Menu

Mode Gelap
Kasat Lantas Polresta Serang Kota Berikan Apresiasi Pengendara Tertib pada Operasi Keselamatan Maung 2026 Ops Keselamatan Hari Ke-3, Sat Lantas Polres Cilegon Lakukan Teguran dan Tilang di Beringin Ciwandan Operasi Pekat Jaya 2026, Polsek Jatiuwung Ungkap Penyalahgunaan Sabu dan Amankan Dua Pelaku Kalapas Jember Turut Hadiri Penandatangan Komitmen Bersama Kanwil Ditjenpas Jatim Pastikan Distribusi Aman dan Tepat Sasaran, Ditsamapta Polda Banten Kawal Program Makan Bergizi Gratis* Pastikan Distribusi Aman dan Tepat Sasaran, Ditsamapta Polda Banten Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta

“Pelatihan Deep Learning Untuk Guru SD SDN Bungur Senen Jakarta Pusat

badge-check


					“Pelatihan Deep Learning Untuk Guru SD SDN Bungur Senen Jakarta Pusat Perbesar

DR (C) Iramdan (Berdiri pegang mig) sedang memberikan pelatihan dihadapn audiens.
Oleh :  DR (C) Iramdan Dosen Unindra &  Wakil Sekjen bidang Pendidikan  Lemhanas RI. ,dipublikasikan oleh  Drs.M.Siringoringo, M.Pd Kabiro Liputan Nusantar DKI Jakarta.

Jakarta, Juli, Liputan Nusantara (LN) ,Deep Learning adalah metode kecerdasan  buatan,Artifisial Inteligens  (AI) yang mengajarkan computer untuk memproses data dengan cara yang terinspirasi oleh otak manusia, Tanggal 11,12 Juli 2025″.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memperkenalkan pendekatan pembelajaran baru yang disebut Deep Learning. Ia menegaskan bahwa Deep Learning bukan sekadar tren teknologi, melainkan pendekatan pendidikan yang bisa membawa transformasi signifikan dalam dunia pembelajaran, terutama dalam hal membentuk pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berkesan bagi siswa.

Namun, perlu digarisbawahi kata Abdul  Mu’tibahwa istilah Deep Learning dalam konteks pendidikan yang digunakan Mendikdasmen berbeda dari istilah serupa dalam dunia teknologi kecerdasan buatan. (Artifisial Inteligen  (Detikjatim )

Sebagaimana penulis jelaskan pada Liputan Nusantara edisi   Marert 25, dibawah judul  “Pandangan Gereja Katolik tentang Artificial Intelligence (AI).

Iramdan beserta Dewan guru foto bersama.

Menurut H.A.Simon menyebutkan AI merupakan semua tempat penelitian, instruksi, dan aplikasi yang berkaitan dengan pemrograman komputer. Tujuannya untuk melakukan suatu hal yang dianggap cerdas oleh manusia. Menurut Kristianto mendefinisikan sebagai salah satu bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang dibuat secara khusus untuk perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam suatu sistem kecerdasan di perangkat komputer.sementara pendapat Rich & Knight Mereka berpendapat kecerdasan buatan merupakan sebuah studi tentang cara komputer dapat melakukan hal-hal yang dapat dilakukan lebih baik oleh manusia. (dikutip dari tiro.id)Seorang sahabat lama DR (C) Iramdan M.Pd, menjadi p-embicara pada   PELATIHAN DEEP LEARNING UNTUK GURU SDN 01,03  BUNGUR SENEN JAKARTA PUSAT,Tanggal 11,12 Juli 2025yang baru lalu.

Nunga terkirim be katua, panaek ma ate ? mlt

Menurut Ramdan (panggilan akrabnya) ada beberapa tujuan pelatihan :

  • Memperkenalkan konsep deep learning dalam konteks pendidikan dasar
  • Meningkatkan kapasitas guru dalam merancang pembelajaran yang mindful (kesadaran), meaningful ( bermakna) , dan joyful (Menyenakan )
  • Mendorong penerapan Kurikulum Merdeka secara lebih kontekstual dan transformative

DR (C) Irramdan dosen tetap UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI JAKARTA & Wakil Sekjen bidang Pendidikan  Lemhanas RI.    aktif dan dipercaya selalu diminta  Kementerian Lembaga  Negara dan BUMN untuk menjadi nara sumber menunjukkan reputasi akademik dan profesional yang sangat kuat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memperkenalkan pendekatan pembelajaran baru yang disebut Deep Learning. Ia menegaskan bahwa Deep Learning bukan sekadar tren teknologi, melainkan pendekatan pendidikan yang bisa membawa transformasi signifikan dalam dunia pembelajaran, terutama dalam hal membentuk pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berkesan bagi siswa.(dilansir dari Detikjatim)

Mendikdasmen menambahkan keberhasilan pendekatan Deep Learning dalam sistem pendidikan sangat bergantung pada tiga elemen kunci: Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning. Ketiga pilar ini saling melengkapi dalam menciptakan pembelajaran yang mendalam dan menyenangkan.

Dalam pelatihan tersebut DR (C) Iramdan menyampaikan Materi yang

Berdampak

  • Deep learning dan pembelajaran berbasis nilai
  • Penguatan growth mindset dan refleksi kritis
  • Integrasi nilai Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran.

Dampak Sosial dan Akademik

  • Mendorong guru menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing
  • Menumbuhkan generasi muda yang berpikir kritis, berkarakter, dan cinta tanah air
  • Menyebarluaskan praktik baik pendidikan yang relevan dan transformative

Ketiga pendekatan ini jika dipadukan, diharapkan tidak hanya menciptakan proses belajar yang menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan motivasi intrinsik agar siswa menjadi pembelajar seumur hidup.ujar mendiknasmen.(Ring-o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Surabaya Meniti Waktu & Makna Surbaya bagi Adharta Ketua umum KRIS

2 Februari 2026 - 08:16 WIB

 “Sekolah untuk Hidup,atau Hidup untuk Sekolah” ? (pembelajaran Kontekstual )

29 Januari 2026 - 14:59 WIB

 “Launcing Sekolah Lansia Kasih Untuk Negeri (KUN) Sabtu ,24 Januari 2026 di Balai Patriot Bekas

26 Januari 2026 - 12:42 WIB

“Pemerintah Pusat Mencabut 28 Perusahaan yang diduga mengakibatkan, banjir bandang dan longsor di Sumatera pada bulan November 2025 melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam Konferensi Pers di Istana Kepresidenan

22 Januari 2026 - 08:03 WIB

Buka Usaha Atau Bangun rumah Kluster /minimalis ?

21 Januari 2026 - 10:51 WIB

Trending di Jakarta