Home / Banten / Daerah / Pendidikan / Tangerang

Selasa, 9 Juli 2024 - 14:27 WIB

Pendaftaran PPDB online kota tangerang perlu kita pertanyakan, dari mana SMAN,1,2 dan tujuh mendapatkan siswa klau berdasarkan zonase jarak paling jauh 750 meter.

Kota Tangerang,Liputannusantara.id-Puluhan orang tua siswa mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan. Khususnya, Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah Negeri.

Beragam isi curahan hati mereka tuangkan dalam bentuk kekecawaan, mulai dari pesan ‘jangan ada jatah orang dalam di sekolah’

Ketua DPD LSM GARUDA NASIONAL Guntur hutabarat meminta pemerintah menghentikan sistem kompetisi tidak sehat dalam perebutan kursi sekolah.

Guntur menjelaskan, sistem rebutan kursi PPDB ini banyak membuat anak-anak putus sekolah karena tidak lolos sekolah negeri. Sebab, keterbatasan ekonomi yang dimiliki orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.

“Mereka saat ini terancam putus sekolah, karena terkendala mahalnya biaya di sekolah swasta. Bahkan, tak sedikit diantara mereka adalah anak-anak penerima KIP dan KJP yang gagal di berbagai jalur PPDB,” kata dia kepada wartawan di lokasi

Guntur menegaskan ‘sekolah bebas biaya’ harus disuarakan, sebagaimana diatur dalam Pasal 31 UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan pemerintah wajib membiayainya.

“Amanah konstitusi ini, dipertegas lagi dalam Pasal 34 UU Sisdiknas, bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya pendidikan tanpa memungut biaya,”

Baca Juga  Antisipasi Kejahatan, Polres Metro Tangerang Kota Gelar Patroli Sepeda di Rest Area

Ia, menyarankan pemerintah bekerjasama dengan sekolah swasta, semua anak bangsa harus punya hak yang sama, pemerintah harus menjamin semua anak kebagian bangku sekolah.

“Tidak boleh lagi ada istilah gagal PPDB, karena semua akan akan kebagian kursi. Jika daya tampung sekolah negeri minim, maka pemda wajib melibatkan sekolah
Swasta

 

Diketahui, Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) membuat sejumlah pihak melakukan kecurangan. Ada temuan ‘siswa titipan’ masuk PPDB yang terungkap dalam investigasi salah satu media nasional serta temuan mengenai pemalsuan data di kartu keluarga.

Contoh seperti SMAN 1 jarak jauh 530 M di kelilingi perkantoran dari mana siswanya dari segi lokasi tidak memungkinkan dengan jarak segitu, SMAN 2 kota tangerang dari segi area lokasi kiri kanan dan muka belakang dengan jarak 750 meter tidak ada pemukiman samping sebelah kanan lapangan bola juga perkantoran sampai lampu merah jalan daanmogot, sebelah kiri sampai lampu merah kodim semua perkantoran sampai ke jalan sudirman, belakang sekolah tanah kosong dan pasar induk depan sekolah pasar tangerang dari mana siswa mereka!! hitungan hanya 750 meter SMAN 2 kota tangerang tdk mungkin dapat siswa.
calon siswa dari Tanah Tinggi tidak ada yang di terima di SMAN 2 zonase PPDB dengan jarak jauh 750 meter perlu kita pertanyakan dari mana siswanya dan kemana zonase tanah tinggi

Baca Juga  Kapolresta Barelang Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Binmas dan Kapolsek Sei Beduk Polresta Barelang

Sekarang ini tidak ada instrumen yang bisa kita kita gunakan untuk melakukan penindakan, karena dari unsur kejaksaan dan kepolisian belum terlibat, padahal kan jelas-jelas pelanggaran itu,” kata Guntur.

Ia menyayangkan perbuatan ilegal masyarakat yang menggunakan ijazah palsu, memindahkan alamat, atau menggunakan kartu keluarga palsu dalam proses PPDB.

“Masing-masing daerah harus segera mempelajari kasusnya, kan ada data historis sebetulnya kasus PPDB itu kan, tidak semua daerah bermasalah dan dalam satu daerah paling hanya beberapa titik saja yang bermasalah. Itu mestinya sejak awal harus sudah diantisipasi, sehingga sudah ada penyelesaian dan tidak berulang, karena kalau kasusnya berulang, itu berararti pemerintah ada pembiaran. sehingga sudah ada penyelesaian dan tidak berulang, karena kalau kasusnya berulang, itu berararti pemerintah ada pembiaran.

Rosita

Share :

Baca Juga

Tangerang

Ditresnarkoba Polda Banten Berhasil Menangkap Pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkoba

Banten

Operasi Ketupat 2024, Polres Metro Tangerang Kota Kerahkan 1.416 Pasukan Gabungan

Daerah

DUKUNG KKNB INTERNASIONAL, PEMKAB SAMOSIR SAMBUT DELEGASI LPPM PTN WILAYAH BARAT.

Daerah

Pemkab Humbahas Buka Rakor Timpora.

Banten

DPC GWI Kota Tangerang Melaksanakan Qurban Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Dan Warga Neglasari

Banten

Ketua DPRD Kota Tangerang Sepakat Tolak RUU Penyiaran

Banten

Bulan Juli 2024, 8 Kasus Tindak Kejahatan Jalanan Berhasil di Ungkap Sat Reskrim Polres Lebak dan Polsek Jajaran

Daerah

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan Tinjau TSTH2 di Humbang Hasundutan

Contact Us