Home / Uncategorized

Sabtu, 22 Juni 2024 - 08:32 WIB

Tidak Perlu Melakukan Pekerjaan Besar Tetapi lebih Penting Melakukan Pekerjaan Kecil dengan Cinta Yang Besar (St Teresa Calcuta)

Bunda Teresa Dari Kalkuta India

Dikutip Oleh Adharta Ketum Kris dan dipublikasiikan  Ringo di Liputan Nusantara.

Jakarta, Juni, Liputan Nusantara (LN), Tidak perlu melakukan Pekerjaan Besar Tetapi lebih penting melakukan Pekerjaan Kecil tetapi dengan Cinta Yang Besar, Demikian disarikan Adharta, Ketum Kris, Rabu, 19 Juni 2024  Sepulang dari melayat meninggalnya Renee Sinclair sahabatnya seorang musisi dan seniman yang selama Pandemi berjuang bersama KRIS. Saya sungguh berduka cita kata Adharta,atas kepergiannya dan kehilangan seorang sahabat muda.  Ada sebuah lagu yang saya ciptakan  Di gubah oleh Ibu Fera dan bersama Renee Sinclair. Saya mendapat konfirmasi sambung Adharta,  untuk hadir dalam undangan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementrian Kesehatan RI,  Dr Maria Endang MPH Di atur oleh Direktur Gizi dan KIA, Direktur Gizi dan KIA Kementrian Kesehatan Dr Lovely Daisy MKM Direktur Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan Dr Elfieda Sariwati M. Epid.

Pusara Bunda Teresa | Sumber gambar omnduut.com

Sekelumit Misi bunda Teresa. memiliki nama lahir Anjezë Gonxhe Bojaxhiu adalah seseorang yang dihormati sebagai Santa Teresa dari Kalkuta oleh gereja Katolik setelah dikanonisasi.

lahir pada 26 Agustus 1910 di Üsküb (Skopje). Meskipun ia lahir pada 26 Agustus, tetapi ia menganggap 27 Agustus (hari pembaptisannya) sebagai hari ulang tahun-nya.  Mengutip laman Mother Teresa, Bunda Teresa mengambil sumpah pertamanya sebagai seorang biarawati pada 1931. Saat itu, ia memilih untuk diberi nama Thérése de Lisieux, santo pelindung misionaris. Namun, biarawati sudah ada yang memilih nama itu sehingga ia memilih pengejaan Spanyol, yaitu Teresa. Meskipun ia menikmati mengajar di sekolah, tetapi ia masih terganggu dengan kemiskinan di sekitarnya.

Akhirnya, pada 1948, ia memulai pekerjaan misionarisnya bersama orang miskin. Ia mengawalinya di sebuah sekolah di Motijhil (Kalkuta). Satu tahun kemudian, ia bergabung dalam usahanya dengan kelompok perempuan muda dan menciptakan sebuah komunitas baru untuk membantu orang termiskin di antara kaum miskin. Usahanya ini dengan cepat menarik perhatian pejabat India, termasuk perdana menteri.

Salah satu biarawati yang menjadi bagian dari Misionaris Cinta Kasih | Sumber gambar: www.catholicnewsagency.com

Mempelajari dan menyimak  misi kemanusiaan bunda Teresa selama hidupnya, hampir identik dengan apa yang dilakukan oleh Adharta ketum Kris (Kill covid-19 Relief  Internasional Service) yang dulu namanya Kill Covid-19 yang  Selama ini diberbagai event Yang tidak pernah lelah membantu orang-orang yang sangat membutuhkan melalui Komunitaas yang dipimpinnya yaitu KRIS ( KILL covid-19 Relief  Internasional Service) yang dulu disebut Kill Covid-19. Yang dilakukannya diberbagai event.

