Home / Metro

Rabu, 3 Januari 2024 - 21:41 WIB

Pidato Ilmiah Sambutan Tahun Baru 2024 ( By, Adharta Ongkosaputra, Ceo KRIS)

Jakarta Januari 24, Liputan Nusantara (LN), Berita perdana Liputan Nusantara Biro DKI Jakarta, ditahun 2024 ini, mengangkat judul # Pidato ilmiah sambutan Tahun Baru 2024 #

Setelah melewati 3 tahun masa pandemi Covid-19 kata Adharta, CEO Kill covid-19 Relief Internasional Service (KRIS),sekaligus menjadi Ketua Umum Kill Covid ini , mengawali sambutan ilmiahnya, memasuki tahun 2024. Kita ketahui kata dia, bahwa kondisi negara kita dalam kondisi yang sangat sulit sekali karena peperangan Rusia dan Ukraina, Israel dan Palestina masih menjadi bayang-bayang buruk bagi Indonesia, Walaupun data menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagus . Tetapi jalan menuju 2024 bukanlah jalan yang mudah. Optimisme Adharta ini mengalisis Seminar bertema “Optimisme Penguatan Ekonomi Nasional di Tengah Dinamika Global.

Adharta, memberi sambutan awal taun baru 1 Januari 2024

Pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagus,  dapat diamati dari  seminar bertema “Optimisme Penguatan Ekonomi Nasional di Tengah Dinamika Global” oleh Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa sepanjang triwulan 2023 ekonomi Indonesia masih tumbuh baik dalam rentang angka lima persen dan nilai inflasi yang jauh di bawah rata-rata inflasi global. Selain itu, indikator perekonomian lainnya juga berada pada angka yang baik.

Adharta bersama para suster sedang ramah tamah

Dalam acara seminar tersebut, Presiden Jokowi juga sempat menyinggung pertemuannya dengan pimpinan International Monetary Fund (IMF). Bahwa telah banyak negara dunia yang menjadi “pasien” IMF. “Saat bertemu dengan Managing Director-nya IMF ini sudah bolak-balik saya sampaikan 96 negara masuk menjadi pasien. Anggota IDB 57 negara, 32 negara kondisi ekonomi, keuangan, fiskalnya juga sangat berat. Tetapi memasuki tahun 2024 ini, kita tidak punya alasan untuk tidak optimistis,” kata JokoWidodo.

Namun IMF tetap menilai, Indonesia akan mengalami pemulihan ekonomi yang kuat seiring dengan meningkatnya investasi, konsumsi, dan ekspor. Tentu saja, sambil terus mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan struktural dan risiko eksternal, seperti ketidakpastian global, tekanan inflasi, dan ketegangan geopolitik.

Baca Juga   “ANAKKON HI DO HAMORAON DI AHU”

Lebih lanjut Adharta mengatakan bahwa Presiden Jokowi di tahun 2015 beliau mencanangkan Indonesia sebagai Poros Maritim maka sebagai insan Maritim dan berkecimpung di IMO saya merasa Indonesia akan menjadi salah satu negara terkuat di dunia maritim. Sayangnya kata dia hal ini tidak terbukti. Sekali lagi gaung Maritim sudah tidak terdengar lantaran digantikan oleh promulgasi Agraris. Sayangnya kita masih impor bahan makanan bahkan termasuk pengimpor beras terbesar. Saya masih ingat lanjut dia, tahun 2010 dalam simposium pangan sedunia di Jepang Negara Matahari ini harus membuang beras karena menjaga stabilitas harga , Bahkan dilempar ke Indonesia dengan cara dijual harga murah.

