25).
Dia menyampaikan bahwa pembahasan IKD dan FPRB merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi dan berbasis data.
“Melalui penguatan IKD dan pengaktifan FPRB, kami berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki peran nyata dalam menurunkan risiko bencana dan melindungi masyarakat,” terangnya.
Hasil rapat ini diharapkan menjadi dasar penyusunan program dan kebijakan penanggulangan bencana tahun 2025, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor agar Kota Tangerang semakin tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana. (ADV).