Baca Juga  Polri Gelar Kejuaraan Badminton Kapolri Cup 2024, Upaya Asah Bibit Muda

Asrama tempat Bunda Teresa tinggal | Sumber gambar: omnduut.com

Selanjutnya usai  melayat sahabatnya yang berpulang kerumah Bapa itu Adharta Ongkosaputra ,Pada hari Rabu,19 Juni 2024, Saya mengajak teman teman KRIS lanjutnya lagi, untuk  berkumpul di Kementrian Kesehatan Lobby,  C Gedung Adyatma lantai 2 ruang 215, Ruang rapat yang besar sekali dan nyaman Serasa sangat damai dan tenang Hadir dari KRIS antara lain : 1. Ketua Umum KRIS Bapak Adharta,  2. Bunda Prof Dr Nafsiah Mboi Menteri Kesehatan 2012, 3. Ibu Dr Tridia Sudirga, 4. Bapak Prof Dr Suwandhi Widjaja, 5. Bapak Dr Lie Dharmawan Phd,  6. Ibunda DR Chandra Motik, 7. Bapak Stefanus Ginting, 8. Bapak Budi Hidayat Wakil Ketua Umum KRIS, 9. Bapak Dwi Helly, 10. Bapak Lendy Yustena, 11. Bapak Dr Jusuf Kristianto, 12. Ibu Drg Magdalena Santoso, 13. Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Pastor Samuel Pangestu PR, 14. Bapak Vincentius Satikin Johan bendahara KRIS, 15. Bapak Fajar Lukito tim Media Gatra.

Adharta Ongkosaputra Ketua Umum KRIS(kiri) menjelaskan mengenai Program Stunting Dihadapan publik disamping nya Freddy Numberi Menhub RI, ( waktu itu).

Acara dimulai tepat jam 13.00 di buka oleh Ibu Dirjen dan Paparan Maksud dan Tujuan pertemuan Oleh Bapak Adharta Ibu Direktur Jenderal Dr Maria Endang MPH ,Memaparkan data Stunting secara Nasional dan rencana Kementrian Kesehatan untuk penanganannya. KRIS bersyukur bisa bertatap muka dengan Diretur Jenderal Kesehatan Masyarakat. Beliau sangat menguasai materi tentang penanganan Stunting, Setelah Itu Bunda Nafsiah juga memaparkan rencana singkat KRIS dan penanganan Stunting Di lengkapi Oleh Prof Dr Suwandhi dan Dr Lie Dharmawan, Bapak Stefanus Ginting menyampaikan siap menggerakkan Komunitas Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia. Beliau juga anggota Dewan dalam Yayasan Atmadjaja dan Ketua Umum Frans Seda Foundation.

DUDUK (DARI KIRI KE KANAN ) : Prof. Dr. Suwandhi Widjaja ( Dewan Penasehat KRIS ), DR. Lie Dharmawan ( Dewan Penasehat KRIS ), DR. Chandra Motik (Dewan Pembina KRIS ), Prof.DR. Nafsiah Mboi (Dewan Pembina KRIS ), Dr. Maria Endang (Dirjen Kesehatan Masyarakat – Kemenkes RI ),Samuel Pangestu ( Dewan Penasehat KRIS ), Adharta Ongkosaputra (x) (Ketua Umum KRIS ) dan Nona Tridia ( Relawan KRIS )
BERDIRI (DARI KIRI KE KANAN) : Fajar Lukito ( Gatra), Lendy Yustena (Relawan KRIS ), Magdalena Santoso (Dewan Pembina KRIS ), Budi Hidayat (Wakil Ketua KRIS ), Stefanus Ginting ( Ketua Frans Seda Foundation ), Dwi Helly ( Ketua Program Stunting KRIS ), Vincent Johan (Bendahara KRIS ), Dr. Yusuf Kristianto(Ketua Bidang Edukasi KRIS), Dr. Lovely Daisy ( Direktur Gizi Ibu dan Anak Kemenkes ), Dr. Elvieda Sariwati ( Direktur Promkes Kemenkes )

 

Baca Juga  Camat Parlilitan, Darmo Hasugian Tinjau Banjir Bandang Di Desa Sion Julu Dan Sion Tonga.

