Home / Daerah

Selasa, 2 Januari 2024 - 19:09 WIB

Peduli Kemanusiaan, KOPRI PMII Cilangkahan Galang Dana Bantu Nadya Aisyah.

 

LLebakLiputannusantara.id-Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cilangkahan turut prihatin menyikapi seorang gadis kecil bernama Nadya Aisyah asal Bayah Barat, Kecamatan Bayah, yang tengah menjaga ibunya karena dihantam sakit keras.

Tentunya, pada momen Tahun Baru ini tak seperti kebanyakan orang lainnya yang tengah pergi liburan merayakan pergantian tahun. Nadya Justru, harus sabar menunggu ibunya yang terbaring sakit.

Dena Deanawati, salah seorang anggota KOPRI PMII Cilangkahan mengemukakan agar semua lapisan khususnya aktivis mahasiswa peduli pada persoalan ini.

Mulai dari melakukan open donasi dan penggalangan dana serta dapat membantu kebutuhan lainnya, Dena menyatakan pihaknya akan secepatnya melakukan aksi tersebut.

Baca Juga  Jelang Nataru, Menko PMK Didampingi Mentri Perhubungan dan Kakorlantas Cek Kesiapan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni

”Kami sangat merespon persoalan jni dalam sisi kemanusiaan, secepatnya kami akan mencari para donatur yang dapat membantu. Semoga dapat meringankan keluarga yang terkena musibah,” imbuhnya.

Dena melanjutkan, sebagai bentuk menjalankan fungsi mahasiswa sebagaimana tertera pada tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian terhadap masyarakat. Mahasiswa tentunya harus melek terhadap persoalan-persoalan demikian.

“Sebagai mahasiswa pada umumnya kita harus lebih mengutamakan hal-hal demikian, membantu masyarakat yang sedang membutuhkan dengan cara mengumpulkan donasi dan lain sebagainya,” ujar Dena.

Baca Juga  Polda Banten Hadiri Peletakan Batu Pertama Rutilahu di Kecamatan Jawilan

Dena juga mengatakan kepada media bahwa gadis kecil tersebut hidup sebatang kara, karena ayahnya telah meninggal dunia serta meminta Pemerintah Daerah (Pemda) agar lebih peka memberikan perhatian pada persoalan ini.

“Ayahnya sudah meninggal dunia, dan kini ia harus harus merawat ibunya yang menderita sakit jantung dan anemia sendirian tanpa didampingi pihak keluarga yang lain. Rela tidak masuk sekolah karena harus menjaga ibunya dengan segala kekurangan yang dihadapi khususnya ekonomi dalam memenuhi keperluan mereka berdua selama berada dirumah sakit,” pungkasnya.

(Sapei)

Share :

Baca Juga

Daerah

Polda Banten Siapkan 1.324 Personel Untuk Amankan Kunjungan Presiden Jokowi ke Provinsi Banten*

Daerah

Kemensos Serahkan Santunan Ahli Waris 12 Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor Simangulampe

Daerah

Antisipasi Gangguan Kamtibmas Jelang Pemilu 2024, Polda Banten Laksanakan Patroli Gabungan*

Daerah

80 Stan UMKM Ramaikan Aquabike Jetski Danau Toba 2023.

Daerah

RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Seminar Penanganan Luka Diabetes

Daerah

BKSAG Medan Satria gelar Perayaan dan Ibadah Natal Mengusung tema “Damai Sejahtera di Bumi ” (Lukas 2 : 14)

Daerah

Siagakan 250 Petugas Gabungan, Polres Labuhanbatu Amankan Ibadah Natal di 66 Gereja

Daerah

Resmikan Sumur Bor di Yogyakarta, Kapolri: Kita Harapkan Bermanfaat untuk Masyarakat

Contact Us