Home / Daerah / Hukum/Kriminal / Tangerang

Rabu, 10 Juli 2024 - 10:02 WIB

Saksi Korban Mohon Kepada Ketua Majelis Hakim Agar Membebaskan Suaminya dari Segala Tuntutan Hukum.

TANGERANG,Liputannusantara.id-
Sidang Kekerasan Dalam Rumah ( KDRT ) atas terdakwa, Alpriado Osmond yang dilaporkan istrinya, Dian Christina Silalahi yang disidangkan, Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Prisilia Andreas dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, dalam tuntutanya ( 2 / 7 ) terdakwa terbukti secara syah dan meyakinkan melakukan KDRT terhadap istrinya.

Penasehat hukum terdakwa, DR Jaswin Damanik; SH. MA, mengatakan tuntutan, Jaksa ragu ragu dan tidak sesuai Fakta persidangan, karena hanya menuntut terdakwa dengan tuntutan pidana denda Rp 9.000.000, dengan ketentuan apabila tidak sanggup membayar denda , diganti dengan kurungan penjara selama 2 bulan. Selasa ( 9 / 7 ) dalam agenda pembelaan atas tuntutan jaksa, di PN Tangerang.

Bahwa sesuai dakwaan jaksa pasal 45 ayat ( 1 ) UU No 23 Tahun 2004 , tentang kekerasan dalam tumah tangga, yang mengatakan terdakwa telah terbukti melakukan kekerasan secara Pisikis, tidak dapat dibuktikan.

Buktinya, Korban pelapor dan terdakwa pada tanggal 21 Juni 2024 telah membuat Surat perjanjian perdamaian, yang intinya terdakwa selaku suami Pelapor mengatakan memaafkan dan iklas menerima istrinya untuk bersatu kembali sebagai suami istri, sebagai mana Firman Tuhan dalam Matius 19 ayat 6, Karena apa tekah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.

Baca Juga  Menyejahterakan Rakyat dengan Potensi Alam Karo

Bahwa karena unsur unsur alat bukti sesuai pasal 184 KUHAP tidak terpenuhi maka Penasehat hukum terdakwa memohon kepada; majelis hakim berkenan dalam putusanya menjatuhkan putusan bahwa terdakwa tidak bersalah, sebagaimana dakwaan Alternatif melanggar pasal 45 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2004, Tentang Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga.

Lebih lanjut Penasehat Hukum terdakwa, DR Jaswin Damanik SH MA , tidak mengetahui perbuatan mana yang dilakukan terdakwa sebagai perbuatan kekerasan Pisikis,

Sebagaimana dakwaan kesatu pasal 45 ayat ( 1 ) UU NO 23 Tahun 2004 sesuai Keterangan Ahli Dr Jab Mustopa Baktiar, Sp KJ ( dokter psikiatrkum ) yang membuat Visum juga tidak menerangkan adanya Kekerasan Pisikis terhadap korban.

Persidangan ini sudah berjalan selama 5 bulan sejak 12 Pebruari 2024, kata Alpriado Osmand sewaktu membacakan pembelaan atas tuntutan Jaksa yang menurut terdakwa tuntutan  jaksa ragu ragu,, karena tuntutanya hanya pidana denda.

Baca Juga  Bazar Ramadan Digelar, Benyamin Berpesan untuk Beli Sesuai Kebutuhan

Allah maha baik, kata terdakwa dalsm pembelaanya, karena pada hari Jumat 21 Juni 2024 , antara saksi korban dan Alpriado Osmand telah ada surat perdamaian yang sudah diberikan kepada Majelis hakim dan JPU di persidangan; Selasa; 25 Juni 2024.

Surat perdamaian yang isinya saling memaafkan dengan tulus, karena antara saksi korban dan terdakwa masih saling mencintai; melindungi, merawat dan membesarkan anak terkasih, Justin Aldiputra dengan kasih sayang bersama sebagai orang tua kandung.

Saksi korban, Dian Chistina Silalahi memohon kepada Ketua majelis hakim; Santoso di bantu hakim anggota Beslin Sihombing dan wadji Pramono yang memeriksa dan menyidangkan terdakwa agar membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan Jaksa.

( Marbun)

Share :

Baca Juga

Banten

Sebanyak 244 Kades di Tangerang Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan Dua Tahun

Tangerang

Jelang PPDB, Diskominfo Tangsel Siapkan Dukungan, Mulai dari Website hingga Keamanan Data

Banten

Polsek Neglasari Menyokong Keharmonisan dalam Perayaan Jumat Agung di Gereja Pouk Marnatha Sitanala

Tangerang

Hadiri Peringatan Hari Buruh, Bambang Sekda Tangsel Ajak Serikat Buruh dan Pengusaha Ciptakan Iklim Usaha Yang Kondusif

Daerah

DIT BINMAS POLDA KEPRI AJAK TOKOH MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS DAN BIJAK BERMEDIA SOSIAL JELANG PILKADA 2024

Tangerang

Gandeng Stakeholder, Satlantas Polresta Bandara Soetta Atur Arus Lalu-lintas

Daerah

POLRES HUMBANG HASUNDUTAN GELAR OPERASI KESELAMATAN TOBA 2024 HARI KE-3.

Banten

Satpol PP Kota Tangerang Segel Tower BTS di Kedeaung Baru Karena Belum Mengantongi Izin Kota Tangerang Tak Miliki Izin

Contact Us