Sebagaimana juga yang saya publikasikan panjang lebar di media ini,edisi 15 Juni 2024 terkait penanganan Stunting yang digali dari berbagai sumber, Ditambah lagi pemaparan  dari Direktur Jenderal Dr Maria Endang MPH.yang  sangat menguasai materi tentang penanganan Stunting. Tentang Stunting, tidak habis-habisnya dibicarakan, selama hayat dikandung badan,selalu muncul dipermukaan. Itu sebabnya Bunda Nafsiah juga memaparkan rencana singkat KRIS dan penanganan Stunting Di lengkapi Oleh Prof Dr Suwandhi dan Dr Lie Dharmawan, Bapak Stefanus Ginting menyampaikan bersedia  menggerakkan Komunitas Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia. Beliau juga anggota Dewan dalam Yayasan Atmadjaja dan Ketua Umum Frans Seda Foundation.

Pada siangnya ditutup melalui  paparan Pastor Samuel Pangestu tentang apa yang sedang dikerjakan oleh Keuskupan Agung Jakarta dan akan bekerja sama dengan Seluruh Keuskupan di Indonesia.  Dr Daisy dan Dr Elvieda juga memaparkan rencana rencana Kementrian Kesehatan.

Ibu Drg Magdalena melengkapi usulan Bunda Nafsiah mengenai Nama wadah dibawah KRIS. Sebut Saja LENSA (Lembaga Edukasi Nasional Stunting Anak ). Dalam hasil diskusi ujar Adharta, memang ada beberapa lahan yang bisa di tangani oleh KRIS Seperti halnya rencana kerja maka KRIS akan masuk dalam ranah Edukasi Stunting Dr Jusuf Kristianto pakar edukasi KRIS banyak pengalaman nya dalam membina dan memberdayakan Masyarakat. Saya sambungnya lagi  menyampaikan bahwa masalah Stunting Anak sudah bukan masalah Kementrian Kesehatan dan atau Orang atau institusi tertentu tetapi sudah menjadi tanggung jawab setiap insan Anak Bangsa Indonesia.

Jika ingin menuju Indonesia Emas (bukan Cemas seperti disampaikan Dr Lie Dharmawan). Menyambut bonus demografi sampai 2045, Saya berkeyakinan walau mungkin kita semua sudah pulang kampung alias menghadap  Tuhan disorga,dan tidak ada dimuka bumi lagi,Tetapi pencanangan LENSA  akan di kenang bahwa pernah ada Orang orang yang peduli terhadap nasib bangsa Indonesia yang kelak akan dinikmati oleh anak cucu dan cicit kita sendiri .

Diakhir pertemuan Dr Elvieda dan DR Chandra Motik Akan menyusun Formasi bagaimana LENSA  di lahirkan Seperti ungkapan Mother Teresa dari Kalkuta Kita akan melakukan Pekerjaan Kecil tetapi dengan Cinta yang besar tutupnya. (Ring-o)

Share :

Baca Juga

Metro

Pergi apa Pulang ? ( Seri1)

Uncategorized

Laporan Pertanggung jawaban Panitia sekaligus Pembubaran Panitia Hari Lanjut Usia Nasional Santo Servatius 2024

Uncategorized

Syukuran / Pesta Bona taon Punguan Lumban Siantar ,Boru,Bere/Ibebere Se Jabodetabekkarta, Minggu 17 April 2024 di Geduing Graha Girsang Pekayon Bekasi

Uncategorized

Suparmi Unggul di Pengalaman dan Teruji Dalam Memimpin Dibanding Kader Lain

Uncategorized

Jumat Curhat, SPKT Booth Polresta Bandara Soetta Diapresiasi Masyarakat

Tangerang

ketua DPD LSM KPK PROV.Banten.Syamsul Bahri  Pertanyakan Penggunaan APBD Tahun 2022 dan 2023 yang Dikelola Oleh Dinas Pendidikan Kab.Tangerang.

Uncategorized

Camat Parlilitan, Darmo Hasugian Tinjau Banjir Bandang Di Desa Sion Julu Dan Sion Tonga.

Uncategorized

Pemkab Humbahas Buka Gerakan Pangan Murah.

Contact Us