Menu

Mode Gelap
Rapat Konsolidasi Pengurus Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Banten: Tegaskan Komitmen dan Perkuat Soliditas Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Tangerang Gelar Mapenta Ke-V, Dorong Regenerasi dan Aksi Nyata Kaum Muda Satbinmas Polresta Bandara Soetta Imbau Karyawan Ciptakan Kamtibmas Kondusif Persekutuan Gereja Dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Berbelasungkawa Sedalam -Dalamnya atas Meninggalnya Almarhum Affanb Kurniawan Melalui Pondok Pesantren, Lapas Jember Cetak Santri Teladan Laksanakan Trolling, Kalapas Jember Pastikan Kondisi Aman dan Pembinaan Berjalan Optimal

Uncategorized

Protes SPMB Jalur Domisili, Warga Gembok Jalan SMAN 5 Kabupaten Tangerang

badge-check


					Protes SPMB Jalur Domisili, Warga Gembok Jalan SMAN 5 Kabupaten Tangerang Perbesar

 

Kab. Tangerang, Liputannusantara.id– Warga Kelurahan Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, menutup akses jalan samping menuju SMA Negeri 5 Kabupaten Tangerang yang sekaligus dipakai untuk lahan parkir sepeda motor bagi siswa yang membawa kendaraan.

Aksi tersebut dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat lokal. Akses jalan itu di tutup menggunakan rantai yang ujungnya di kunci menggunakan gembok.

Ketua RW 06, Kelurahan Salembaran Jaya, Dilar Japut mengatakan, Aksi protes itu, mereka lakukan sebagai bentuk tidak adanya partisipasi serta adanya toleransi dari pihak sekolah kepada warga sekitar yang anaknya mau masuk di sekolah tersebut.

“Ya, pada intinya warga sekitar minta diprioritaskan. Agar anak mereka bisa bersekolah yang jaraknya tidak jauh dengan tempat tinggal,” kata ketua RW 06, Dilar Japut, kepada media ini Selasa (8/7/2025) malam.

Ia menjelaskanan ada puluhan warga Salembaran Jaya yang mendaftar di sekolah tersebut. Akan tetapi, hanya beberapa siswa saja yang diterima. Karena menurutnya, jalur domisili di lihat berdasarkan dari nilai tertinggi.

“Menurut data dari Kelurahan Salembaran Jaya ada sekitar 54 siswa yang mendaftar di sekolah itu, tapi yang diterima hanya 17 siswa saja,” terangnya.

Lanjut Dilar, warga Salembaran Jaya berencana akan menggelar aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi agar pihak sekolah dapat menambah rombongan belajar (rombel) untuk siswa yang tidak diterima pada jalur domisili.

“Rencananya warga Salembaran Jaya pada hari Kamis (10/7) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan sekolah untuk menyampaikan aspirasinya agar warga sekitar diprioritas kan” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Kabupaten Tangerang, Krisma Dermaki saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp (WA) mengatakan, untuk saat ini pihaknya belum mendapatkan arahan untuk penambahan rombel.

(Devi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rapat Konsolidasi Pengurus Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Banten: Tegaskan Komitmen dan Perkuat Soliditas

31 Agustus 2025 - 15:57 WIB

Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Tangerang Gelar Mapenta Ke-V, Dorong Regenerasi dan Aksi Nyata Kaum Muda

31 Agustus 2025 - 14:29 WIB

Satbinmas Polresta Bandara Soetta Imbau Karyawan Ciptakan Kamtibmas Kondusif

31 Agustus 2025 - 07:20 WIB

Persekutuan Gereja Dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Berbelasungkawa Sedalam -Dalamnya atas Meninggalnya Almarhum Affanb Kurniawan

31 Agustus 2025 - 07:13 WIB

Melalui Pondok Pesantren, Lapas Jember Cetak Santri Teladan

31 Agustus 2025 - 06:20 WIB

Trending di Uncategorized