Home / Metropolitan

Kamis, 30 November 2023 - 18:27 WIB

SEKOLAH SADAR SAMPAH

:Asep Kiswanto, SE, M.Si kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta merupakan jebolan pasca sarjana Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Jakarta,November , Liputan Nusantara(LN), Jika pada edisi 28 November 2023 yang lalu  menaikkan artikel di media ini yang bejudul “berdamai dengan sampah” ? yang di lakukan dengan pegiat sampah (komunitas lingkungan Hidup), maka kali ini penulis akan menaikkan artikel berjudul: “Sekolah sadar sampah” yang dikelola oleh Pekerja Jasa Lainnya Perorangan (PJLP)  Lingkungan Hidup DKI Jakarta, tempat dimana penulis dulu berkarya sekitar 4 tahun lamanya.Secara substansial kedua judul tersebut sangat identik, bedanya Berdamai dengan sampah dikelola oleh komunitas Lingkungan Hidup, sedangkan Sekolah sadar sampah dikelola oleh PJLP Dinas Lingkingan Hidup DKI Jakarta,Kecamatan cipayung.

hasil kreaatifitas

Limbah Korek Yang  dijadikan mainann

Tradisi membuang sampah di kalangan masyarakat kita memang belum baik. Masyarakat masih sering membuang sampah seenaknya. Tidak hanya masyarakat strata menengah ke bawah saja yang berperilaku membuang sampah seenaknya, akan tetapi juga masyarakat kelas atas. Masih banyak dijumpai orang membuang sampah dari mobil ketika melaju di jalanan. Orang juga membuang sampah seenaknya di tempat-tempat umum. Meskipun ada tempat sampah, tetap saja mereka membuang sampah di mana-mana. Aturan  tentang perilaku membuang sampah pun sudah ada. Bahkan denda puluhan juta atau kurungan berbulan-bulan juga sudah dicanangkan. Akan tetapi tetap saja masyarakat tidak mengindahkannya.  Seakan-akan hukuman itu tidak ada maknanya. Bahkan juga sering diselenggarakan kegiatan pro yustisia untuk mengatasi perilaku pembuangan sampah ini.  Namun demikian, perilaku pembuang sampah juga belum berubah secara signifikan.

 

 

 

 

Ketua Komunitas Bank Sampah Sumut Asmawati Chaniago (ketiga kiri), praktisi hukum Julius Anggiat Lamhot Turnip (kedua kiri), Pandapotan Turnip dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumut (kedua kananan) foto bersama usai menjadi narasumber dalam dialog interaktif “HorasMedan”, di studio Medelegasi ) dan Wilson Turnip selaku pegiat sampah dari Kota Medan (kiri), didampingi pemandu acara Robin Turnip (kanMedan,

Dalam rangka menindaklanjuti Peraturan daerah Provinsi DKI Jakarta No. 3th.2013 tentang pengelolahan sampah, Peraturan gubernur no.108 th.2019 tentang kebijakan dan strategi daerah Provinsi  DKI Jakarta, Peraturan gubernur no.77 th .2020 tentang pengelolahan sampah Lingkup rukun Warga, Intruksi gubernur no.49 th. 2021 tentang penyelesaian isu prioritas daerah th.2021 – 2022 dan Intruksi sekretaris daerah no.88 tahun 2021 tentang dan dalam pengelolahan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga serta keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup no 656 th.2021 kepala unit Penanganan Sampah Badan Air Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga  Mengawali tahun 2024  PT Aditya Aryaprawira adakan Donor Darah

Selanjutnya secara terperinci dijelaskan mengenai jenis dan komposisi sampah di dalam Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta  No. 107 tahun 2019 tersebut yaitu :

  1. Sampah Organik : Contoh : Sayuran, Buah, Daun, Rumput, Daging.
  2. Sampah Kertas Contoh : Kertas, Koran, Buku, Majalah
  3. Sampah Elektronik ( E Waste ) : Contoh : Kabel, Charger, Radio, Kipas angin, Handphone, Komputer
  4. Sampah B3 ( Bahan Berbahaya & Beracun ) : Contoh : Detergen, Oli, Batu Baterai, Lampu
  5. Sampah Plastik : Contoh : Galon, Plastik kemasan, Botol plastik, Gelas plastik
  6. Sampah Logam : Contoh : Besi
  7. Sampah Residu : Contoh : Tisue, popok bayi /pampers, pembalut wanita

JENIS – JENIS SAMPAH YANG DIPILAH ( ANORGANIK

HASIL KREATIFITAS

 

 

LIMBAH KOREK YANG DI JADIKAN MAINAN

 

Diperlukan bank sampah untuk menampung sampah dan karya dari warga masyarakat untuk menghargai karya warga masyarakat yang kreatif. Mengolah sampai menjadi bernilai ekonomis.

Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan.

 

 

TPA Bantar Gebang, Jakarta, salah satu tempat pembuangan sampah terbesar di dunia, dengan luas mecapai 110 hektar yang semakin banyak, tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan sampah

Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bankBank sampah. Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik. Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini, diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi banyak orang dan juga lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis. Manfaat bank sampah untuk masyarakat adalah dapat menambah penghasilan masyarakat karena saat mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki.

Baca Juga  Agus Flores : Para Kapolres Bukan TUHAN, Bisa Bersihkan Judi Semua

Namun bisnis sampah ini perlu diatur dengan Undang-undang tersendiri . seperti kata Ketua Komunitas Bank Sampah Sumut Asmawati Chaniago, praktisi hukum Julius Anggiat Lamhot Turnip, Pandapotan Turnip dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumut dan Wilson Turnip selaku pegiat sampah dari Kota Medan didampingi pemandu acara Robin Turnip dalam dialog interaktif “HorasMedan”, di studio Medelegasi Medan, Senin, 27 November 2023. Bisnis daur ulang sampah melalui bank sampah dinilai cukup potensial sehingga keberadaannya sudah saatnya diatur dengan undang-undang tersendiri, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi sirkular yang berkelanjutan di Indonesia kata Asmawati Chaniago- ketua Komunitas Bank Sampah Sumut. Dialog interaktif menghadirkan narasumber, yaitu Ketua Komunitas Bank Sampah Sumatera Utara (Sumut) Asmawati Chaniago, praktisi hukum Julius Anggiat Lamhot Turnip, Pandapotan Turnip dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumut dan Wilson Turnip selaku pegiat sampah dari Kota Medan. Menurut Asmawati, undang-undang (UU) tersendiri atau UU khusus yang mengatur tentang pemberdayaan dan pengelolaan bank sampah sangat diperlukan agar iklim usaha tersebut berjalan kondusif dan efisien ujar Asmawati. Hingga saat ini, sambungnya lagi, belum ada regulasi khusus atau payung hukum yang kuat mengatur bisnis bank sampah, sehingga membuat posisi tawar atau daya saing pelaku usaha bank sampah pada umumnya masih tergolong lemah dalam hal rantai pasok. “Kita berharap pemerintah maupun DPR RI perlu segera berinisiatif menyusun rancangan undang-undang yang mengatur berbagai aspek kegiatan usaha bank sampah,” ujar Asmawati yang juga ketua Yayasan Artha Jayatutupnya. (Ring-o)

 

Share :

Baca Juga

Fintech

Halo Polisi, Polres Jakbar dan Polsek Palmerah Hadir Di Mall Slipi Jaya Beri Kemudahan Pelayanan Kepolisian*

Metropolitan

WANITA DAN POLITIK

Metropolitan

Pesparani Nasional III 2023 Direncanakan di DKI Jakarta.

Daerah

Kapolda Banten Cek Kesiapan Pengamanan Nataru Sekaligus Sapa Pemudik di Pelabuhan Merak Cilegon

Metropolitan

Sosialisasi Popinsi Tapanuli (Protap)  oleh PPPT & Pemda Yang Diperpanjang Masa Tugasnya

Metropolitan

Sofjan Wanandi  Saya Nggak Perlu Diskusi Lagi  Menangkan Nomor Tiga Ganjar Mahfud

Metropolitan

 BERITA YANG  TELAH KITA DENGAR DARI MULANYA BAHWA KITA SALING  MENGASIHI

Metropolitan

Empat  Event Penting Dalam Waktu Yang Hampir Bersamaan

Contact Us