Seluruh bangsa Indonesia berharap bisa swasembada pangan ,Daya tahan terhadap pangan harus kuat

Tetapi dampak pendidikan juga tidak berbuah baik. Anak-anak petani yang lulus sarjana pada umumnya bahkan mencari pekerjaan, ada yang sebagai pegawai negeri. Cita-cita agar hidup enak tidak dicapai dengan kerja yang didukung fasilitas banyak. Tetapi masalahnya yang urus sawah tidak ada

Beberapa teman saya di daerah Karawang terpaksa berhenti kerja sawah karena anak cucu tidak mau melanjutkan usahanya ujarnya. Tanah Indonesia subur lohjinawi(subur makmur). Kayu bisa jadi tanaman

Ikan dan udang menghampiri dirimu. Sangat  baik semboyan ini,  tapi menurut saya analisisnya ini bikin malas justru menurunkan semangat Karena keberhasilan justru harus kerja keras bukan hanya sekadar duduk-duduk. Sawah dan ladang harus diperjuangkan bukan dengan sistem pengairan saja dan pupuk gogo tapi juga dengan aplikasi teknologi. Kita masih panen dua kali bahkan ada yang sekali, Karena harus diisi tanaman kacang-kacangam untuk mengjhndari tanah asam. Sebaliknya lanjnutnya, di Tiongkok sudah dicoba tanam padi dipinggir laut

Dan di Afrika tanam padi di padang pasir Di lokasi yang sulit pun bisa tumbuh tanaman, Kita harus mencari jalan terbaik  Karena untuk keselamatan bangsa dan negara maka pembangunan harus merata untuk mempertahankan NKRI. Mungkin benar kata Nabi besar kita,# Belajarlah sampi ke negeri Cina#

Baca Juga  Mencatut Nama Organisasi GWI?

Mari kita melirik tahun 1980 kata Novi Basuki pencetus agar belajar Bahasa Cina termasuk mengenal budaya Cina. Kita lihat Kota Dan Dong dan Shen Zhen. Saya bisa bandingkan kedua kota ini dengan Pulau Batam kata Adharta, Kita bisa mengumpamakan sama seperti Kelinci dan kura-kura uji lari  Dan kita masih mengharap Kura-kura yang menang. Sebaiknya sekarang saatnya kita mencari jalan yang terbaik.

Jepang menghadirkan era baru setelah kalah perang dengan hinode jokoku atau saatnya Matahari Terbit dan mereka benar-benar melihat Matahari karenanya sukses menjadi negara terbessr di dunia.

Kita lihat negara Afrika yang miskin kering kerontang mereka sudah bangkit dan lepas dari kesulitannya.

Solusi terbaik sambil menanti presiden baru kita, Sisa kepemimpinan Bapak Jokowi bisa mengambil skala prioritas Hilirisasi tambang sudah bagus, Diplomasi Kebudayaan boleh kita lanjutkan, Karena nilai pariwiaata kita bisa dijual dengan beragam budaya.Pendidikan menjadi andalan  Jadi nilai pendidikan harus diutamakan karena mahalnya pendidikan membuat kita pincang karena banyak sekolah tapi mahal

Jadi perlu subsidi pendidikan secara merata. Pembangunan Agraris harus fokus tanam dan teknologi Industri hasil laut juga harus dimanfaatkan karena vitalisasi sumber daya laut lebih banyak dinikmati pencuri ikan. Saya tetap merasa optimis perlunya perhatian terhadap dunia Maritim sebagai penunjang utama logistik Indonesia

Teknologi dan dukungan industri logistik masih dirasakan sangat kurang. Sistem operasional pelayaran. Kalo boleh Saya mengusulkan agar pemerintah turun tangan bisa mengadakan kapal sebanyak mungkin lalu bisa menunjuk operator pelaksana operasional kapal kepada swasta dengan sistem bagi hasil, Subsidi bahan bakar, Biaya birokrasi  Perizinan,Sistem keamanan laut harus ditingkatkan,Mari kita mencari jalan terbaik ujarnya sekaligus mengakhiri pidatonya.(Ring-o)

Selamat Tahun Baru 2024

Adharta

Share :

Baca Juga

Metro

Ambulans,Arti dan Manfaatnya?

Metro

Laudato Si’ ikut Berperan dalam Pesparani Nasionl ke Tiga

Metro

BERDAMAI dengan SAMPAH ?

Metro

Bangunan Gudang Tidak Sesuai Izin Dan peruntukan Marak Di Jakarta Barat.

Metro

Dimana Tanah Terjanji Itu Berada ?

Metro

Mencatut Nama Organisasi GWI?

Metro

Pesan yang Disampaikan PSE KWI Kepada  Para Capres dan Cawapres Terkait Pangan Nusantara

Metro

BIBIT TURI,PEMELIHARAAN DAN MANFAATNYA

Contact Us